• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Punago Rimbun: Ilmu Silat Pendekar Pesisir Barat | Zera Permana

Zera Permana Oleh Zera Permana
8 Juni 2022
in Punago Rimbun
1.3k 13
0
Home Punago Rimbun
BagikanBagikanBagikanBagikan

Kekuatan pasukan Soak Langik, Ragi Batang, Bingkai Bukik dan Kuciang Lalok membuat Taluek Sinyalai Tambang Papan  bisa dilalui oleh saudagar pedalaman Pulau Paco. Sedangkan dimasa itu ketika Raja Sonsang Lawik menyerakan diri kepada Pendekar Yang Berempat, membuat pasukan gabungan yang dikepalai oleh Raja Paloangso Polorajo, Rajo Biram Bijayo tidak menerima kekalahan Raja Sonsang Lawik, mereka kembali memerangi Taluek Sinyalai Tambang Papan untuk melepaskan Raja Sonsang Lawik. Dikarenakan para Pendekar Yang Berempat berserta para pasukan pesilatnya yang berjumlah sedikit dianggap sebuah pasukan yang hanya kebetulan mendapakan kesempatan ketika mereka sedang melakukan aksinya di Pulau Pagai bagian timur kepada Rajo Sonsang lawik. Namun ternyata ketika  pasukan yang dianggap lemah dan kebetulan itu dapat menangkis serangan senjata yang dilancarkan oleh pasukan Raja Paloangso Palorajo dengan mengunakan tangan kosong.

Hal yang demikian membuat Rajo Anianyo geram setelah datang utusan meminta bantuan kepadanya untuk melepaskan anaknya Raja Sonsang Lawik yang di tawan oleh Pendekar Berempat orang Pesisir Barat itu. Pasukan dengan skala besar  dan persenjataan yang canggih dikirim oleh Rajo Aninyo. Serta Raja Anianyo ikut berperang, pergi ke Teluek Sinyalai Tambang Papan bergabung dengan pasukan Rajo Biram Bijayo dan  Rajo Paloangso Palorajo.  Pasukan gabungan Rajo Anianyo ini  menyerang  dengan membabibuta ke Taluek Sinyalai Tambang Papan ketika itu dalam pengawasan pasukan Saok Langik, Ragi Batang, Bingkai Bukik dan Kuciang Lalok.

Perperangan berkecamuk, perkelahian demi perkelahian terjadi antara dua lawan satu bahkan dalam bentuk pengeroyokan yang dilakukan oleh Pasukan Gabungan Rajo Anianyo kepada pasukan Pendekar Berempat Perisir Barat. Akan tetapi pasukan  Rajo Anianyo ditangkis dengan “Gelek” dan “Balabek Silek Kuciang Lalok” membuat pasukan gabungan Rajo Aniayo banyak “mengulang” kuwalahan dan tersungkur ke tanah oleh pasukan Kuciang Lalok. Sedangkan pasukan dari gabungan Rajo Biram Bijayo dan Rajo Paloangso Palorajo di tangkis, dihadang oleh Pasukan Saok Langik dan Ragi Batang dengan gerak “Kalatiek Silek Doroang Kabau Gadang”, banyak pasukan Rajo Biram Bijayo dan Rajo Paloangso Palorajo yang tak bisa mengelakan dan terdar ke rumpun-rumpun kayu  sehingga  banyak yang mati.

Melihat hal demikian membuat naik pitam Rajo Anianyo menyerbu markas tempat penjara anaknya  Raja Sonsang Lawik  dengan membawa pedang dan “Padia Tigo Laso”. Ditangkis pula oleh Pasukan Bingkai Bukik dengan Ilmu Silek Padang Jinawi. Namun dengan persenjataan yang banyak dan canggih pasukan Rajo Anianyo dapat melepaskan Rajo Sonsang Lawik. Akan tetapi ketika Raja Sonsang Lawik berjalan dari keluar penjara dapat ditangkap oleh Magek Tabilang dengan ilmu Silek Tangkok Macik. Disaat tertangkap Rajo Sonsang Lawik terus melawan sehingga Magek Tabilang terpaksa membunuhnya dengan Ilmu Cakiak Saluang Saluang. Sedangkan pasukan Gabungan Rajo Anianyo disaat itu terus dihadang oleh Pasukan Bingkai Bukik, dengan Ilmu Silek Padang Jinawi ditambah dengan ilmu  Silek Suntiah Biruang Damam, satu demi satu prajurit pasukan Gabungan Rajo Aniayo dapat dilumpuhkan bahkan dibunuh mati, sebagian lari ke tepi pantai Taluek Sinyalai Tambang Papan bersama Rajo Anianyo dengan perasaan kesal bercampur sedih karena tidak bisa menyelamatkan anaknya.

Perbuatan dari Magek Tabilang dengan sahabatnya Dandang Kualo, Kayo Bulang, Magek Sando serta Pasukan Saok Langik, Ragi Batang Bingkai Bukik, dan Kuciang Lalok membuat hati Rajo Aniayo sakit bagaikan luka disiram air limau. Sehingga memutuskan untuk pergi ke Negeri Tanah Alang memintak kepada  Raja Alang Gampito akan dirinya tidak mau lagi  mengurus Taluek Sinyalai Tambang Papan, setelah kepergian Putranya (anaknya) Sonsang Lawik yang terbunuh di Tangan Pendekar Yang Berempat Pesisir Barat Pulau Paco.

  • About
  • Latest Posts
Zera Permana
ikuti saya
Zera Permana
Redaksi Marewai at Media
Zera Permana
Salimbado Buah Tarok (Anggota Pusat Kajian Tradisi Salimbado Buah Tarok). Sekarang bekerja fokus di Serikat Budaya Marewai. Berasal Dari Nagari Sungai Pinang, Koto XI Tarusan Pesisir Selatan. Pengelola dan Penulis Tetap Rubrik "Punago Rimbun". Zera merupakan arsiparis muda manuskrip-manuskrip Minangkabau, selain fokus mengarsipkan manuskrip, Zera juga aktif berkegiatan dalam Alih Aksara dan Alih Bahasa. Salah satu manuskrip yang sudah terbit, "Kitab Salasilah Rajo-Rajo Minangkabau".
Zera Permana
ikuti saya
Latest posts by Zera Permana (see all)
  • Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana - 3 September 2025
  • Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2 - 2 Oktober 2024
  • Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung - 26 September 2024
Tags: BudayaKabaMarewaiMinangkabauPunago Rimbun

Related Posts

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Burek Tunggang Ka Karajaan Indopuro Lunang Bapucuak Bulek Di Minangkabau Pagaruyuang Bajulai si aka jambai, di Tepian Sungai Muara...

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Seri Punago RimbunSejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan (Bagian 2) Maka...

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Oleh Zera Permana
26 September 2024

Suatu waktu terjadi peristiwa di Alam Surambi Sungai Pagu, tiga orang pembesar; Raja Kampai Tuangku Bagindo, Raja Panai Tuangku...

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Oleh Zera Permana
21 September 2024

Sumatra yang lebih dikenal dalam bahasa tradisi Pulau Perca, ujungnya Negeri Aceh pangkal hingga Lampung. Orang yang mendiami Pulau...

Next Post
Gelar Parenting Wali Santri, Derliana: Peran Serta Orang Tua Sangat Menentukan Kesuksesan Pendidikan Santri

Gelar Parenting Wali Santri, Derliana: Peran Serta Orang Tua Sangat Menentukan Kesuksesan Pendidikan Santri

Sungai Pinang Memiliki Tangkapan Ikan Tradisional Minangkabau – Zera Permanan

Sungai Pinang Memiliki Tangkapan Ikan Tradisional Minangkabau - Zera Permanan

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In