• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Joe Hasan | Setelah Membaca

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
27 Maret 2021
in Sastra
1.3k 66
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Warna Kental

warna-warna yang kental
malam abu-abu sudah
dapur kembali hidup
bunyi aluminium di gesek-gesek lincah
minyak tempias
lantai menangis tiba-tiba

ruangan tak ada yang kosong
nyamuk mencari rumahnya
sedang yang bayi mencari sesuap darah

tetesan gerimis
berisik tak mengenal waktu
apalah daya kami yang berdekam
memeluk selimut
seutuh bulan waktu di langit

kau memanggil
namaku berubah garang
mengapa sibuk pada malam hari
bukankah bunga itu sudah memberi maaf
aku lupa menegurnya
hingga menjelang tidur

(Bau-Bau,  Juli 2020)

Tak Ada Beda Untuk Hari Ini

rupanya tak ada yang beda untuk  hari ini
namun perayaan telah usai
di ruang yang gelap beremang
gaduh tak tertahankan
menghitung detik yang berkurang
di sana orang-orang menyimpan pedih

seorang bapak suka mendorong-dorong
mencolek kulit semua pendatang
matanya sakit
menunggu belas kasih tamu
dia hanya menonton saja
terlihat hatinya ingin memukul anak bawang
siapalah dia
kita akan bertemu tiap waktu

dan tidak ada yang beda utnuk hari ini
kan tetap menyebalkan
aku bersedia menolak terus
mereka tertawa-tawa riang
atas mati kita
yang datang lebih cepat

di kota nenek moyang
gadis kecil berdoa di atas pusara
untuk dikembalikan kenangannya
tanah basah oleh air mata
mengasihi mereka
yang sedang merayakan

(Surabaya,  Januari 2020)

Setelah Membaca 

setelah membaca selarik sajak
kuberani merasuki wajahmu
meski tengah malam gentar
angin cuap-cuap di jendela
kita tak lagi mau mendengar
sejak punya rumah sendiri

seolah hidup dalam sebuah kertas
lolongan anjing itu mengeja bulan
seperti ada yang di kejar
calon jenazah yang sekarat
di ranjang berbadan satu
tubuh lunglai tiarap tiada tara

setelah membaca sekian harap
pada orang-orang kasihan
air mata kering tiba-tiba
merasa percuma
sia-sia terlahir dari makhluk apa adanya
hening malam itu

tanda ketegangan di sebuah kamar
aku hanya bisa membaca
ngorok lelaki lelah
beradu dengan jentik dewasa
bercakap dalam bahasa sendiri
kehebatan siapa yang hakiki

setelah membaca sunyi malam
pada halaman puisi
enteng kujemput tidur
tanpa kau sekalipun

(Bau-Bau,  Agustus 2020)

Senyum Liar

kata-kata berbaris rapi
pada bibir muazin
hari masih padam
bersiap tuk mendengar
mengejek setiap alunan
kebencian kemarin pun tertata
apa bisa kumengulang
senyum liar yang dulu menghias

(Bau-Bau,  Agustus 2020)

Percakapan Malam

malam itu kita hanya bercakap
menghiasi layar hp masing-masing
sunyi berdentang tiba-tiba
mataku mencari buku hujan
yang lama berserakan
menimbang-nimbang
antara luka dan gerimis
keduanya sama kelabu
yang sering datang saat malam minggu
saat kita harusnya berkencan

alam memang punya tanda sendiri
cerdas sekali memilih waktu
dan malam itu percakapan kita terpotong
oleh dengkur lelaki muda
tampan tak berparas
manis seperti kata orang-orang
yakinlah tak ada dukun terpuja
saat kata-kata itu terlontar

mungkin kau meminang yang salah
kemarin adalah janji
mudah saja pengingkaran
bagi orang-orang maksiat
aku akan pulang
ke rumah percakapan malam
pusara mimpi memanggil

(Bau-Bau,  Juni 2020)


Joe hasan

Penulis, Joe Hasan, lahir di Ambon pada 22 Februari. Kini Berdomisili di Surabaya, Jawa Timur. Pecinta Olahraga Taekwondo. Beberapa puisinya pernah dimuat di berbagai media cetak dan online. Ikuti media sosialnya di; FB: Joe Nomor HP : 082248207003

— Setelah Membaca, Joe Hasan

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: ArtikelBudayaEsaiPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Teater Sumatra Barat Kembali Menggeliat; Catatan Workshop Teater UPTD Taman Budaya Sumatera Barat

Teater Sumatra Barat Kembali Menggeliat; Catatan Workshop Teater UPTD Taman Budaya Sumatera Barat

Launching Suara Minangkabau, Karya Rani Jambak

Launching Suara Minangkabau, Karya Rani Jambak

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In