• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Merespon Tantangan Gubernur Sumbar: Sejarah PDRI Menjadi Konsep Pertunjukan yang Akan ditampilkan pada Hari Bela Negara

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
28 April 2021
in Berita Seni Budaya
1.2k 12
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan
Pertemuan dengan gubernur Mahyeldi

Cepat merespon tantangan gubernur Mahyeldi Ansyarullah, tim percepatan pembangunan bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Sumbar Kreatif mengkoordinir sejumlah seniman muda untuk menyiapkan konsep pertunjukan bertema sejarah PDRI untuk ditampilkan pada Hari Bela Negara 2021. Minggu (25/4) tim yang dipimpin langsung ketua Sumbar Kreatif Yulviadi Adek menemui gubernur di kediamannya.

Kepada gubernur, Yulviadi mengatakan bahwa tim yang datang hari itu merupakan representasi dari seniman-seniman muda yang produktif dan memiliki basis komunitas yang kuat. Dan semuanya tergabung di Sumbar Kreatif. “Kita melihat di Sumbar ini kita memiliki banyak talenta-talenta kreatif yang karyanya patut diapresiasi. Di sini Hadir Mahatma Muhammad dari komunitas Nan Tumpah, Yaser dari Rumah Ada Seni, Ferdinand Almi selaku sutradara muda, Roby selaku ketua Forum Batajau Seni Piaman, Kapten Moed dari Komunitas Kupi Batigo serta Muhammad Fadhli alias Ajo Wayoik selaku praktisi dan akademisi seni dari ISI Padang Panjang,” kata Yulviadi.

Dalam paparannya, Ajo Wayoik selaku penulis naskah mengatakan bahwa ia merancang sebentuk sendratari kolosal yang akan menghadirkan 150 orang penari, 25 orang pemusik, 30 orang aktor, pemain rabab, pesilat tradisi, motivator dan narator. Direncanakan pertunjukan ini akan disutradarai oleh Mahatma Muhammad dengan turut melibatkan para perupa, hingga kalangan sineas. “Yang akan diapungkan di sini adalah spirit dasar dari peristiwa PDRI itu sendiri. Setelah membaca berbagai referensi dan berdiskusi dengan sejumlah tokoh, maka hal terpenting yang perlu diangkat dari peristiwa PDRI itu adalah tentang keikhlasan. Maka Judul pertunjukan ini nantinya adalah “5 Episode Keikhlasan, Sebuah Refleksi PDRI” sebut tokoh muda Piaman yang biasa dikenal gubernur sebagai host ini.

Gubernur mengaku tertarik dengan konsep dan nilai yang diusung pada pertunjukan yang nantinya bakal kental dengan nuansa kesenian tradisi di Sumatera Barat ini. “Saya sangat mendukung ide ini. Nanti dapat segera berkoordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata. Sekarang sudah ada sedikit rancangan untuk serentetan kegiatan peringatan Hari Bela Negara. Tapi itu belum sempurna. Ini akan memperkuat konsep yang ada” katanya. Buya juga memberikan tantangan kedua agar ada yang berinisiatif untuk meneliti lebih banyak tentang PDRI, sepanjang 8 bulan eksistensinya mempertahankan Republik.

Selain tentang menjawab tantangan Mahyeldi, hari itu juga dijabarkan tentang rencana untuk mendirikan sentra kreatifitas berupa sebuah creative hub. Menurut Yulviadi, creative hub ini adalah sarana dasar yang dibutuhkan agar para pelaku kreatif dapat saling terkoneksi dan pemerintah daerah dapat pula memantau pertumbuhan dunia kreatif itu sendiri.

Sementara itu, Mahatma Muhammad dan Yaser juga menjabarkan tentang rencana penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Daerah serta Kemah Budaya. “Kebetulan juga beberapa dari kami tergabung dalam tim Pekan Kebudayaan Daerah, kami juga sudah presentasikan berbagai hal yang tengah disiapkan bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Buya memberikan dukungan untuk kerja ini dan akan segera akan kami susul dengan pelaksanaan kerja yang lebih intensif,” sebut Mahatma Muhammad.

Ferdinand Almi pada pertemuan itu juga memaparkan tentang perlunya dukungan sarana bagi pengembangan dunia perfilman Sumbar. “Saat ini yang sangat dibutuhkan adalah bioskop alternatif. Apapun bentuk kegiatan yang akan digerakkan di dunia film sekarang, muaranya akan kesini. Jadi kami berharap akan ada pemikiran yang lebih serius dari instansi terkait di Pemprov untuk mewjudukan aspirasi kalangan perfilman ini,” kata sutradara film Salisiah Adaik ini.

Menurut juru bicara tim percepatan pembangunan keapriwisataan dan ekonomi kreatif Sumbar, Mabruri Tanjung, pertemuan hari itu sangat bermakna dan turut memotivasi para pelaku kreatif untuk lebih banyak berkarya. “Pertemuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa gubernur sangat berkomitmen untuk memaksimalkan pengembangan dunia kreatif di era kepemimpinannya saat ini, ” Sebutnya.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaCerpenEsaipuisiSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Oleh Redaksi Marewai
17 Desember 2025

Padang, Marewai — 17 Desember 2025. Jejak Aksara resmi merilis single terbaru berjudul “Terus Berlanjut”, salah satu lagu dari...

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Oleh Rori Aroka
10 Desember 2025

Padang, Marewai.com — Festival Akhir Tahun Steva 2025 resmi bergulir di Kota Padang dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada...

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Oleh Redaksi Marewai
25 November 2025

Pasaman - marewai.com, Pasaman merupakan wilayah yang tidak hanya kaya akan tradisi dan adat istiadat, tetapi juga menyimpan jejak...

Next Post
Punago Rimbun: Menyilau Nagari Palangai Kecamatan Ranah Pesisir | Zera Permana

Punago Rimbun : Tuangku Malin Sirah dan Imam Abdullah di Pusek Jalo Banda Sapuluah | Zera Permana

Puisi-puisi Ilhamdi Putra | Lemang Berlua

Puisi-puisi Ilhamdi Putra | Lemang Berlua

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In