• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Senin, Agustus 3, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Cerpen Achmad Fahad | Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
15 Januari 2023
in Sastra, Cerpen
2.3k 174
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pagi ini Amir terlihat begitu bersemangat untuk berangkat ke sekolah, ditambah lagi dengan raut wajah yang selalu memancarkan senyuman manis khas anak muda yang tengah berbahagia. Sebelum berangkat ke sekolah, Amir terlebih dahulu menyantap hidangan yang telah disiapkan oleh ibunya di meja makan. Dengan lahap Amir segera menghabiskan hidangan yang terdiri dari nasi, sayur, serta ikan ayam goreng dan sambal, lalu meminum teh hangat sebagai penutup menu sarapan paginya. Setelah selesai sarapan, Amir bergegas menghampiri ibunya yang saat itu sedang berada di dapur untuk meminta ijin sebelum berangkat ke sekolah. Amir mencium tangan kanan ibunya kemudian mengucapkan salam, lalu segera berangkat ke sekolah. Ibunya hanya bisa memandang Amir berangkat ke sekolah dengan seulas senyum tipis yang menghiasi wajahnya. Ibunya merasakan ada sesuatu yang telah membuat anak kesayangannya berubah lebih rajin belajar, lebih bersemangat untuk pergi ke sekolah akhir-akhir ini.

Saat ini Amir sedang duduk di bangku kelas tiga SMA. Ini adalah tahun perjuangan bagi seluruh siswa kelas tiga, karena tidak lama lagi akan menghadapi Ujian Akhir Nasional. Amir seolah tidak ambil pusing dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan ujian akhir. Karena saat ini pikiran dan hati Amir tengah terbuai oleh sebuah perasaan yang telah membuat hidupnya berubah, yang pada gilirannya membuatnya lebih bersemangat untuk datang ke sekolah. Tidak terkecuali pagi ini, Amir begitu bersemangat untuk segera sampai di sekolah dan yang lebih penting supaya dapat bertemu dengan teman satu kelasnya yang telah merubah hidupnya akhir-akhir ini. Setelah sampai di sekolah, Amir segera memarkir motornya di tempat parkir, lalu berjalan santai seolah tanpa beban menuju ke ruang kelas yang berada di lantai dua.

Ketika berjalan di halaman sekolah yang nampak bersih dan asri itulah tanpa sengaja pandangan mata Amir melihat seorang wanita cantik dengan kulit seputih kapas sedang berjalan anggun ke arahnya. Seketika Amir hanya bisa berdiri diam seolah seluruh energi dalam tubuhnya terhisap masuk ke dalam tanah, pandangan mata Amir seolah tak bisa lepas dari pesona cantik wanita yang telah membuat hatinya berbunga-bunga selama ini. Ketika jarak Amir dengan wanita cantik itu semakin dekat, tanpa diduga tatapan mata Amir bertemu dengan tatapan mata si wanita cantik. Tidak ada kata yang terucap, hanya sebuah senyum ramah dan anggukan sopan. Tetapi bagi Amir, kejadian kecil yang baru saja terjadi telah membuat jiwanya meleleh bagaikan lilin yang terbakar oleh api cinta.

Ketika berada di dalam kelas, Amir seolah tidak bisa fokus dengan mata pelajaran yang sedang disampaikan oleh seorang guru. Pikiran dan hati Amir selalu tertuju kepada wanita cantik yang duduk di sebelah kanan Amir. Hingga terdengarlah sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada Amir yang saat itu terlihat sedang melamun.

“Amir, tolong engkau jelaskan kembali materi yang baru saja disampaikan?” tanya Pak Samsul dari depan ruang kelas.
Amir yang seakan baru tersadar dari lamunan indahnya terlihat bingung dan tanpa pikir panjang langsung menjawab.
“Ehm … tadi itu membahas tentang sebuah teori …” Amir tidak tahu harus menjelaskan apa dan akhirnya hanya bisa diam dengan senyum lucu menghiasi wajahnya.
Seketika ruang kelas menjadi riuh dengan suara tawa dari murid-murid lainnya karena tingkah konyol Amir pagi ini. Tidak terkecuali Fatimah juga ikut tertawa denga senyum cantiknya.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Page 1 of 3
123Next
Tags: CerpenMarewaipuisiSastra

Related Posts

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Next Post
“Kritik Seni Musik Nusantara Rapai Bubee oleh Sanggar Labang Donnya dalam Aceh Perkusi 2022” | Intan Rizki Junita Tri Utami, Pascasarjana ISI Padanganjang

“Kritik Seni Musik Nusantara Rapai Bubee oleh Sanggar Labang Donnya dalam Aceh Perkusi 2022” | Intan Rizki Junita Tri Utami, Pascasarjana ISI Padanganjang

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In