• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Daya Tahan Material & Hal yang Tak Boleh Luput Dibicarakan | Jemi Batin Tikal

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
7 Desember 2023
in Berita Seni Budaya
1.2k 49
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Kenapa kertas tidak bisa dijadikan karya tunggal & hanya dijadikan media saja?
Pertanyaan itulah yang mendasari Widi Pangestu Sugiono mulai mengulik material, tekstur, dan merek kertas. Ia menitikberatkan fokus pada soalan paper making yang bisa memberinya tantangan pada wilayah ekplorasi. Material kertas selulosa atau cotton ia gunakan, yang kemudian dijadikan bubur kertas, lalu dicampur dengan bahan serat alam, semisal Abaka atau Mullberry.

Widi mencoba senatural mungkin memproses material untuk berkarya, tetapi bahan kimia yang umum digunakan dalam industri kertas seperti soda abu/baking soda digunakan untuk menurunkan kadar acid pada material serat. Sedangkan penggunaaan Kalsium Karbonat digunakan untuk pengaturan pH dan tambahan perekat pada proses akhir. Paper making sejatinya bisa dilihat secara holistik, misalnya dari sisi isu lingkungan maupun sustainable material.

Salah satu karyanya yang dipamerkan bertajuk “Surface Imperfection”, merupakan upaya mendapatkan perbedaan kedalaman, tinggi atau struktur yang tidak diinginkan pada permukaan sekitar dengan perlakuan menggores, mengukir dan merobek bagian tertentu. Sifat kedataran atau flatness pada kertas dan bidang dua dimensi cenderung mewakili bentuk kesempurnaan, sebaliknya permukaan karya yang diperlakukan dengan cara-cara tadi bertujuan untuk mendapatkan permukaan yang tidak sempurna, untuk mengganggu sifat kertas itu sendiri.

Karya-karya Widi hendak menonjolkan eksperimentasi karakter kertas, komposisi tekstur, visual yang abstrak, sekaligus mencoba memadu-padankan bentuk alam dan industri, sehingga memunculkan kesan minimalis dengan gagasan yang saling bertautan. Dari material yang digunakan dan konsep yang diusung tiap karya, “The Un-Brittle” bisa merupakan representasi dari diri seniman, keadaan psikologis yang rapuh dari dalam, tetapi tetap menampakkan kekuatan jika dilihat dari luar. Alam pun sebagai penyedia material melimpah terus-terusan dieksploitasi dan telah menunjukkan kerapuhan di satu sisi, sedang di sisi lain masih bertahan memulihkan dirinya.
Seniman mengeksplorasi dan bereksperimen lewat material yang digunakan, melalui kerja-kerja riset yang bersinggungan dengan sains, bertujuan untuk menghadirkan kemungkinan-kemungkinan lain dari karya.

Lebih jauh, material dapat dilihat sebagai representasi dunia batin seniman yang diwujudkan dalam bentuk visual maupun perlakuan terhadap material, memberikan pemaknaan lebih mendalam akan suatu kondisi, pemaknaan terhadap alur historis, terhadap alam, atau ruang publik yang ditempati sekaligus dihidupi secara kolektif, atau ruang yang sangat personal pikiran-perasaan seniman.

Catatan: Dokumentasi Foto oleh Omah Budoyo


Tentang Penulis
Jemi Batin Tikal, kumpulan puisi Yang Tidak Mereka Bicarakan Ketika Mereka Berbicara Tentang Cinta adalah buku puisi pertamanya. Penulis bisa dihubungi via media sosial Instagram/Facebook: @jemibatintikal & surel [email protected]


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Page 2 of 2
Prev12
Tags: BudayaCaritoMarewaiSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Oleh Redaksi Marewai
17 Desember 2025

Padang, Marewai — 17 Desember 2025. Jejak Aksara resmi merilis single terbaru berjudul “Terus Berlanjut”, salah satu lagu dari...

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Oleh Rori Aroka
10 Desember 2025

Padang, Marewai.com — Festival Akhir Tahun Steva 2025 resmi bergulir di Kota Padang dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada...

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Oleh Redaksi Marewai
25 November 2025

Pasaman - marewai.com, Pasaman merupakan wilayah yang tidak hanya kaya akan tradisi dan adat istiadat, tetapi juga menyimpan jejak...

Next Post
Cerpen Dicky Lim | Guna-Guna

Cerpen Dicky Lim | Guna-Guna

Sedikit Kurang, Banyak Berlebih: Catatan-catatan yang Kerap Terlupakan dalam Proses Berkarya – Marewai’N Co

Sedikit Kurang, Banyak Berlebih: Catatan-catatan yang Kerap Terlupakan dalam Proses Berkarya - Marewai'N Co

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In