• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Rabu, Agustus 5, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

TUNGKAL SELATAN, DARI SAMPAH HINGGA LAYANG-LAYANG

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
15 November 2021
in Pelesiran
2k 128
0
Home Pelesiran
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pariaman, marewai— Nama desa Tungkal Selatan barangkali baru bila ditilik dari kacamata dunia pariwisata. Namun setidaknya, nama desa yang berada di Kota Pariaman sudah pernah “booming” ketika pertama kali membuka wahana “sepeda terbang”nya beberapa waktu lalu. Terbaru, desa wisata ini telah pula menerima anugerah GIPI Award 2019. Namun ternyata masih banyak pembenahan yang harus dilakukan. Dibalik itu, banyak pula potensi yang dapat diangkat pada paket kunjungan yang akan menyebabkan lenght of stay (lama kunjungan) wisatawan jadi meningkat.

Hal itu terungkap saat tim Satuan Tenaga Konselor (SANAK) kepariwisataan Sumbar melakukan pendampingan ke sana beberapa waktu lalu. Di awal kunjungan, tim SANAK langsung disambut oleh Kepala Desa dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman. Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman, Marhen mengakui pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan motivasi penggerak di Tungkal Selatan. “Kita baru merintis. Tentu masih banyak kendala. Tapi kita tidak boleh menyerah. Kedepannya Tungkal Selatan harus siap bersaing dengan desa wisata lainnya yang ada di Sumatera Barat,” kata Marhen.

Peningkatan lamanya waktu kunjungan, menurut Marhen dapat dipacu dengan memetakan kembali berbagai potensi yang dapat menunjang pariwisata berbasis pengalaman (experiental learning). “Misalnya saja apabila kita garap kegiatan membuat pelaminan, silek, sampai pengolahan sampah menjadi bagian dari kegiatan para pengunjung nantinya. Tiap paket, harus kita pastikan tertata. Jadi nanti, para tamu juga bahagia dalam menikmatinya. Sebab, bagaimanapun pariwisata adalah bisnis kebahagiaan,” sebutnya.

Sementara itu, kepala desa Rahayadi Ningrat mengatakan, pengembangan pariwisata di Tungkal Selatan saat ini memang membutuhkan semangat penggeraknya. “Kita harus kuatkan lagi penggerak kita. Ini semua (potensi-potensi) tidak akan ada artinya apabila tidak dikelola secara serius. Dan kami sangat bersyukur, tim SANAK bersedia mendampingi kami disini,” sebutnya.

Selama berada di Tungkal Selatan, tim SANAK sudah mencatat sejumlah potensi baru yang menarik untuk diangkat dalam paket-paket wisata. “Mulai dari pengalaman hingga iven sangat layak dikembangkan disini,” sebut Ritno Kurniawan, salah seorang anggota tim SANAK. Salah satu yang menarik adalah tradisi permainan anak nagari layang-layang. “Tungkal Selatan punya banyak pokok bambu, dan pemuda-pemudanya juga lihai dalam membuat layang-layang. Kita tinggal kembangkan dalam aspek iven dan paket-paket pengalaman membuat serta memainkan layang-layang. Belum lagi penjelasan filosofis tentang permainan ini. Bisa jadi, Tungkal Selatan dinobatkan sebagai desa layang-layang” sebut pendiri LA Adventure ini.

Sementara itu, Muhammad Husen pendiri Sumatra Volunteer yang juga merupakan anggota tim SANAK melihat potensi sampah yang ada di Tungkal Selatan. “Saya sudah berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tungkal Selatan. Disitu banyak sampah plastik yang dapat di daur ulang menjadi benda-benda berguna. Apabila ini dikembangkan oleh pengrajin yang tepat, akan sangat mungkin dijadikan sebuah paket wisata pula. Orang bisa mendapatkan pengalaman bagaimana cara mengolah ulang sampah plastik mereka,” sebutnya.

Terkait layang-layang tadi, sampah plastik menurut Husen bisa dijadikan sebagai bagian dari bahan pembuatannya. “jadi, ini akan berelasi antara pengembangan wisata layang-layang dengan daur ulang sampah,” tutupnya.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: BudayaMarewaiPariwisataPelesiranSeniWisata

Related Posts

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

Oleh Redaksi Marewai
10 Januari 2026

            Tanggal 10 Juni Mbak Ruth Priscilia menghubungi saya, menyampaikan pesan bahwa novel Leiden (2020-1920) lolos dalam kurasi Ubud...

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Oleh Redaksi Marewai
7 Desember 2025

Arah Tutur Padang dengan semua penghuninya larut bersama malam yang dingin dan lembap. Adam, yang masih bayi acap kali...

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

Oleh Redaksi Marewai
17 November 2025

Di tengah rimbunnya hutan lindung Rimbang Baling, di sebuah desa terpencil bernama Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten...

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Oleh Arif P. Putra
1 November 2025

Perjalanan-perjalanan satu dekade terakhir yang saya lakukan kerap menemukan keajaiban-keajaiban, barangkali sebelumnya belum pernah terpikirkan. Bahkan, sebagian dari tempat...

Next Post
Cerpen Laki-laki tua penjual tutut | Fery Lorena Yanni

Cerpen Laki-laki tua penjual tutut | Fery Lorena Yanni

Perubahan Sistem Pemerintahan Jepang Pada Era Restorasi Meiji dalam Novel Hanauzumi | Rio Mardi dan Ferdinal

Perubahan Sistem Pemerintahan Jepang Pada Era Restorasi Meiji dalam Novel Hanauzumi | Rio Mardi dan Ferdinal

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In