• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Kembangkan Kampung Wisata Kelurahan Pasar Belakang, Perkumpulan HIDORA melakukan FoodTesting di Salah Satu Rumah Warga

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
5 Juli 2021
in Budaya
1.2k 92
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan


Pernyataan-pernyataan:


Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sibolga-Tapanuli Tengah, H. Abdul Rahman Sibuea:
Kota Sibolga sedang giat-giatnya membangun ekonomi kreatif melalui pariwisata. Pasar Belakang merupakan salah satu sumber kuliner khas pesisir Kota Sibolga. Sebagai contoh, di bulan puasa berbagai usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Pasar Belakang biasanya menjadi penyedia utama jajanan dan takjil di Kota Sibolga. Maka dari itu, KADIN mendorong Pemerintah Kota Sibolga untuk mengangkat kuliner lokal menjadi potensi wisata, khususnya di Kelurahan Pasar Belakang. Hal ini tentunya membutuhkan pelatihan dan pendampingan masyarakat, agar tercipta sumber daya manusia yang baik dalam pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat lokal. KADIN pada periode yang akan datang, salah satu programnya sebagai bapak asuh atau bapak pendamping bagi pengembangan dan kemajuan UMKM di daerah.

Lurah Pasar Belakang, Herlinda Tanjung, S.AP., MM. menyampaikan:
Kelurahan Pasar Belakang masih melestarikan kuliner lokal khas Kota Sibolga. Bumbu yang dipakai untuk masakan khas ini berupa bumbu racikan yang resepnya didapatkan secara turun-menurun dari nenek moyang. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, Kelurahan Pasar Belakang sangat potensial dikembangkan sebagai ikon pariwisata Sibolga di tingkat nasional, karena memiliki potensi sumber daya alam yang baik serta kuliner khas. Namun, untuk itu perlu adanya pendampingan bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi kebutuhan pengelolaan kegiatan pariwisata. Dengan adanya program pengembangan pariwisata di Kelurahan Pasar Belakang ini, diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Sibolga, khususnya bagi warga di Kelurahan Pasar Belakang.

Ketua Perkumpulan HIDORA, Tri Andri Marjanto:
Kota Sibolga kaya akan produk-produk wisata dengan berbasiskan kebudayaan, baik itu berupa produk kuliner, adat, tradisi, maupun kesenian tari dan musik, ditambah dengan keindahan alam yang masih natural yang terdiri dari perbukitan hingga laut dan pulau-pulau kecil yang tidak kalah indahnya dari daerah-daerah lainnya di Sumatera Utara. Melalui konsep pariwisata yang terintegrasi, yang memiliki tujuan untuk melestarikan alam dan lingkungan hidup, mengkonservasi budaya, serta meningkatkan kualiltas dan kapabilitas sumber daya manusia, itulah visi besar yang nantinya akan menjadi daya saing pariwisata Kota Sibolga. Tentu itu semua membutuhkan koneksi, kolaborasi, sinergi, dan integrasi dengan berbagai pihak yaitu Pemerintah Republik Indonesia (kementerian dan BUMN), pemerintah daerah provinsi, program yang tepat sasaran dari Pemerintah Kota Sibolga, dukungan dari akademisi dan stakeholders terkait.

Wakil ketua Perkumpulan HIDORA, Bachtiar Djanan Machmoed:
Pariwisata yang ada di Kota Sibolga harus berangkat dari budaya. Berdasarkan Exit Survey yang dilakukan Pemerintah RI kepada wisatawan mancanegara yang akan meninggalkan Indonesia setelah berwisata di nusantara, didapatkan data bahwa alasan wisatawan datang ke Indonesia adalah 60% karena budaya, 35% karena alam, dan 5% karena man made (buatan).Sebenarnya desa dan kelurahan adalah source/sumber utama dari kekayaan budaya yang ada negeri ini. Tapi, sebenarnya wisata desa atau wisata kampung bukanlah tujuan utama, hanya sebagai media atau alat. Tujuan program pengembangan wisata desa/kampung adalah untuk melestarikan budaya, melestarikan alam dan lingkungan hidup, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: BudayaPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Maret 2026

Ekosistem teater di Sumatera Barat, khususnya pada Maret 2025 ini, tampak seperti panggung yang lampunya padam sebelum pertunjukan dimulai....

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Oleh Redaksi Marewai
23 Februari 2026

Memasuki bulan Rajab, dapur-dapur rumah mulai dipenuhi aroma rempah, kunda pun siap dihidangkan. Sementara lantunan kalimat-kalimat Allah terdengar dari...

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Oleh Redaksi Marewai
15 Februari 2026

Sebanyak 61 siswa Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) menggelar karya hasil pembelajaran Semester II (September–Desember 2025)...

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Oleh Redaksi Marewai
5 Februari 2026

Dua bulan setelah banjir bandang dan galodo melanda 16 kabupaten kota di Sumatera Barat, Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar...

Next Post
Punago Rimbun: Kaba Tareh Sultan Muhammadsyah, Sultan Gegar Alamsyah Ushali Kerajaan Indrapura Yang  Disebut “Arung Masuba”

Punago Rimbun: Kaba Tareh Sultan Muhammadsyah, Sultan Gegar Alamsyah Ushali Kerajaan Indrapura Yang Disebut “Arung Masuba”

Puisi-puisi J. Akid Lampacak |  Aforisme

Puisi-puisi J. Akid Lampacak | Aforisme

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In