• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Syukur Budiardjo | Pribahasa Koruptor

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
29 November 2020
in Sastra
1.3k 66
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Peribahasa Koruptor

Ada gula ada semut.

Jika ada proyek, koruptor tak kalut.

Ada udang di balik batu.

Koruptor menyuap karena menginginkan sesuatu.

Seperti anjing berebut tulang.

Koruptor berebut proyek hingga saling tendang. Lempar batu sembunyi tangan.

Koruptor berbuat jahat tetapi rakyat jadi sasaran.

Serigala berbulu domba.

Koruptor kelihatan baik tetapi hatinya tak dapat diraba.

Kerbau punya susu sapi punya nama.

Rakyat bekerja keras tetapi koruptor merampok duitnya.

Di Darat jadi harimau di laut jadi buaya.

Di mana-mana koruptor itu sangat berbahaya. Sedia payung sebelum hujan.

Koruptor menyiapkan duit agar kasusnya berhenti di tengah jalan.

Gajah berkelahi dengan gajah pelanduk mati di tengah-tengah.

Koruptor kakap saling berebut proyek rakyat juga yang hidup susah.

Sepandai-pandai tupai melompat sekali waktu jatuh juga.

Sepandai-pandai koruptor bersembunyi akhirnya tertangkap juga.

Cibinong, Januari 2020

Mik Kita Mira Zaini dan Lisa yang Menunggu Lelaki Datang

Mik Kita Mira Zaini online di twitter via mucikari Merebahkan tubuh di kamar hotel bintang lima Menunggu datang melenggang seorang lelaki Membawakan bukti transfer rupiah ratusan juta Lisa baru berkawan via facebook dengan lelaki Merebahkan tubuhnya di kamar losmen murah Menunggu datang pemilik hidung bopeng sejati Membayarnya tunai seharga ratusan ribu rupiah

Cibinong, Juli 2020

Misteri Kata Sandi

Para koruptor membangun misteri dengan kata sandi

Agar skenario dapat dilaksanakan tanpa diketahui

Hingga aparat penegak hukum menjadi tersesat

Sulit mengungkap kasus korupsi yang penuh siasat

Mereka tahu bahwa pembicaraannya telah disadap

Karena itu kata yang terucap layaknya perlu disulap

Kata-kata berlaga hingga maknanya bersayap Berusaha mengelabuhi hingga arti sulit ditangkap

Tapi aparat penegak hukum tak putus asa mengurai

Lalu makna atau arti sesungguhnya dapat dicapai

Beragam kata sandi terbuka maksudnya kemudian

Hingga koruptor tak punya banyak lagi alasan Apel washington atau apel malang yang terkatakan

Adalah dollar Amerika atau rupiah yang dimaksudkan

Yang ditransfer ke rekening bank tanpa sungkan-siungkan

Atau dimasukkan ke dalam kardus bergambar durian

Berikutnya ada daging busuk, kebugaran, dan penyanyi

Lalu ketua besar, pelumas, semangka, dan santri

Juga pesantren, pengajian, anak jin, ustaz, dan kiai

Semuanya diumbar untuk sekadar mengelabuhi Masih ada juga pak lurah, maktab, luwak, dan durian

Kemudian pustun, vitamin onta, baju, atau tailor Yang berlanjut dengan ibu artis, bos besar, dan rektor

Semuanya diumbar untuk menyamarkan kenyataan

Meski koruptor membangun misteri dengan kata sandi

Maksud mereka sebenarnya akhirnya ketahuan juga

Karena mereka senantiasa merampok uang negara

Dengan menyelewengkan amanat rakyat yang dimiliki

Cibinong, Agustus 2020


Syukur Budiardjo, Penulis dan Pensiunan Guru ASN di DKI Jakarta. Alumnus Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Jurusan Bahasa Indonesia IKIP Jakarta. Menulis artikel, cerpen, dan puisi di media cetak, media daring, dan media sosial. Kontributor sejumlah antologi puisi. Menulis buku kumpulan puisi Mik Kita Mira Zaini dan Lisa yang Menunggu Lelaki Datang (2018), Demi Waktu (2019), Beda Pahlawan dan Koruptor (2019), buku kumpulan esai Enak Zamanku, To! (2019), dan buku nonfiksi Strategi Menulis Artikel Ilmiah Populer di Bidang Pendidikan Sebagai Pengembangan Profesi Guru (2018). Akun Facebook, Instagram, dan Youtube menggunakan nama Sukur Budiharjo. Email [email protected]. Tinggal di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: CaritoPelesiranPunago Rimbun

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Peduli Bencana: IMPPLISBA Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Tapan, Kab. Pesisir Selatan

Peduli Bencana: IMPPLISBA Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Tapan, Kab. Pesisir Selatan

Punago Rimbun: Runguih Bayang | Zera Permana

Punago Rimbun: Runguih Bayang | Zera Permana

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In