• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Jaringan Teater Riau Gelar Diskusi Film Sineas Sumbar

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
11 Juni 2024
in Berita Seni Budaya
1.1k 11
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pekanbaru (10/6) bertempat di Natura Coffe Panam sekitar empat puluhan anak-anak muda duduk serius menyaksikan layar mini yang disinari oleh infocus dan menayangkan dua film. Film tersebut merupakan film asal Sumatra Barat yang digarap oleh Marewai Production. Rori Aroka yang merupakan sutradara film pendek “Sia” turut hadir dalam kegiatan bincang karya dan nonton bareng malam itu.

Jaringan Teater Riau bersama beberapa komunitas seperti UKM Batra, Komunitas Jejak Langkah, Teater Lorong, SS 412, Bahuwarna dan sineas muda pekanbaru turut hadir dalam gelaran sederhana tersebut. Gelaran ini juga dimeriahkan oleh pembacaan puisi oleh Ahmadi Satria (Kepsek Mts Tahfidz Cendikia), Husin (Dosen UIR) dan Farah (SS 412).

Film Sia bercerita tentang seorang pria bernama Leman, Murid kesayangan guru silat karena kemahirannya dalam ilmu beladiri. Ia juga rela mengembara untuk menamatkan kaji-nya ke pelosok negeri. Alih-alih mencari ujung dari kaji silat, akhirnya membuat ia menjadi buronan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Pertemuan seorang intel pribumi dengan sosok Leman yang dikenal dengan julukan “pendekar mata merah” masa dulunya di sebuah kampung tersuruk bernama Langgai, memberi sadar kepada Leman dan Intel tentang pentingnya berilmu kepada akal. Pikiran lurus dan kebenaran yang hakiki adalah kaji terakhir dari sebuah silat di tanah minangkabau.

Lain lagi dengan film kedua “Tenju Langgai” yang mendapat hibah dari BPK bercerita tentang keahlian silek menggunakan tenaga batin, sampai saat ini masih disimpan oleh kalangan pandeka; terutama pada pesilat-pesilat tua. Silek di Minangkabau adalah kombinasi dari ilmu beladiri lokal, yang datang dari luar dan ajaran Islam sebagai intinya. Artinya, langkah silek (langkah tigo misalnya), di Minangkabau adalah sesuatu yang khas yang merupakan karya inovatif mereka. Jika hanya melihat sekilas tentu bisa dipandang bahwa langkah silek Minangkabau sederhana saja, namun di balik langkah sederhana itu, terkandung kecerdasan yang tinggi dari para penggagasnya (tuo silek).

Tenju Langgai bagai pisau tajam; setipis angin secepat kilat. Bila dilihat sekilas, jurus ini nampak tidak spesial. Sederhana dan tapi sulitditebak. Dalam silek Langgai, jurus ini tergolong gerakan mematikan; serangan langsung ke hulu hati. Tinju dikepal, pada bagian telunjuk agak menonjol dan sesaat dibuka layaknya memiuh/pelintir ketika mendarat di bagian hulu hati. Dalam pameonya Silek Langgai juga diungkapkan “kanai tiok manggarik”. Pandeka silek Langgai boleh saja belajar Silek bertahun-tahun, tapi jurus ini diwarisi hanya kepada orang terpilih. Namun semua pandeka boleh mempelajarinya.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk bioskop mini serta menjadi event bulanan untuk memutar film-film lokal yang menjadi basis riset kebudayaan. Adapun mahasiswa yang hadir malam itu memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar proses kreatif serta skema riset dari dalam film dokumenter. Rian Harahap sebagai inisiator bincang film ini juga menambahkan bahwa anak-anak muda sekarang apalagi gen z sudah terbiasa dengan dunia produksi film namun bagaimana caranya agar film tentang kearifan lokal tetap hadir di tengah gempuran industri tema nasional.


https://youtube.com/@marewaitv?si=aAHLgxvc_e2SphBt

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaPelesiranSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Oleh Redaksi Marewai
17 Desember 2025

Padang, Marewai — 17 Desember 2025. Jejak Aksara resmi merilis single terbaru berjudul “Terus Berlanjut”, salah satu lagu dari...

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Oleh Rori Aroka
10 Desember 2025

Padang, Marewai.com — Festival Akhir Tahun Steva 2025 resmi bergulir di Kota Padang dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada...

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Oleh Redaksi Marewai
25 November 2025

Pasaman - marewai.com, Pasaman merupakan wilayah yang tidak hanya kaya akan tradisi dan adat istiadat, tetapi juga menyimpan jejak...

Next Post
MAEK: Misteri Peradaban Menhir dan Pengetahuan Astronomi di Kaki Bukit Barisan | Penulis: Sultan Kurnia AB (Mahasiswa Doktoral Kajian Budaya, Hiroshima University, Jepang)

MAEK: Misteri Peradaban Menhir dan Pengetahuan Astronomi di Kaki Bukit Barisan | Penulis: Sultan Kurnia AB (Mahasiswa Doktoral Kajian Budaya, Hiroshima University, Jepang)

Musim Paceklik Sejarah: Melihat Peradaban dari Geladak Kapal | Arif Purnama Putra

Musim Paceklik Sejarah: Melihat Peradaban dari Geladak Kapal | Arif Purnama Putra

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In