• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Cerpen Achmad Fahad | Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
15 Januari 2023
in Sastra, Cerpen
1.4k 103
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pagi ini Amir terlihat begitu bersemangat untuk berangkat ke sekolah, ditambah lagi dengan raut wajah yang selalu memancarkan senyuman manis khas anak muda yang tengah berbahagia. Sebelum berangkat ke sekolah, Amir terlebih dahulu menyantap hidangan yang telah disiapkan oleh ibunya di meja makan. Dengan lahap Amir segera menghabiskan hidangan yang terdiri dari nasi, sayur, serta ikan ayam goreng dan sambal, lalu meminum teh hangat sebagai penutup menu sarapan paginya. Setelah selesai sarapan, Amir bergegas menghampiri ibunya yang saat itu sedang berada di dapur untuk meminta ijin sebelum berangkat ke sekolah. Amir mencium tangan kanan ibunya kemudian mengucapkan salam, lalu segera berangkat ke sekolah. Ibunya hanya bisa memandang Amir berangkat ke sekolah dengan seulas senyum tipis yang menghiasi wajahnya. Ibunya merasakan ada sesuatu yang telah membuat anak kesayangannya berubah lebih rajin belajar, lebih bersemangat untuk pergi ke sekolah akhir-akhir ini.

Saat ini Amir sedang duduk di bangku kelas tiga SMA. Ini adalah tahun perjuangan bagi seluruh siswa kelas tiga, karena tidak lama lagi akan menghadapi Ujian Akhir Nasional. Amir seolah tidak ambil pusing dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan ujian akhir. Karena saat ini pikiran dan hati Amir tengah terbuai oleh sebuah perasaan yang telah membuat hidupnya berubah, yang pada gilirannya membuatnya lebih bersemangat untuk datang ke sekolah. Tidak terkecuali pagi ini, Amir begitu bersemangat untuk segera sampai di sekolah dan yang lebih penting supaya dapat bertemu dengan teman satu kelasnya yang telah merubah hidupnya akhir-akhir ini. Setelah sampai di sekolah, Amir segera memarkir motornya di tempat parkir, lalu berjalan santai seolah tanpa beban menuju ke ruang kelas yang berada di lantai dua.

Ketika berjalan di halaman sekolah yang nampak bersih dan asri itulah tanpa sengaja pandangan mata Amir melihat seorang wanita cantik dengan kulit seputih kapas sedang berjalan anggun ke arahnya. Seketika Amir hanya bisa berdiri diam seolah seluruh energi dalam tubuhnya terhisap masuk ke dalam tanah, pandangan mata Amir seolah tak bisa lepas dari pesona cantik wanita yang telah membuat hatinya berbunga-bunga selama ini. Ketika jarak Amir dengan wanita cantik itu semakin dekat, tanpa diduga tatapan mata Amir bertemu dengan tatapan mata si wanita cantik. Tidak ada kata yang terucap, hanya sebuah senyum ramah dan anggukan sopan. Tetapi bagi Amir, kejadian kecil yang baru saja terjadi telah membuat jiwanya meleleh bagaikan lilin yang terbakar oleh api cinta.

Ketika berada di dalam kelas, Amir seolah tidak bisa fokus dengan mata pelajaran yang sedang disampaikan oleh seorang guru. Pikiran dan hati Amir selalu tertuju kepada wanita cantik yang duduk di sebelah kanan Amir. Hingga terdengarlah sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada Amir yang saat itu terlihat sedang melamun.

“Amir, tolong engkau jelaskan kembali materi yang baru saja disampaikan?” tanya Pak Samsul dari depan ruang kelas.
Amir yang seakan baru tersadar dari lamunan indahnya terlihat bingung dan tanpa pikir panjang langsung menjawab.
“Ehm … tadi itu membahas tentang sebuah teori …” Amir tidak tahu harus menjelaskan apa dan akhirnya hanya bisa diam dengan senyum lucu menghiasi wajahnya.
Seketika ruang kelas menjadi riuh dengan suara tawa dari murid-murid lainnya karena tingkah konyol Amir pagi ini. Tidak terkecuali Fatimah juga ikut tertawa denga senyum cantiknya.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Page 1 of 3
123Next
Tags: CerpenMarewaipuisiSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
“Kritik Seni Musik Nusantara Rapai Bubee oleh Sanggar Labang Donnya dalam Aceh Perkusi 2022” | Intan Rizki Junita Tri Utami, Pascasarjana ISI Padanganjang

“Kritik Seni Musik Nusantara Rapai Bubee oleh Sanggar Labang Donnya dalam Aceh Perkusi 2022” | Intan Rizki Junita Tri Utami, Pascasarjana ISI Padanganjang

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In