• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Pelesiran: Misteri Suhu Air Pemandian Batu Putiah Simarasok

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
7 Oktober 2021
in Pelesiran
1.4k 14
0
Home Pelesiran
BagikanBagikanBagikanBagikan

SEJUK DIKALA PAGI, TERLALU DINGIN KETIKA SORE

Simarasok, Marewai– Ada banyak wisata pemandian alam yang terdapat di Sumatera Barat. Kita bisa memilih apakah akan mandi di air terjun, sungai, lubuk, kolam alami, atau mata air. Di Simarasok, Kabupaten Agam salah satu yang paling terkenal adalah pemandian di mata air Batu Putiah. Pemandian alami ini terkenal salah satunya lantaran pengunjung dapat berenang bersama ikan-ikan masheer (dalam bahasa daerah disebut gariang-red). Suasana alami terasa kental sebab selain hutan, di sekitar pemandian juga terdapat sawah-sawah bertingkat serta deretan kars tua.

Namun, ada misteri unik yang terdapat di pemandian ini. Syarifa Aini, salah seorang penggerak wisata di Simarasok mengatakan, suhu air di pemandian batu Putiah tidak tetap. “kalau kita mandi pagi hari, airnya masih sejuk dalam takaran yang bisa diterima oleh tubuh. Tapi kalau sudah siang hingga sore, airnya akan terlalu dingin. Sangat dingin sehingga jarang juga yang kuat mandi disini,” sebutnya.

Dok. Tim SANAK

Belum diketahui apa yang menyebabkan perbedaan suhu mencolok tersebut. Yang jelas, jika hari sudah siang atau sore, seperti juga di kawasan lain di Sumatera Barat suhu udara di Simarasok juga lebih panas ketimbang pagi. Hal ini terbalik 180 derajat dengan suhu air di mata air Batu Putiah. “Kami juga tidak mengerti. Orang-orang tua kami hanya bilang, memang seperti itulah sejak dulunya,” sebutnya.

Bagi yang suka berenang dengan ikan-ikan, pemandian Batu Putiah adalah pilihan yang tepat. Di sini terdapat ribuan ikan gariang yang hidup bebas. “kalau mau memanggil ikan gariang, kita cukup memetik sehelai atau dua helai daun bunga terompet. Kita masukkan ke dalam air. Ikan-ikan akan berkumpul untuk memakan daun tersebut,” katanya. Ini juga merupakan keunikan yang misterius di mata air Batu Putiah. Dimanapun di Sumatera Barat ini, ikan masher tidak memakan daun. Para pemancing biasanya memakai umpan roti, jagung, kelapa atau sawit sebagai makanan favorit untuk memancing ikan ini. Tapi di Simarasok, ikan masher malah memakan daun terompet.

Keunikan ini nyata adanya. Beberapa waktu lalu, penulis bersama tim Satuan Tenaga Konselor (SANAK) Pariwisata menguji sendiri kebenaran misteri pemandian Batu Putiah. Dan ternyata benar adanya. Suhu air yang berubah drastis dan ikan masher yang makan daun bunga terompet bukan isapan jempol. “ini keunikan luar biasa. Kita bisa angkat ini sebagai storynoimic yang sangat menjual dari kawasan ini,” kata Ajo Wayoik, salah satu tim SANAK. Ritno Kurniawan, salah seorang anggota tim SANAK yang identik dengan wisata petualangan membuat video ketika ia mandi bersama ikan-ikan di Batu Putiah. Video itu viral setelah di upload. “Ini adalah bukti bahwa pemandian batu putiah sangat istimewa,” kata Ritno.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: AgamBerita seni dan budayaBudayaPelesiranSanakSumatra baratWisata

Related Posts

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

Oleh Redaksi Marewai
10 Januari 2026

            Tanggal 10 Juni Mbak Ruth Priscilia menghubungi saya, menyampaikan pesan bahwa novel Leiden (2020-1920) lolos dalam kurasi Ubud...

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Oleh Redaksi Marewai
7 Desember 2025

Arah Tutur Padang dengan semua penghuninya larut bersama malam yang dingin dan lembap. Adam, yang masih bayi acap kali...

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

Oleh Redaksi Marewai
17 November 2025

Di tengah rimbunnya hutan lindung Rimbang Baling, di sebuah desa terpencil bernama Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten...

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Oleh Arif P. Putra
1 November 2025

Perjalanan-perjalanan satu dekade terakhir yang saya lakukan kerap menemukan keajaiban-keajaiban, barangkali sebelumnya belum pernah terpikirkan. Bahkan, sebagian dari tempat...

Next Post
Perfomance Art “Tanah Ibu, Tanah Rempah”: Rekam Jejak Tanah Ibu di Jalur Rempah | Muhamad Irfan

Perfomance Art “Tanah Ibu, Tanah Rempah”: Rekam Jejak Tanah Ibu di Jalur Rempah | Muhamad Irfan

Puluhan Siswa SMP IT Al Hijrah ikuti Kemah Tahfiz di Area 55

Puluhan Siswa SMP IT Al Hijrah ikuti Kemah Tahfiz di Area 55

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In