• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Kembalinya  Dt. Perpatih Nan Sebatang Menemui Dt. Katumanggungan dalam Sejarah Tambo Bongka Nan Piawai: Zera Permana

Zera Permana Oleh Zera Permana
21 Januari 2024
in Punago Rimbun
1.6k 17
0
Home Punago Rimbun
BagikanBagikanBagikanBagikan

Seri Punago Rimbun

Puto Balun bergelar Datuk Perpatih Nan Sebatang  adalah anak pertama dari pernikahan Puti Reno Indojuito/Puti Indrajuita dengan Datuk Cati Bilang Pandai, dan mempunyai beberapa orang adik yaitu: Puti Reno Sudah, Cumatang Sikalap Dunie, Puti Reno Sudi, Puti Reno Mandi, Puti Reno Jalito. Adapun Puto Balun Bergelar Datuk Parpatih Nan Sabatang jika Si Buyung Puto Cumatang Datuk Sri Maharaja Nan Barnego-Nego terbilang. Ia mewarisi kecerdasan dan pengembaraan dari ayahnya, banyak melihat ketimpangan dari hukum dan undang-undang yang masih berlaku di Kerajaan Gunung Marapi atau Kerajaan Pariangan. Ia banyak mendengar bagaimana pelaksanaannya dari Tuanku Raja Tua, yakni Raja Tiku Pariaman: kerajaan yang berada dalam lingkungan rantau Kerajaan Pariangan. Datuk Perpatih Nan Sebatang yang telah pergi mengembara ke negeri lain ingin melihat Kerajaan Pariangan atau kerajaan pulau Perca juga tersusun seperti kerajaan di negeri lain itu.

Di kerajaan Gunung Marapi dipimpin Sultan Maharaja Basar yang berlaku adalah Undang-Undang Tarik Balas, yakni siapa yang membunuh harus dibunuh pula. Dilukai badan, maka badan yang melukai harus dilukai pula. Berlaku ketentuan, siapa berhutang itu membayar, siapa menikam dibayar tikam, siapa menampar dibayar tampar. Sedangkan hidup bermasyarakat belumlah tersusun rapi. Setiap lelaki belum ada ketentuan dengan pihak-pihak mana saja dia boleh menikahi perempuan. Namun kita tinjau dulu Siapa Datuk Maharaja Besar yang ada di Alam Minangkabau yang bergelar Datuk Katumanggungan.

Datuk Katumanggungan

Datuk Katumanggungan, Koto Piliang nama kelarasan, itulah Raja Dipartuan, biang tabuak ke Partuanan adalah Datuk Maharaja Basar yang bernama kecil Puto Basa. Ia adalah putra dari Sri Maharaja Diraja dengan Puti Indrajuita. Ketika Puto Panduka Besar masih kecil  ayahnya jatuh sakit, hingga sakitnya tidak bisa diobati, susah dan rusuh hati Puti Indrajuita, dan cemas pula Datuk Suri diraja. Setelah dicarikan obat dipanggail segala dukun, namun usah obat yang membawa sembuh sakit bertambah melarat juga. Maka ajal sudah bilangan sampai berpulang Sri Maharaja Diraja berpulang keramatullah.

Berpulang Raja Sangsita
Anak yang kecil menjadi raja
Puto Panduka Besar namanya
Sri Maharaja Besar gelarnya

Disini remuk hati Puti Indrajuieta, dikarenakan anak kecil ditinggalkan, si buyung tidak lagi berbapak, nenek pergi bapak pun pergi. Kemanalah anak kandung untuk mengadu. Maka menangis Puti Indrajuita, menangis berurai air mata berkata beandai andai hingga melulung meraung-raung panjang, tangisnya menghilir ibaratkan anak sungai. Dengan mengucapkan kata-kata, “sakit kepada siapa mintak obat, rusuh pada siapa hendak mengadu, tipak kepada anak kandung”. Melihat tingkah Puti Indrajuita membuat rusuh hati Datuk Suri Diraja, membuat orang yang banyak mejadi cemas karena dia ditenangkan tidak mau, dibujuk tidak mau dibujuk, putuslah habis pembicaraan.

Maka berumbuk seluruh cerdik pandai, berkumpul orang-orang besar untuk mencari jalan keluar melihat kondisi Puti Indrajuita, untuk mencarikan suami untuknya supaya anak yang kecil bisa mamanggil bapak. Namun keputusan itu berpulang kepada Datuk Suri Diraja yang seorang Pemangku Raja dan mamak akan Puto Basa. Namun pertumbuah Puto Basa sudah bertambah besar dan pandai berlari-lari. Namun Puti Indrajuita tetap berkata berbuah-buah, berandai andai “ooi anak kandung sibirang tulang, untung bak macam iko anak kandung, untung malang yang menimpa, kamu kecil ditinggalkan bapak, kok nyampang anak besar mau bertanya siapa bapak kandung bunda tidak dapat menunjukan”.

Melihat situasi dan kondisi Puti Indrajuita, maka keputuskan Datuk Suri Diraja, keputusan dari saran-saran yang diberikan oleh para cerdik pandai dan orang-orang besar.  Memutuskan untuk menemui Sibuyuang Indrajati yang bergelar Datuk Dingalau, lalu menerangkan dan membentangkan peristiwa yang menimpa Puti Indrajuita untuk membujuk serta menasehati Putri Indrajuita. Maka oleh Sibuyung Indrajati bergelar Datuk Dingalau biasa dipanggil Datuk Cati Bilang Pandai, ditemui Puti Indrajuita dan dinasehati dengan kata-kata “duhai Raja Putri Indrajuita, kamu tidak boleh lemah dan tak boleh menentang takdir yang ditetapkan Tuhan, karena semuanya itu kuasa bagi Tuhan, kita hanya menerima. Kamu harus kuat sebagai  Puti Pariangan, untuk mendidik dan membesarkan anakmu Puto Paduka Besar”.

  • About
  • Latest Posts
Zera Permana
ikuti saya
Zera Permana
Redaksi Marewai at Media
Zera Permana
Salimbado Buah Tarok (Anggota Pusat Kajian Tradisi Salimbado Buah Tarok). Sekarang bekerja fokus di Serikat Budaya Marewai. Berasal Dari Nagari Sungai Pinang, Koto XI Tarusan Pesisir Selatan. Pengelola dan Penulis Tetap Rubrik "Punago Rimbun". Zera merupakan arsiparis muda manuskrip-manuskrip Minangkabau, selain fokus mengarsipkan manuskrip, Zera juga aktif berkegiatan dalam Alih Aksara dan Alih Bahasa. Salah satu manuskrip yang sudah terbit, "Kitab Salasilah Rajo-Rajo Minangkabau".
Zera Permana
ikuti saya
Latest posts by Zera Permana (see all)
  • Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana - 3 September 2025
  • Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2 - 2 Oktober 2024
  • Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung - 26 September 2024
Page 1 of 2
12Next
Tags: Berita seni dan budayaBudayaCerpenMarewaiPelesiranpuisiPunago RimbunSastra

Related Posts

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Burek Tunggang Ka Karajaan Indopuro Lunang Bapucuak Bulek Di Minangkabau Pagaruyuang Bajulai si aka jambai, di Tepian Sungai Muara...

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Seri Punago RimbunSejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan (Bagian 2) Maka...

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Oleh Zera Permana
26 September 2024

Suatu waktu terjadi peristiwa di Alam Surambi Sungai Pagu, tiga orang pembesar; Raja Kampai Tuangku Bagindo, Raja Panai Tuangku...

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Oleh Zera Permana
21 September 2024

Sumatra yang lebih dikenal dalam bahasa tradisi Pulau Perca, ujungnya Negeri Aceh pangkal hingga Lampung. Orang yang mendiami Pulau...

Next Post
Mahasiswa KKN Universitas Andalas Mengajarkan Pembuatan UMB Kepada Peternak

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Mengajarkan Pembuatan UMB Kepada Peternak

Trailer “SIA?” Komunitas Serikat Budaya Marewai: Berangkat dari Sejarah Pandeka, Marewai N’Co Produksi Film Fiksi

Trailer "SIA?" Komunitas Serikat Budaya Marewai: Berangkat dari Sejarah Pandeka, Marewai N'Co Produksi Film Fiksi

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In