• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Ismullathif | Lentera Cinta

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
8 Mei 2021
in Sastra
1.2k 50
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

LENTERA SENJA

Puisi ini tercipta
Ketika manis dan pahit
Menyatu pada kalbu
Yang menggebu di kala senja

Harap rasa
Menyimpan segalanya
Padanya yang menari nari
Oleh hembusan angin yang menyapa

Namun,
Jangan harap hanya singgah
Lalu mencari angan yang lain

SAMUDERA CINTA

Warna biru
Nan menggelombang
Apakah tertarik padanya
Yang melihat

Air beriak
Tanda tak dalam
Air tenang
Pertanda itu sebuah kedalaman

Sesungguhnya,
Akan kulabuhkan sebuah rasa
Yang ada
Dipalung hati

KAMPUS SELATAN

Senyum ceria yang tak pernah sirna
Walaupun ada jutaan tantangan
Yang silih berganti menghadang
Bak itik yang mengikuti rombongannya
Untuk mencari ilmu dari pagi hingga petang

Dalam kegigihan diperantauan
Tak selalu kau tampakkan
Tak kau sia siakan
Dalam berbagai keadaan

Rasa cinta
Rasa kesal
Rasa perjuangan

Kampus selatan
Seakan tak kau gubris
Akan perjuangan masa depan
Yang selalu digenggam

GERSANG

Tiupan angin kencang
Menghempas disekitar
Menyapa angin diperaduan
Oleh sebuah titian rindu

Hangatnya sentuhan
Kepadanya yang selalu
Sembari menghibur
Dan takkan terganti
Oleh apapun

KOPI SASTRA

Kuteguk segelas kopi
Kopi manis nan dihiasi sedikit cinta diatasnya
Kopi itu tersaji ketika manis disirami masa kini
Pahit rasanya ketika masa lalu menerpa

Disantap ketika tetesan air perlahan jatuh ke semesta
Rasanya selalu sama
Namun akan berbeda jika tak bersamanya
Walaupun kopi ini pernah tercipta
Pada saat pahitnya masa lalu
Namun dengan dinikmati bersamanya
Jauh akan terasa manis kini

Dengan memandangnya
Pada sebuah senyuman yang menarik
Membuat sukma ini terguncang
Bahkan bisa saja membuat gula iri pada senyumnya yang manis


Ismullathif merupakan musisi dan penulis, kelahiran 4 Agustus 1999 berasal dari Padang, Sumatera Barat. Sekarang sebagai mahasiswa di jurusan bahasa dan sastra inggris ,Universitas Negeri Padang. Telah membuat sebuah buku antologi puisi. Dan juga menerbitkan karya karyanya di media cetak ataupun media online.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaCerpenPelesiranpuisiPunago Rimbun

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Buka Bersama dan Tausiyah Ramadan: Cara MTSN Punggasan Lulusan 2011 Merajut Kebersamaan | Apriwanto

Buka Bersama dan Tausiyah Ramadan: Cara MTSN Punggasan Lulusan 2011 Merajut Kebersamaan | Apriwanto

Cerpen Ilda Karwayu | Ramadan

Cerpen Ilda Karwayu | Ramadan

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In