Dari nasehat Indrajati Datuk Cati Bilang Pandai, Puti Indrajuita kembali membaik. Sudah periang penyuka hati, kembali untuk mengasuh anak, kok rusuh dia menghibur, kok menangis dia menghentikan. Maka tidak lama diantaranya, dijodohkanlah oleh Datuk Suri Diraja, Puti Indarajuita dengan Indrajati, maka senanglah hati orang Pariangan Padangpanjang.
Adapun Indrajati yang dipanggil Datuk Cati Bilang Pandai lahir di Malayu Kampung Dalam. Ibunya adik dari Tiang Panjang. Ayahnya adalah Raja Indrapura. Ia dikenal cerdas dan berkelana pada banyak negeri di pulau Perca. Ia lama di Indrapura dan lama pula di Bunga Setangkai, tempat kedudukan Datuk Sri Maharaja Diraja sebelum pindah ke Pasumayam Kota Batu, yang digunakan sebagai kedudukan raja di samping Pariangan.
Di Bunga Setangkai ia berhubungan dengan Puti Indojuita. Tetapi karena ia mendapat firasat bahwa puteri itu akan lepas di tangannya dan akan menikah dengan seorang raja besar, maka Datuk Cati Bilang Pandai meninggalkan Bunga Setangkai. Maka Indojati atau Datuk Cati Bilang Pandai merantau ke Siak, Indragiri, Tanah Alang, Kadarah, Patani, kemudian ke Jambi, Ulak Tanah Hiang dan ke Bukit Siguntang Guntang. Di sini dia kenal dengan Sri Maharaja Diraja yang mengangkat sebagai pembantu utama baginda karena kecerdasan otaknya.
Nikah Puti Indrajuita
Dan Hyang Indrajati Jodohnya
Tuan Cati Panggilannya
Urang yang arif dan bijaksana
Setelah mereka berdua menikah, senang hati orang Pariangan, senang hati orang Padangpanjang, senang hati orang Luhak Nan Tigo, senanglah hati orang Rantau Nan Duo. Maka tidak beberapa lama berdirilah kebesaran raja-raja. Naik nobat Puto Paduka Besar, Bergelar Sultan Maharaja Besar yang dikenal Sultan Malikul Akbar, Raja Negeri Pariangan, Raja Negeri Padangpanjang yang sekitar Gunung Marapi, yang Sehiliran Batang Bangkaweh termasuk Luhak Nan Tigo, Rantau Nan Duo. Karena dia masih kecil, jabatan raja dipegang berdua bersama saudara bundanya Datuk Suri Dirajo dan didampingi oleh Datuk Cati Bilang Pandai. Adapun orang yang menegakkan kebesaran raja-raja helat kenduri besar masa itu, berkenduri selama sembilan bulan, rami cikak dan kucindan, rami dengan segala bunyi-bunyian orang bersilat dan memancak, serta dengan tari-tarian.
Sumber: Tambo Bongka nan Piawai Salinan Emral Djamal Datuk Rajo Mudo & Buku Kitab Salasilah Raja-raja di Minangkabu Emral Djamal Datuk Rajo Mudo Dkk.
- Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana - 3 September 2025
- Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2 - 2 Oktober 2024
- Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung - 26 September 2024






Discussion about this post