• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Punago Rimbun: Langkah Awal Jajakan Orang Rupik | Zera Permana

Zera Permana Oleh Zera Permana
29 Januari 2021
in Punago Rimbun
1.2k 12
0
Home Punago Rimbun
BagikanBagikanBagikanBagikan

Perjalanan yang jauh. Orang-orang  Sitatok Sitarahan sampai ke Ulu Kambang. Membuat orang Sitatok Sitarah berhenti dan  beristirahat, membicarakan  hal-hal yang akan dilakukan (perencanaan). Pada saat itu timbul ide dari seseorang. Yang nantinya akan menjadi  nahkoda  perahu. Mengatakan  kepada raja Sitatok Sitarahan untuk mengiliri negeri ini. Alangkah baiknya kita megunakan perahu,  supaya kita lebih bisa cepat sampai ketujuan. Tempat keberadaan anak kamanakan  Orang Tiga Suku (Suku Kampai, Suku Panai, dan Suku Tigo Lareh Bakapanjangan).

Oleh Raja Sitatok Sitarahan, pendapat dan  ide itu di “lawikan”.  Maka diperintahkan oleh Raja Sitatok Sitarahan kepada rombongan untuk memperbuat sebuah  perahu. Berbilang hari pada saat itu. Siaplah perahu yang dibikin oleh rombongan Sitatok Sitarah. Perahu itu disebut “Perahu Cadak”.  Menitah  Raja Sitatok Sitarah  pada masa itu kepada rombonganya. “Siapa yang bisa mengemudi perahu ini?” semua rombongan terdiam. Maka berkata yang mempunyai  pendapat (ide) semula “hamba yang akan mengemudikannya nanti raja, usah raja,  ragu akan hal itu!”

Berlayar orang Rupik (Sitatok Sitarahan) mengiliri Batang  Air Kambang.  Mengiliri sampai di sebuah  lubuk. Terdengarlah bunyi-bunyian, bunyi tupai yang sangat nyaring, seakan-akan bunyi tupai itu menegurnya untuk tidak boleh mengiliri lubuk itu. Lantas tercengang Nahkoda (juru mudi) perahu yang sedang mengemudi. Akibat suara  itu, terbentur perahu  ke sebuah batu besar,  perahupun oleng akibat tubukan air yang sangat deras, membuat perahu yang  bermuatan orang-orang Rupik itu pecah. Sehingga orang-orang Rupik berhamburan meloncat ke atas tebing. Di sinilah nama lubuk ini timbul dengan nama Lubuak Siparahu Pacah.

Akibat perahu  pecah  membuat orang-orang Rupik tepencar-pencar. Oleh raja Sitatok Sitarahan pada saat itu, berteriak dengan  kata pertintah “semuanya yang di sebelah sungai, di sebelah tebing mari kita sama-sama mengiliri sungai ini ke bawah, menuju kampung Pasir Laweh!”

Berjalan orang Rupik mengiliri tebing sungai, masuk rimba keluar rimba, maka sampailah orang Rupik itu dengan kelompoknya yang terpencar di Nagari Pasir Laweh. Pada saat mereka datang dengan rombongan.  Membuat Orang Tiga Suku terkejut melihat keberadaan orang-orang berbadan tinggi yang penuh dengan “urihan tato” di sekujur tubuh. Maka ditemuilah oleh Orang Tiga Suku pada saat itu. “baropok-ropok” berkumpul  Orang Tiga Suku dengan orang Rupik. Maka oleh raja Rupik dengan suara yang keras.  Menyatakan dirinya sebagai raja dan  memerintah di daerah Pasir Laweh untuk keberlansungan hidup bersama.


Versi tutur tulisan ini juga kami sajikan di chanel youtube Marewai TV

https://m.youtube.com/channel/UCtZWHc5Lls2Q0e2LS28Os2A


  • About
  • Latest Posts
Zera Permana
ikuti saya
Zera Permana
Redaksi Marewai at Media
Zera Permana
Salimbado Buah Tarok (Anggota Pusat Kajian Tradisi Salimbado Buah Tarok). Sekarang bekerja fokus di Serikat Budaya Marewai. Berasal Dari Nagari Sungai Pinang, Koto XI Tarusan Pesisir Selatan. Pengelola dan Penulis Tetap Rubrik "Punago Rimbun". Zera merupakan arsiparis muda manuskrip-manuskrip Minangkabau, selain fokus mengarsipkan manuskrip, Zera juga aktif berkegiatan dalam Alih Aksara dan Alih Bahasa. Salah satu manuskrip yang sudah terbit, "Kitab Salasilah Rajo-Rajo Minangkabau".
Zera Permana
ikuti saya
Latest posts by Zera Permana (see all)
  • Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana - 3 September 2025
  • Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2 - 2 Oktober 2024
  • Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung - 26 September 2024
Tags: BudayaCaritomarewai tvPunago RimbunSastra

Related Posts

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Burek Tunggang Ka Karajaan Indopuro Lunang Bapucuak Bulek Di Minangkabau Pagaruyuang Bajulai si aka jambai, di Tepian Sungai Muara...

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Seri Punago RimbunSejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan (Bagian 2) Maka...

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Oleh Zera Permana
26 September 2024

Suatu waktu terjadi peristiwa di Alam Surambi Sungai Pagu, tiga orang pembesar; Raja Kampai Tuangku Bagindo, Raja Panai Tuangku...

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Oleh Zera Permana
21 September 2024

Sumatra yang lebih dikenal dalam bahasa tradisi Pulau Perca, ujungnya Negeri Aceh pangkal hingga Lampung. Orang yang mendiami Pulau...

Next Post
Cerpen: Pluviophile | A. Muhaimin DS

Cerpen: Pluviophile | A. Muhaimin DS

KSNT: Komunitas Seni Nan Tumpah Luncurkan Lima  Program Tahun 2021

KSNT: Komunitas Seni Nan Tumpah Luncurkan Lima Program Tahun 2021

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In