• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 4, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Moehammad Abdoe | Asmaradahana

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
3 Januari 2021
in Sastra
2.2k 90
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

asmaradahana sepasang burung jalak

hinggap sayap sengketa di dahan rambutan

berhujan hujan asmara ke bumi

dua paruh saling patah

Asmaradahana, Moehammad Abdoe

MENGEJA ALAM

sedari hulu sungai mengalir
menyesali sumbu matamu yang perlahan mulai menyela
telah kemudian kautulis namaku pada selembar daun kizib pagi hari
bahagia tercurah
matahari terbit dan siluet bulu mata siang terbakar
juga barangkali awan di langit lazuardi itu lantas berkaca di laut
mengenang kembali wajah ombak
dan namaku
mengeja dua mata angin saling berkarung duka
kapal kapal busung dalam ceruk renungan
pasir pantai
sementara pigmen barat seperti genangan darah
menggantung di sudut waktu paling sunyi
ayunan menjelang malam

Malang, 21 November 2020


DUKA

Hujan malam hari
sungguh rimba dadamu
angin lebat
yang menggerus benda langit
wajah bencana

Bertalu waktu
menampung laut jiwa
gunung terjal

Mengenang sumber mata air
air mata
jatuh mengalir menimpa daun

Bunga cadar nestapa
dinding murung

Malang, 28 November 2020


ASMARADAHANA

apakah yang berpaling darimu
keraguan rintik hujan di luar jendela
datang laju angin membawa kabar
bisik bisik daun kering

asmaradahana sepasang burung jalak
hinggap sayap sengketa di dahan rambutan
berhujan hujan asmara ke bumi
dua paruh saling patah

menangkup garis musim mengabu
jauh di luar batas

Malang, 25 Agustus 2020


JATUH CINTA

Entah bagaimana mulanya aku mencintaimu

Laksana daun gugur yang tidak sempat menyentuh tandus

Sebab angin segera membuangnya ke tengah samudra

Kemudian memecah bersama gulungan-gulungan ombak

Lautan asmara

Pulau Buru, 21 Februari 2018


CINTA DAN JARAK

Seperti putaran waktu yang tidak pernah paham jarak, aku belajar dari apa yang telah diajarkan Tuhan; perihal rinduku yang memutih; adalah mengenal betapa hari perjumpaan jauh lebih tabah untuk menunggu.

Pulau Buru, 22 Oktober 2018


Moehammad Abdoe, anggota komunitas Dari Negeri Poci. Pelopor komunitas Pemuda Desa Merdeka (PDM 2015) dengan gerakan yang mengangkat tema-tema sosial dan seni musik jalanan. Karyanya berupa puisi dan cerpen terbit di berbagai media massa Indonesia maupun luar negeri, antara lain: News Sabah Times, Utusan Borneo, Harian Ekspres, Suara Sarawak, Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat, Minggu Pagi, Republika, Koran Merapi, Suara Merdeka, Rakyat Sultra, Riau Pos, Tanjunpinang Pos, serta diabadikan di pelbagai buku antologi bersama. No. Tlp/Whatsapp: 085730551400
Surat elektronik: [email protected]


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: BudayaCaritoPelesiran

Related Posts

RUBRIK KATA RUANG

Oleh Dandri Hendika
4 Agustus 2026

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Next Post
Sumua Ayek: Karomah yang Tak Pernah Kering, Nagari Pelangai Kaciek Kec. Ranah Pesisir, Pesisir Selatan

Sumua Ayek: Karomah yang Tak Pernah Kering, Nagari Pelangai Kaciek Kec. Ranah Pesisir, Pesisir Selatan

Pinang: Tumbuhan Paling Konsisten dan Perawatan yang Mudah

Pinang: Tumbuhan Paling Konsisten dan Perawatan yang Mudah

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In