• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Senin, Agustus 3, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Masjid Pahlawan Lumpo dan Zaini Zen: Sebuah Saksi Pengorbanan Sang Pejuang

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
30 September 2020
in Budaya
2.3k 70
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pesisir Selatan masih menyimpan banyak cerita sejarah yang belum muncul ke khalayak, selain alamnya yang elok, dan sejarah pahlawannya, ternyata peninggalan serta saksi sejarah panjang Kabupaten yang terkenal dengan sebutan Bandar X ini masih banyak yang belum dapat diketahui oleh orang banyak, salah satunya histori tempat ibadah di Lumpo yang diberinama Masjid Pahlawan itu. Masjid ini terletak di Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, saat ini masih dalam keadaan renovasi.

Sejarah mengapa Masjid tersebut dinamakan Masjid Pahlawan ialah karena sebuah peristiwa Agresi Belanda ke II pada tahun 1948 ketika Pesisir Selatan masih bernama Pesisir Selatan Kerinci (PSK) yang sewaktu itu benaung sebagai Sumatra Tengah (sekarang Prop. Sumatra Barat, Riau, dan Jambi). Sebagaimana diketahui Agresi Belanda ke II diperintah oleh Gubernur Jenderal Belanda adalah menghabisi semua pasukan TNI di pulau Jawa dan Sumatra. Alasannya mengapa tindakkan itu diperintahkan karena Pemerintahan RI (Darurat) telah dipindahkan ke Bukittinggi atau Sumatra Tengah kala itu.

Saat Agresi Belanda ke II terjadi, maka Komandan Zaini Zen dan pasukannya adalah menjadi target utama dari Kolonial Belanda untuk dibunuh, tetapi beruntung sebelum Belanda datang, beliau sudah pergi untuk bergerylia dan juga membawa keluarganya, ia berangkat menyusuri hutan-hutan di Pesisir Selatan sampai ke Kerinci. Ketika itu juga terjadi perang, dimana saat gerylia Komandan Zaini Zen harus terpisah dari keluarganya dan mengutus beberapa orang mengawal keluarganya agar aman.

Selain keadaan gerilya, ternyata Belanda sampai pula ke Lumpo untuk mencari pasukan yang dikomandoi Zaini Zen. M. Sani Dt. R. Mato merupakan Angku Palo di Kenagarian Lumpo dan mertua dari Zaini Zen yang menikahi anak  ketiganya bernama Syamsinur. Akibatnya M. Sani Dt. R. Mato ditembak mati oleh Pasukan Belanda karena menyembunyikan keberadaan Zaini Zen, beliau menunjukkan sikap tidak menuruti perintah Belanda agar masyarakat juga berani menghadapi kebiadaban Belanda kala itu. Beliau berusaha memposisikan diri sebagai warga, bukan sebagai mertua Zaini Zen, tapi Belanda tidak mengampuni keteguhan hatinya

Belanda awalnya mencari kedua orang tua Zaini Zen, namun karena kedua orang tuanya telah meninggal tahun 1948, maka pasukan Belanda mencari keberadaan Zaini Zen kekediaman M. Sani Dt. R. Mato yang merupakan mertua dari Zaini Zen. Itulah penyebab Belanda menemui beliau dan berujung naas.

Setelah Agresi tersebut usai, Kapten Zaini Zen ditarik ke Kota Padang untuk menjadi perwira penghubung di Divisi Banteng atau juru runding dnegan Belanda, serta sebagai Kepala Bagian Perlengkapan diDivisi Banteng. Setelah memegang beberapa jabatan penting di Kota Padang, beliau mengakhiri jabatan sebagai Komandan Militer Kota Padang lalu berangkat ke Jakarta untuk sekolah di Perguruan Tinggi Hukum Militer (PTHM). Setelah Menyelesaikan sekolah, beliau memilih pulang kampung untuk menjabat sebagai Bupati Pesisir Selatan pada tahun 1966, meski saat itu banyak pilihan lain yang dapat beliau ambil untuk meningkatkan karirnya.

Zaini Zen adalah anak ketiga dari dr. Mohammad Zen yang juga menjadi orang penting di Pesisir Selatan kala itu, sehingga menyematkan nama beliau sampai sekarang menjadi nama Rumah Sakit Umum Daerah Pesisir Selatan, sedangkan nama Zaini Zen disematkan sebagai nama Gelanggang Olahraga Zaini Zen di Pancuran Boga. Penyematan nama tersebut adalah bentuk penghargaan perjuangan beliau kepada Pesisir Selatan, walau mungkin pada saat ini banyak orang yang tidak mengetahui perjuangan beliau di masa lampau. Mungkin hanya mengenal nama saja. Setidaknya pemerintah daerah sudah melakukan sesuatu hal yang bagus dengan penyematan nama mereka; nama jalan, nama gedung dan tempat.

Itulah sedikit histori Masjid Pahlawan yang berada di Lumpo, Pesisir Selatan. Saya yakin masih banyak lagi cerita dibalik penamaan nama Masjid Pahlawan tersebut, karena masa itu banyak orang-orang yang berjuang. Lumpo hanya salah satu saksi sejarah yang masih bisa dilacak secara mudah oleh banyak orang, keluarga Zaini Zen pun mengakui keterikan kuat keluarga mereka dengan Nagari Lumpo. Data-data di atas adalah sebuah kerelaan Mencius Zen sebagai anak untuk berbagi informasi tentang sejarah sang ayah, Zaini Zen.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Cakap Film: Drishyam 3: Daya Magis dan Aktor Flamboyan | Arif P. Putra - 26 Juni 2026
  • Cakap Film – KARA: Karakteristik Film Tamil dan Isu Terdekat Mereka - 2 Juni 2026
  • The Bluff: Priyanka Chopra dan Peran Keterasingannya dalam Cerita, Dendam dan Pembalasan Masa Lalu - 27 Maret 2026

Related Posts

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Oleh Redaksi Marewai
14 Juni 2026

Padang, 14 Juni 2026 — Rangkaian Kumpul IV telah berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Medan. Tiga kegiatan utama...

Next Post

Pejudi Mujur

Puisi-puisi Yori Kayama

Puisi-puisi Yori Kayama

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In