• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Rabu, Agustus 12, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Ismullathif | Lentera Cinta

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
8 Mei 2021
in Sastra
2.2k 90
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

LENTERA SENJA

Puisi ini tercipta
Ketika manis dan pahit
Menyatu pada kalbu
Yang menggebu di kala senja

Harap rasa
Menyimpan segalanya
Padanya yang menari nari
Oleh hembusan angin yang menyapa

Namun,
Jangan harap hanya singgah
Lalu mencari angan yang lain

SAMUDERA CINTA

Warna biru
Nan menggelombang
Apakah tertarik padanya
Yang melihat

Air beriak
Tanda tak dalam
Air tenang
Pertanda itu sebuah kedalaman

Sesungguhnya,
Akan kulabuhkan sebuah rasa
Yang ada
Dipalung hati

KAMPUS SELATAN

Senyum ceria yang tak pernah sirna
Walaupun ada jutaan tantangan
Yang silih berganti menghadang
Bak itik yang mengikuti rombongannya
Untuk mencari ilmu dari pagi hingga petang

Dalam kegigihan diperantauan
Tak selalu kau tampakkan
Tak kau sia siakan
Dalam berbagai keadaan

Rasa cinta
Rasa kesal
Rasa perjuangan

Kampus selatan
Seakan tak kau gubris
Akan perjuangan masa depan
Yang selalu digenggam

GERSANG

Tiupan angin kencang
Menghempas disekitar
Menyapa angin diperaduan
Oleh sebuah titian rindu

Hangatnya sentuhan
Kepadanya yang selalu
Sembari menghibur
Dan takkan terganti
Oleh apapun

KOPI SASTRA

Kuteguk segelas kopi
Kopi manis nan dihiasi sedikit cinta diatasnya
Kopi itu tersaji ketika manis disirami masa kini
Pahit rasanya ketika masa lalu menerpa

Disantap ketika tetesan air perlahan jatuh ke semesta
Rasanya selalu sama
Namun akan berbeda jika tak bersamanya
Walaupun kopi ini pernah tercipta
Pada saat pahitnya masa lalu
Namun dengan dinikmati bersamanya
Jauh akan terasa manis kini

Dengan memandangnya
Pada sebuah senyuman yang menarik
Membuat sukma ini terguncang
Bahkan bisa saja membuat gula iri pada senyumnya yang manis


Ismullathif merupakan musisi dan penulis, kelahiran 4 Agustus 1999 berasal dari Padang, Sumatera Barat. Sekarang sebagai mahasiswa di jurusan bahasa dan sastra inggris ,Universitas Negeri Padang. Telah membuat sebuah buku antologi puisi. Dan juga menerbitkan karya karyanya di media cetak ataupun media online.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: BudayaCerpenPelesiranpuisiPunago Rimbun

Related Posts

Kata Ruang: Strategi Mendang-Mending dalam Puisi | Dandri Hendika

Kata Ruang: Strategi Mendang-Mending dalam Puisi | Dandri Hendika

Oleh Dandri Hendika
7 Agustus 2026

Antara guru kulit terang dan guru lokal sawo matang ada jenjang tak kepalang. Gaji guru sawo matang merangkak-rangkak seperti...

RUBRIK KATA RUANG

Oleh Dandri Hendika
7 Agustus 2026

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Next Post
Buka Bersama dan Tausiyah Ramadan: Cara MTSN Punggasan Lulusan 2011 Merajut Kebersamaan | Apriwanto

Buka Bersama dan Tausiyah Ramadan: Cara MTSN Punggasan Lulusan 2011 Merajut Kebersamaan | Apriwanto

Cerpen Ilda Karwayu | Ramadan

Cerpen Ilda Karwayu | Ramadan

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In