• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Punago Rimbun: Empat Pendekar Penyelamat Pesisir Barat | Zera Permana

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
27 April 2022
in Sastra
1.2k 12
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Keberadaan Panglima Sonsang Lawik di Taluek Sinyalai Tambang Papan yang mengendalikan monopoli perdagangan di daerah Pesisir Barat membuat negeri-negeri di Pesisir Barat Kualo Banda Mua, Sungai Nyalo, Taluek Andampuro, Taluek Lelo Jati, Taluek Tampuruang Pinang Balirik, Kualo Bungo Pasang, Pinang Awan, dan Pulau Cingkuek menjadi redup. Akibat dari ekspor dan impor pedagang dari Sigilincin Asai-Asai (Negeri Cina) dan Pasak Palinggam, Ulak Tanah Basa, Tanah Basa dalam kendali Panglima Sonsang Lawik yang merupakan utusan dari penguasa bandar pelabuhan di Tanah Alang (Malaysia) Raja Alang Gampito di Bandar Malako. Situasi ini semakin diperparah oleh kaum pasukan Orang Garagasi Hitam melakukan kerja sama dengan orang Sikawak yang tinggal di pinggir pantai merampas harta penduduk, membakar setiap rumah di Kualo Banda Mua dan negeri lainnya.

Hal yang demikian membuat Raja Kualo Banda Mua dan Raja Taluek Andampuro mengadakan perundingan di Galanggang Kasai Rimbo Panjang Sungai Pinang Lamo untuk menemui Raja Bayang Kubang Ula Tuanku Rajo Mudo. Pertemuan Raja Kualo Banda Mua Dipatuan Rajo Mudo dan Raja Taluek Andampuro Rajo Tuo di Bayang Kubang Ula Tuanku Rajo Mudo mengadakan musyawarah besar di “Galanggang Kayu Nan Barambai Salasiah Ambuan Bayang Janiah”, memutuskan perkara. Mereka bertiga memutuskan untuk membentuk pasukan, pasukan yang ahli dalam Menjuhuang (memanah) Pasukan Uban Tali yang diminta kepada Raja Kualo Bungo Pasang, kemudian juga membentuk Pasukan Kilek Bayang Mato Kabua, dan Pasukan Sonsoang Barat dari Pulau Cingkuek oleh Sutan Junjuangan dengan Puti Sari Silinduang Bulan.

Setelah pasukan terbentuk, misi untuk mengusir Bangsa Garagasi Hitam dan Bajak Laut Rupik yang menguasai tiap pelabuhan di Pesisir Barat dan pulau Lantuang Kuang. Pasukan yang telah dibentuk di Negeri Bayang Kubang Ula oleh Tuanku Rajo Mudo bersama Raja Dipatuan Rajo Mudo Raja Kualo Banda Mua, dan Raja Tuo dari Taluek Andampuro, pasukan yang terlebih dulu diutus untuk membuat keributan di laut yaitu Pasukan Sonsoang Barat dari Pulau Cingkuek. Sedangkan Pasukan Umban Tali di utus dan di tempatkan di setiap daerah dataran rendah di Taluek Sinyalai Tambang Papan, dan Pasukan Juhuang (pemanah) di tempatkan tiap rimba yang ada di Taluek Sinyalai Tambang Papan dan di teluk-teluk tanjung pesisir Taluek Sinyalai, dan juga Pasukan Kilek Bayang Mato Kabua diutus untuk menjadi rakyat biasa di Taluek Sinyalai Tambang Papan untuk “Mancindo” (memukul dari belakang) Kaum Garagasi Hitam apabila mereka sedang “Tapico” (terlengah). Bentukan pasukan ini berhasil membuat Kaum Garagasi Hitam yang bersekongkol dengan Kaum Sikawak diburu oleh Pasukan Kilek Bayang dan Umban Tali dari Kualo Bungo Pasang lari ke Ngalau–ngalau kecil di tepi pantai, sedangkan sebahagian dari Kaum Garagasi Hitam dapat dibunuh oleh Pasukan Kilek Bayang Mato Kabua. Pasukan Garagasi Hitam yang lari ke Ngalau-ngalau di tepi pantai Taluek Sinyalai Tambang Papan tidak di ketahui oleh Panglima Sonsang Lawik yang fokus menangkis serangan dari laut Pasukan Sonsoang Barat Pulau Cingkuek. Pasukan Sonsoang Barat dan Pasukan Bajak Laut Rupik dalam perperangan di lautan podoh sama podoh (sama-sama imbang).

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
  • Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika - 8 Januari 2026
Tags: CerpenKabaMarewaiMinangkabaupuisiSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Punago Rimbun: Empat Pendekar Penyelamat Pesisir Barat | Zera Permana #2

Punago Rimbun: Empat Pendekar Penyelamat Pesisir Barat | Zera Permana #2

Cerpen Ian Hasan | Tali Pusar

Cerpen Ian Hasan | Tali Pusar

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In