• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Punago Rimbun: Kaba Sitok Sitarahan Orang-orang Rupik | Zera Permana

Zera Permana Oleh Zera Permana
21 Januari 2021
in Punago Rimbun
1.4k 14
0
Home Punago Rimbun
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pertempuran yang sengit “padang badantiang-dantiang mangeuik bunyi kalewang” hingga Sitatok Sitarahan dapat di kalahkan oleh Niniak Nan Kurang Aso Anam Puluah.

Kaba Sitok Sitarahan Orang-orang Rupik, Zera Permana

Di Awal perjalanan Niniak Nan Kurang Aso Anam Puluah sebelum sampai di daerah Sungai Pagu (Muaro Labuah). Niniak ini bertolak dari Kerajaan Pagaruyung (Pariangan) untuk mengembangkan daerah di ujung tanah labuhan (disebut pada zamanya Banda Lakun) dan untuk mencari tempat tinggal dan pemukiman baru. Pada saat itu sebelum kedatangan orang-orang Anam Puluah Kurang Aso. Telah berdiam sekolompok orang di goa-goa tepi air. Akibat serang dalam “Kaba Bonsu Pinang Sibaribuik Karya Almarhum Emral Djamal Dt. Rajo Mudo”. Yang diserbu oleh Ampang Limo Parang Bonsu Pinang Sibaribuik yang lari terpencar pencar hingga sampai di daerah Sungai Pagu, dan berdiam diri di sana.

Orang-orang ini yang disebut Sitatok Sitarahan dan dubalangnya bernama Sianja dan Sipihan. Pada waktu itu ketika Niniak Nan Kurang Aso sampai di Alam Surambi Sungai Pagu. Terjadilah bentrokan sampai kepada pertempuran yang sengit dengan orang-orang Sitatok Sitarahan. Pertempuran yang sengit “padang badantiang-dantiang mangeuik bunyi kalewang” hingga Sitatok Sitarahan dapat di kalahkan oleh Niniak Nan Kurang Aso Anam Puluah. Orang-orang Sitatok Sitarahan ini dihalau dan dikejar oleh Inyiak Alang Parabah dan Sari Dano Dubalang Raja Alam Surambi Sungai Pagu. Orang-orang Sitatok Sitarahan ini pun terus lari dan menyingkir. Hingga sampai dikejar di daerah Tajuang Simalindu perbatasan orang Minangkabau dengan daerah Jambi.

Di Tanjung Simalindu orang-orang Sitatok Sitarahan bersembunyi. seiring berjalan waktu. Maka diutuslah mata-mata ke Sungai Pagu, di Sungai Pagu dapat sebuah kabar bahwa anak kamanakan Niniak Nan Kurang Aso Anam Puluah memperleber daerah petanian “mancari sasok paladangan” untuk di jadikan ladang. Hingga bertujuan menjadikan tempat pemukiman yang baru, untuk sebuah kampung atau nagari di daerah matahari tebernam (Nagari Kambang dan Nagari Ampiang parak). Anak kamanakan ini adalah anak kamanakan orang Tiga Suku (Suku Panai, Suku Kampai, Suku Tigo Lareh Bakapanjangan). Yang pergi “manaruko” ke daerah matahari terbenam (Pasisia). Yang telah membuat sebuah kampung sejak dari Pasir Laweh sampai kepada Koto Marapak yang sekarang disebut Nagari Kambang.

Sekembali mata-mata. Orang-orang Sitok Sitarah itu, timbulah niat untuk mencari anak kamanakan orang Tiga Suku. Menaklukannya, dan menjadikan mereka budak-budak perkerja oleh Raja Sitatok Sitarahan. Berkumpulah orang-orang Sitatok Sitarahan, untuk mencari kata kesepakatan untuk menjalankan tujuan dan niatnya, mencari jejak anak kamanakan orang Tiga Suku. Setelah bulat kata dari Raja Sitatok Sitarahan. Maka berangkat orang-orang Sitatok Sitarahan (orang Rupik) itu dari Tanjung Simalindu melalui Sungai Pagu. Menurun ke Ulu Kambang, menepat di Gunuang Gadang atara Bukit Karang Putih.

  • About
  • Latest Posts
Zera Permana
ikuti saya
Zera Permana
Redaksi Marewai at Media
Zera Permana
Salimbado Buah Tarok (Anggota Pusat Kajian Tradisi Salimbado Buah Tarok). Sekarang bekerja fokus di Serikat Budaya Marewai. Berasal Dari Nagari Sungai Pinang, Koto XI Tarusan Pesisir Selatan. Pengelola dan Penulis Tetap Rubrik "Punago Rimbun". Zera merupakan arsiparis muda manuskrip-manuskrip Minangkabau, selain fokus mengarsipkan manuskrip, Zera juga aktif berkegiatan dalam Alih Aksara dan Alih Bahasa. Salah satu manuskrip yang sudah terbit, "Kitab Salasilah Rajo-Rajo Minangkabau".
Zera Permana
ikuti saya
Latest posts by Zera Permana (see all)
  • Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana - 3 September 2025
  • Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2 - 2 Oktober 2024
  • Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung - 26 September 2024
Tags: BudayaCaritoPelesiranSastra

Related Posts

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Burek Tunggang Ka Karajaan Indopuro Lunang Bapucuak Bulek Di Minangkabau Pagaruyuang Bajulai si aka jambai, di Tepian Sungai Muara...

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Seri Punago RimbunSejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan (Bagian 2) Maka...

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Oleh Zera Permana
26 September 2024

Suatu waktu terjadi peristiwa di Alam Surambi Sungai Pagu, tiga orang pembesar; Raja Kampai Tuangku Bagindo, Raja Panai Tuangku...

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Oleh Zera Permana
21 September 2024

Sumatra yang lebih dikenal dalam bahasa tradisi Pulau Perca, ujungnya Negeri Aceh pangkal hingga Lampung. Orang yang mendiami Pulau...

Next Post
Spot Bernama Raisya dan Ikan Khairul | Ajo Wayoik

Spot Bernama Raisya dan Ikan Khairul | Ajo Wayoik

Cerpen: Obrolan Ranjang | Bangga Surya Nagara

Cerpen: Obrolan Ranjang | Bangga Surya Nagara

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In