• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Kembangkan Kampung Wisata Kelurahan Pasar Belakang, Perkumpulan HIDORA melakukan FoodTesting di Salah Satu Rumah Warga

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
5 Juli 2021
in Budaya
1.2k 92
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Sibolga, Marewai– Kembangkan Kampung Wisata Kelurahan Pasar Belakang, Perkumpulan HIDORA melakukan FoodTesting di Salah Satu Rumah Warga
Demi mewujudkan Kelurahan Pasar Belakang menjadi percontohan kampung wisata di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (01/07/2021), Perkumpulan Hiduplah Indonesia Raya (HIDORA), melakukan food testing kuliner khas masyarakat Kota Sibolga yang akan dikembangkan sebagai salah satu potensi pariwisata andalan di Kota Sibolga. Keunikan kuliner di Kota Sibolga tidak akan dijumpai di kota-kota atau kabupaten lainnya karena kuliner masyarakat Sibolga merupakan perpaduan makanan khas dari berbagai suku di Kota Sibolga yaitu Batak Toba, Mandailing, Minang, Pesisir, Bugis, dan Jawa serta pengaruh dari India. Kegiatan tersebut sejalan dengan program Walikota Sibolga, H. Jamaluddin Pohan, untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kota Sibolga dengan tujuan sebagai pembangkit ekonomi daerah, serta bagi pemerintah menjadi sumber baru peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan meningkatkan ekonomi kesejahteraan masyarakat Kota Sibolga dengan memajukan mengembangkan produk-produk unggulan UMKM bahkan juga menjadi sumber pendapatan devisa bagi negara.


Kegiatan food testing di rumah warga Kelurahan Pasar Belakang ini menghadirkan kuliner khas Sibolga, antara lain Panggang Geleng, Palai Bada, Ikan Marang, Bika Bakar, Gulai Hiu, serabi, dan durian lumut, yang diolah dan disajikan oleh warga setempat. Kegiatan food testing ini juga dihadiri oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sibolga-Tapanuli Tengah, H. Abdul Rahman Sibuea, dan Lurah Pasar Belakang, Herlinda Tanjung, S.AP.,MM, bersama Kepala Lingkungan Kelurahan Pasar Belakang. Setelah kegiatan food testing, acara dilanjutkan dengan pengambilan video testimoni kepada Ketua KADIN dan Lurah Pasar Belakang yang berisi tentang kesan seolah yang hadir pada kegiatan food testing sebagai tamu wisata dan harapan untuk kampung wisata Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga.


Kampung Wisata
Kampung wisata yang akan dikembangkan di Kelurahan Pasar Belakang merupakan bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan amenitas, yang dikelola oleh masyarakat, atau yang dikenal dengan sebutan community based tourism. Pengunjungakan beraktivitas wisata dengandaya tarik wisata berupa berbagai potensi alam dan budaya setempat, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan kehidupan keseharian masyarakat lokal Kelurahan Pasar Belakang.


Pengembangan kampung wisata di Kelurahan Pasar Belakang merupakan upaya penting sebagai salah satu solusi terhadap beragam permasalahan yang ada di masyarakat, yang meliputi masalah lingkungan hidup, dan problem sosial-budaya serta ekonomi masyarakat. Untuk merencanakan pengembangan pariwisata di Kelurahan Pasar Belakang, Walikota Sibolga menggandeng Perkumpulan Hiduplah Indonesia Raya (HIDORA), konsultan pariwisata dari Banyuwangi, Jawa Timur, yang telah banyak mengembangkan model pariwisata berbasis masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.


Dalam berbagai program pengembangan pariwisata daerah,baik di Kota Sibolga maupun di kota atau kabupaten lainnya di Sumatera Utara, Perkumpulan HIDORA bekerjasama dan bersinergi dengan Komite Kerja Optimalisasi Pembangunan dan Pengembangan Wilayah Desa/Kelurahan Sumatera Utara, sebuah kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Provinsi Sumatera Utara, APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) Wilayah Sumatera Utara, dan Komite Advokasi Daerah (KAD) Anti Korupsi Sumatera Utara.


Gambaran konsep yang diusung di kampung wisata Pasar Belakang adalah pengembangan area jalan jalur akses warga berupa jembatan yang berada di atas air, termasuk Jembatan Lingkar Serasih (Jembatan Kuning), sebagai jalur wisata. Selain itu akan dikembangkan pula berbagai atraksi wisata dan aneka wisata kuliner khas pesisir Sibolga, yang akan dikelola oleh warga Kelurahan Pasar Belakang.


Makan Bajanang
Proses food testing yang dilakukan Perkumpulan HIDORA di rumah Ajo Koto, warga Kelurahan Pasar Belakang, merupakan bentuk simulasi dari tradisi makan bajanang, yaitu sebuah upacara makan bersama yang biasa dilakukan di acara-acara besar pada budaya adat pesisir, misalnya pada acara pernikahan. Janang adalah sebutan bagi penyaji makanan pada budaya adat pesisir Sibolga.


Pada prosesi makan bajanang, Janang akan menghidang makanan secara bertahap, mulai dari minuman, nasi, gulai, lauk, makanan pencuci mulut, dan diakhiri dengan sajian nasi tambah. Janang akan memulai menyajikan makanan kepada orang yang paling dihormati atau yang paling tinggi pangkatnya, dan dianggap mewakili raja, baru kemudian menyuguhkan sajian kepada tamu-tamu yang lain. Filosofinya di masa lampau, makan bajanang merupakan prosesi makan bersama raja-raja Sibolga. Budaya makan bajanang ini juga dapat dikembangkan sebagai potensi atraksi wisata kuliner,berikut tradisinya, yang menjadi keunikan dan ke-khas-an di kampung wisata Pasar Belakang.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Page 1 of 3
123Next
Tags: BudayaPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

Oleh Dewang Kara Sutowano
9 Januari 2026

Sebuah Cerita Panjang yang Sengaja Dicerai-Berai Namanya Bukit Atar, terletak tak jauh dari Batang Sinamar. Dari bukit itu terlihat...

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

Oleh Redaksi Marewai
24 Desember 2025

Ia duduk seharian di salon kecantikan. Melancong ke negeri-negeri jauh di balik cermin. Menyusuri langit putih biru jingga dan...

Next Post
Punago Rimbun: Kaba Tareh Sultan Muhammadsyah, Sultan Gegar Alamsyah Ushali Kerajaan Indrapura Yang  Disebut “Arung Masuba”

Punago Rimbun: Kaba Tareh Sultan Muhammadsyah, Sultan Gegar Alamsyah Ushali Kerajaan Indrapura Yang Disebut “Arung Masuba”

Puisi-puisi J. Akid Lampacak |  Aforisme

Puisi-puisi J. Akid Lampacak | Aforisme

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In