• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Rabu, Agustus 12, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Mengingat Kembali Tradisi Bakaru Boniah, Bakaru Tompat Tuak Bisu, dan Bakaru Ampiang di Kenagarian Sikabau yang Mulai Terlupakan | Dino Rawan Putra

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
16 Januari 2022
in Budaya
2.4k 124
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Selanjutnya, di akhir bulan Syawal, setelah panen maka akan diadakan Bakaru Ampiang sebagai ungkapan rasa syukur mereka dan sekaligus perekat silaturahim. Tradisi Bakaru Ampiang ini hanya dilakukan pada Tompat Datuak Gadang Tuanku Rajo Dauli. Semua masyarakat akan datang berduyun-duyun ke sana dengan membawa rantang yang berisi ampiang (beras yang di sangrai) beserta berbagai macam makanan lainnya, mulai dari penganan kecil, hingga nasi dan lauk.

Dalam Bakaru Ampiang semua seni tradisi yang ada di Sikabau akan kembali ditampilkan, tak ubahnya dalam tradisi Bakaru Boniah tadi. Tradisi Bakaru Ampiang ini sebenarnya tak ubahnya dengan Bakaru Boniah, tapi dalam Bakaru Ampiang lebih kepada bentuk perayaan rasa syukur atas hasil bumi, sedangkan Bakaru Boniah lebih kepada permohonan izin dan restu dari seluruh masyarakat nagari. Dalam acara Bakaru Ampiang ini akan dibuka dengan sepatah kata dari Penghulu adat, pengungkapan rasa syukur terhadap keberlimpahan hasil panen, lalu akan diakhiri dengan doa tolak bala oleh salah seorang Malim (orang yang mengurusi bidang agama) yang ada di Nagari Sikabau.

Bakaru Ampiang ini sebenarnya juga memiliki tata cara yang berbeda dengan Bakaru Boniah, dalam Bakaru Ampiang hampir seluruh pemuka adat pada tiap-tiap suku yang ada di Kenagarian akan ikut dilibatkan. Masing-masing suku yang ada di Kenagarian Sikabau itu ialah, suku Piliang, suku Tigo Nini, suku Malayu, suku Mandailiang, suku Patopang Ateh, suku Patopang Bawuoh.

Keterangan: Tompat Tuak Bisu di Kenagarian Sikabau

Setiap suku yang ada di Kenagarian Sikabau dalam Bakaru Ampiang akan menjalankan fungsinya masing-masing sesuai dengan yang telah diatur dan di wariskan dari generasi ke generasi. Fungsi masing-masing suku di Sikabau di analogikan dengan struktur seperti dalam sebuah kapal. Suku Malayu dengan penghulu sukunya yang bergelar Datuak Rajo Panghulu berfungsi sebagai Alu (Kapten Kapal), sedangkan suku Tigo Nini dengan penghulunya yang bergelar Datuak Rajo Mangkuto berfungsi sebagai juru kemudi (Nakhoda), suku Mandailiang dengan penghulu sukunya yang bergelar Datuak Jati berfungsi sebagai Camin Taruih (Penasihat).

Dalam acara ini juga para orang tua yang membawa anak-anak akan mengambil tanah yang ada di pusara Datuak Gadang Tuanku Rajo Dauli untuk digoreskan pada kening anak-anak mereka. Dalam kepercayaan masyarakat Kenagarian Sikabau, hal itu mereka lakukan untuk memberikan penghormatan pada Datuak Gadang Tuanku Rajo Dauli selaku manusia awal atau cancang-tatiah (Pendiri) Nagari Sikabau.



Penulis, Dino Rawan Putra Lahir pada tanggal 21 September di Kenagarian Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Surel : [email protected]
Instagram : @dino_rawan_putra1


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Page 2 of 2
Prev12
Tags: Berita seni dan budayaBudayaMarewaiSejarahSumatra barat

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Puisi-puisi Raeditya Andung Susanto | Sakral

Puisi-puisi Raeditya Andung Susanto | Sakral

Cerpen Puja Prasetya Nugraha | Monyet Si Ahli Memanjat

Cerpen Puja Prasetya Nugraha | Monyet Si Ahli Memanjat

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In