• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Rabu, Agustus 5, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Omah Budoyo: 5 Seniman Material Menggelar Pameran Bertajuk “The Un-Brittle”

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
10 Oktober 2023
in Berita Seni Budaya, Budaya
2.2k 22
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Marewai – Yogyakarta, 10 Oktober 2023. Omah Budoyo yang berlokasi di Yogyakarta mengadakan pameran bertajuk “The Un-Brittle”. Seniman yang terlibat berpusat pada sifat dan jenis material dalam proses penciptaan karya. Saqat Al Afghani Panai dan Ryan Fernandes adalah dua seniman yang mengolah material logam, Widi Pangestu Sugiono bereksplorasi dengan material serat tumbuhan/kertas, Faelerie dengan serat sintetis, sedang Dian Hardiansyah berfokus pada material keramik. Pameran berlangsung dari 07 Oktober hingga 10 Desember 2023 dan menggandeng Jemi Batin Tikal sebagai penulis pameran.

“Ketika membincangkan kerapuhan material, sisi daya tahan tak boleh luput diperhatikan dan dibicarakan sebab daya tahan menggambarkan kemampuan material dan komponen untuk bertahan dari kerusakan dalam masa pakai dan mempertimbangkan kondisi lingkungan yang relevan. Daya tahan menunjukkan interaksi material terhadap proses produksi dan konstruksi dari karya,” ujar Putri perwakilan galeri.

Masing-masing karya kelima seniman memiliki sisi daya tahan jika ditinjau dari bahan atau material yang digunakan. Karya keramik misalnya, memerlukan pembakaran suhu tinggi sehingga tanah dan glasir memunculkan kandungan kaca silika yang membuatnya tahan air, tahan lama, serta tidak mudah pecah. Dalam karya logam, pelapisan dengan jenis cat clear dilakukan agar permukaan plat memiliki resistansi terhadap korosi sementara kontrol tingkat pH dalam serat dan kandungan zat tanin melalui pemasakan menjadikan material kertas kuat. Pada karya tekstil, material polyester dipilih karena dari segi kekuatan benang maupun ketahanan warna lebih tahan lama daripada katun maupun wol.

“Melalui material yang digunakan dan konsep yang diusung tiap karya, “The Un-Brittle” merupakan representasi diri para seniman; dengan keadaan psikologis yang sejatinya rapuh, daya tahan dan kekuatan membalut tampilan luar. Layaknya alam yang menyediakan material berlimpah, tetapi terus-menerus tereksploitasi dan telah menunjukkan kerapuhan di satu sisi, alam memperlihatkan daya tahan dalam memulihkan dirinya sendiri. Seniman mengeksplorasi dan bereksperimen dengan material melalui kerja-kerja riset yang bersinggungan dengan sains untuk menyuguhkan beragam terobosan potensial dalam kekaryaan,” papar Jemi.

Lebih jauh, material juga menjadi cerminan dunia batin seniman yang terwujud dalam bentuk visual maupun perlakuan terhadap material untuk memberikan pemaknaan lebih mendalam akan suatu kondisi, alur historis, alam, ruang publik yang ditempati sekaligus dihidupi secara kolektif, atau ruang pikiran-perasaan seniman yang sangat personal.

Foto: Jemi Batin Tikal

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaCaritoMarewaiPelesiran

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Malam Pembukaan: Lima Negara Hadiri Festival Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Agamjua Art & Cultural Kota Payakumbuh

Malam Pembukaan: Lima Negara Hadiri Festival Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Agamjua Art & Cultural Kota Payakumbuh

Persinggungan saya dengan Pilem | Nukilan dan Ritus Pawang Pukat; Sebuah Memori Kolektif dan Masyarakat Tradisional – Arif Purnama Putra

Persinggungan saya dengan Pilem | Nukilan dan Ritus Pawang Pukat; Sebuah Memori Kolektif dan Masyarakat Tradisional - Arif Purnama Putra

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In