• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Fitri Wijaya | Masa Kecil Santi

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
29 Juli 2023
in Sastra, Puisi
1.2k 77
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Tepi Sungai

Sekat-sekat dan ketiadaan cinta kemarin, mampukah menebus luka hari ini? 
Kerinduan menjulang meninggi di tepi sungai 
Bila angin kencang diterbangkan langit, kami menahan suara dan tangisan hati
Kata-kata tak berdaya, kaku menjemput akhir diri
Kepada malam-malam yang abu, kami menyimpan ringisan dan pinta
Tak lama setelah tulisan ini ada
Sungai-sungai akan keruh, rumah-rumah dalam genangan duka
Desa kami diambang bencana

Pasaman, 2023


Persembunyian

Aroma tanah andesit menguar dan selinap kepada mereka
Iming-iming dunia dan kekayaan lainnya membelah dada
Mereka kemudian dipulangkan pada keserakahan dan pongah jiwa
Mereka bersepakat dan susun rencana
Mereka siap didebat, tapi tak rela menaungi para bakal tunawisma
Angin membelok lalu meniup rambut pria topi kuning merona
Matanya, tangannya, kakinya, semua mencium andesit berkali-kali hingga senja
Besok, dia datang lanjutkan kembara
Besok, kami serang dia
Besok, kami dipecah oleh dia
Besok, bendungan berdiri, tanah-Nya diobrak-abrik sesuka dia

Pasaman, 2023


Ziarah

Sekali aku pulang, genteng rumah tak utuh lagi
Tempat pemakaman umum telah bersih pertanda ramadhan tiba, tanah berunduk ramai dikunjungi
Ziarah katanya sambil mematut menangisi
Wangi sekali tanah ini
Bila benar akan dialih fungsi, adakah bisa berkunjung kemudian hari? 
Menjenguk tanah warisan, kuburan, atau kembali turut merayakan tradisi

Pasaman, 2023


Dari dalam Tanah

Sungkan aku memandang matahari setelah mereka menggedor dan menabur janji
Mata jernihku terasa disadap dalam peti mati
Tak terbayang jika benar wacana itu tertancap di sini

Aku mengirimkan surat pada curah rinai Senin pagi
Entah sampai ke rimba paling tepi
Entah semuanya berubah kala mengendap dalam sepi
Kudengar ayahmu diundang ke televisi
Pucat pasi 
Pucat pasi para berdasi
Yang kita lihat dari layar adalah kejernihan nurani
Nurani ayahmu-sang pewaris sejati 

Pasaman, 2023


Masa Kecil Santi

Santi tak bisa menulis cerita yang kutanya setelah 2030
Pada lembaran foto ayah, Santi hanya mengenal kakeknya sebagai pahlawan
Tak bisa dia ceritakan keasrian desa, suasana keakraban, bahkan warga dengan keramahtamahan 
Santi, dia anakku yang punya paras menawan
Santi, ternyata ini sekadar mimpi
Setelah lebaran, meski air keruh disusul banjir bandang, aku tetap melangsungkan pernikahan
Datanglah menempuh jalan dan ruas-ruasnya yang masih bertahan

Pasaman, 2023


Tentang saya
Fitri Wijaya seorang guru di sekolah swasta dekat dari kampung halamannya. Sesekali ia menuliskan sajak juga cerpen. Sesekali pula karyanya dimuat. Ia aktif menulis di akun ig @diarihidupkita.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: MarewaipuisiSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Cerpen Ede Tea | Perempuan yang Melahirkan Banyak Puisi

Cerpen Ede Tea | Perempuan yang Melahirkan Banyak Puisi

Cerpen Putri Oktaviani | Wanita yang Pergi ke Mars

Cerpen Putri Oktaviani | Wanita yang Pergi ke Mars

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In