• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi, Musik & Kemungkinan Lain yang Dihadirkan | Jemi Batin Tikal

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
20 Desember 2023
in Berita Seni Budaya
1.2k 12
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Apa yang dibayangkan seorang perantau tentang kota yang konon katanya romantis seperti Yogyakarta? Bagaimanakah mata dan jiwanya menghayati kehidupannya yang sepi di tanah rantauan? Bagaimanakah perasaan-perasaan tadi jika disampaikan lewat puisi, lewat kata-kata seorang penyair?

Kita akan mengetahuinya dari salah satu penyair, Indrian Koto. Ia ialah seorang yang berasal dari pesisir selatan Sumatra Barat yang kemudian mengarahkan kemudi dan mata angin tujuannya ke kota pendidikan. Di kota inilah, dirinya ditempa menjadi seorang penyair, menghayati tiap gerak dan detak kehidupan. Kota yang jadi tempat “kelahiran kedua”-nya ini turut menyusun-membentuk bagian dari diri dan sejarah hidupnya.

“Meninggalkan” niscaya tak bisa dilepaskan dari peristiwa merantau. Sosok ibu biasanya ialah tokoh yang paling berat merelakan kepergian dan seseorang akan selalu dibayang-bayangi sosoknya. Hal itu tergambar jelas misalnya dalam puisi Hujan Buat Ibu II. Selain ibu, hal yang selalu terkenang jika sudah di tanah rantau ialah kampung halaman, di sanalah sebagian ingatan manusia perantau tertaut. Puisi Ke Langgai, Ke Asal Leluhur mencoba untuk mengenang dan mengabadikan kenangan-kenangan di kampung halaman tersebut.

Dalam kenyataan, ketika merantau dijalani, semua terasa tak mudah. Banyak hal-hal yang menyakitkan terjadi dan dialami, Malam Pengembara dan Kota Luka merekam bagian-bagian tersebut dengan sentimental. Meski begitu, tanah tujuan rantauan tak selamanya memberikan bayangan mengerikan. Selama di rantauan, seseorang bisa belajar dan menerima hal-hal baru, hal-hal yang akan membentuk ulang dirinya. Di puisi Yogya: Kelahiran Kedua, seorang perantau malah seperti dilahirkan kembali menjadi manusia baru.

Runtutan-rentetan peristiwa merantau yang dimulai dari proses meninggalkan, kemudian ditempa, dan jadi manusia baru tergambar dalam kelima puisi yang dipilih dari buku Pledoi Malin Kundang (2017) yang kemudian direspons oleh lima grup musik. Puisi-puisi ini pada akhirnya terasa bukan hanya menjadi milik penyair selaku penciptanya, melainkan telah jadi milik publik, milik semua orang yang mengalami peristiwa merantau, khususnya ke Yogyakarta.

Memberi Tantangan, Mencari Kemungkinan

Tak Perlu Sedu Sedan Itu (TAPSSU) #2, tribute to poetry mengambil tema “Rantau” dari puisi-puisi Indrian Koto. Tajuk acara TAPSSU diambil dari baris puisi berjudul “Aku” milik Chairil Anwar. Acara yang berlangsung di Dua Arah Coffe tanggal 17 Desember, khusus memberikan penghormatan bagi sastrawan dan karyanya. Pada acara pertama bulan Juli 2023, puisi-puisi Chairil Anwar-lah yang kali pertama direspons oleh grup musik. TAPSSU ingin mempertemukan antara musisi dan penulis, juga memunculkan alihwahana teks puisi ke musik. Para musisi diberi tantangan untuk merespons puisi-puisi yang telah dikurasi oleh Jemi Batin Tikal & tim TAPSSU. Alihwahana ini berusaha memberikan kemungkinan dan sajian lain dalam menikmati puisi dan juga agar teks sastra jadi (lebih) hidup dan berumur lebih panjang.

Musikalisasi puisi mengacu kepada pendapat Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari dalam Seni Mengenal Puisi (2020), ialah puisi yang dinyanyikan sehingga seorang pendengar yang kurang paham menjadi paham. Atau dalam kerangka yang lain, musikalisasi puisi bisa memberikan “cara lain” menikmati puisi, selain lewat membaca. Musikalisasi puisi, lazimnya menggunakan instrumen akustik, meskipun bisa dilakukan dengan berbagai instrumen musik yang lain. Umumnya dalam musikalisasi puisi, tidak ada teks puisi yang hilang atau tak terdengar jelas.

Masih berpatok pada pendapat yang sama, Pitaloka dan Sundari membagi musikalisasi puisi menjadi tiga jenis, yaitu musikalisasi murni, musikalisasi sastra, dan musikalisasi puisi campuran. Musikalisisasi murni ialah jenis yang mengubah puisi menjadi syair lagu tanpa menyertakan pembacaan di puisi di dalamnya. Grup musik Roji Luji dan Skena Futura masuk dalam kategori ini.  Puisi Ke Langgai, Ke Asal Leluhur direspons oleh Roji Luji, grup musik yang memiliki warna power pop. Grup ini mengalunkan musik dengan lirik-lirik kritis yang berdasar dari puisi tentang cinta, kehidupan sosial, dan pergulatan keseharian kontemporer. Merespons puisi bukanlah hal yang baru bagi mereka. Sedangkan grup Skena Futura yang merupakan kelompok Groovy Pop atau Chill Pop juga masuk dalam kategori pertama. Puisi Hujan Buat Ibu II dinyanyikan dengan syahdu di bawah langit malam Yogyakarta yang cerah.

Berbeda dengan Notula, grup musik ini masuk dalam kategori musikalisasi campuran, kombinasi musikalisasi puisi murni dan musikalisasi sastra. Dalam praktiknya, teks puisi akan dinyanyikan, tetapi ada bagian yang dibacakan dengan tetap diiringi musik. Notula saat ini masih mengeksplorasi wilayah musik dan teks sastra. Grup ini merespons puisi Yogya: Kelahiran Kedua bagian 1.

Dua grup musik penampil lain, yaitu Noire dan BUKTU, tidak masuk dalam tiga kategori di atas atau berbeda dari pengalaman umum (terutama kalangan penikmat sastra), yang sering mendengar puisi direspons lewat musik akustik dan bernuansa nostalgia.

Puisi Kota Luka direspons oleh grup Noire lewat penyampaian yang intens, spoken words & lirik katarsis diiringi musik bernuansa post-rock, emo dan skramz. Kata-kata atau lirik puisi dalam hal ini jadi bahan menghasilkan suara dan membentuk bunyi-bunyian yang berisik, lebih menekankan disonansi dan dinamika.

Sedangkan lewat gabungan musik eksperimental, post-rock, ambient, puisi Malam Pengembara direspons oleh BUKTU, band asal Yogyakarta. Puisi, dalam hal ini ialah kata-kata, telah lebur. Meskipun pada awalnya puisi dibacakan secara jelas dan utuh, selanjutnya yang diambil dari puisi ialah rima dan ruhnya, dijadikan tombak utama yang kemudian mewujud dalam nada, tekstur, dan suasana.

Jika biasanya kita sering mendengar musikalisasi puisi yang sendu, misalnya dari Bimbo atau duo kondang Ari-Reda. Maka sajian berbeda dalam menikmati dan mendengarkan puisi dihadirkan oleh Noire dan BUKTU. Sajian berbeda sebenarnya bukanlah hal yang baru. Kurun 2006 di kota Yogyakarta misalnya, puisi direspons oleh grup musik bergenre Hip-Hop lewat tajuk Poetry Battle. Usaha tersebut berhasil membawa puisi tampil ke gelanggang dalam bentuk dan wajah yang lain, yang tak kalah gagah dan keren.


Penulis
Jemi Batin Tikal, kadang menumis, kadang menulis. Yang Tidak Mereka Bicarakan Ketika Mereka Berbicara tentang Cinta (September, 2023) ialah buku puisi debutannya. Ia bisa dicubit via medsos FB/IG: jemibatintikal & surel: [email protected]


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Oleh Redaksi Marewai
17 Desember 2025

Padang, Marewai — 17 Desember 2025. Jejak Aksara resmi merilis single terbaru berjudul “Terus Berlanjut”, salah satu lagu dari...

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Oleh Rori Aroka
10 Desember 2025

Padang, Marewai.com — Festival Akhir Tahun Steva 2025 resmi bergulir di Kota Padang dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada...

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Oleh Redaksi Marewai
25 November 2025

Pasaman - marewai.com, Pasaman merupakan wilayah yang tidak hanya kaya akan tradisi dan adat istiadat, tetapi juga menyimpan jejak...

Next Post
Catatan Penutup Tahun 2023: “Perkenalkan Akulah Kebudayaan”

Catatan Penutup Tahun 2023: "Perkenalkan Akulah Kebudayaan"

Cerpen Depri Ajopan | Akan Aku Lawan

Cerpen Depri Ajopan | Akan Aku Lawan

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In