• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Cakap Film: Rain Town, 2023 – Taruhan Hujan yang Membawa Badai dalam Rumah Tangga di Taiping

Rori Aroka Roesdji

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
18 April 2025
in Cakap Film
1.1k 70
0
Home Cakap Film
BagikanBagikanBagikanBagikan

Film Rain Town berdurasi 117 menit, berkisah tentang seorang ayah pensiunan Bank di Taiping Malaysia yang disutrarai oleh Tunku Mona Riza. Berlatar budaya Tionghoa yang kental, berawal dari pemaksaan kehendak seorang ayah kepada anak tertua dalam keluarga Choo. Ayah yang diperankan oleh Kim War Chew memainkan peran dengan sangat baik, menjadi seorang pensiunan yang kecanduan “Taruhan Hujan” bersama teman-teman tuanya di Taiping.

Semua cita-cita dari anaknya ditolak mentah-mentah oleh Pak Choo, anak pertama yang suka bermusik dan ingin jadi pemusik dipaksa menjadi dokter. Anak wanita bungsunya juga mendapat penolakan, ketika ingin menikah dan melanjutkan rencana ingin membuka toko kue bersama calon suaminya. Ada satu anak tengah yang tidak terlalu disorot film ini, tapi memiliki peran sentral menjadi benang merah cerita.

Sosok wanita yang sangat penyabar, atau kalau boleh saya katakan memiliki sabar yang berkelebihan bernama Aileen di perankan oleh Susan Lankester. Dua babak pertama dalam film ini berjalan pelan, menggambarkan bagaimana seorang Ayah memaksakan semua keinginannya kepada anak. Terkhusus anak pertamanya, dia telah terlanjur membanggakan anak pertamanya yang akan menjadi dokter kepada teman-teman nongkrong-nya.

Babak ke tiga cerita ini membuat karakter utama “jatuh” bahkan berkali-kali, setelah dihadapkan dengan kenyataan pahit. Sang istri mengidap penyakit Kanker Payudara, seterusnya anak pertama yang paling dibanggakannya hampir mati karena kecanduan narkotika. Di babak inilah kita baru bisa melihat anak tengah Pak Choo yang menjadi benang merah dari semua babak cerita.

Warna film Rain Town ini terbilang bagus bagi saya, film ini menggunakan palet film Tionghoa pada umumnya. Namun, film ini terlalu berwarna sepanjang adegan sehingga membuat babak demi babak menjadi datar. Bagi penulis, cerminan warna (dan cuaca) adalah apa yang dialami tokoh sepanjang babak.

Hujan tidak hanya turun di Taiping, hujan juga akan datang kepada rumah setiap keluarga di Malaysia. seperti hujan, agaknya film ini ingin memberi isyarat kalau reda pasti akan selalu datang. Tidak mungkin hujan berkepanjangan, reda adalah obat untuk mengeringkan luka-luka dalam keluarga yang utuh. Setiap keluarga bisa memanfaatkan waktu reda untuk berbenah, memperbaiki setiap kesalahan yang sudah terjadi.

Agaknya film ini bisa menjadi pembelajaran untuk semua anggota keluarga, kekuatan seorang kepala keluarga tidak cukup untuk membuat anak keturunan kuat secara mental. Bahkan akan berakibat sebaliknya, akan tetapi kekuatan yang demokratis dalam keluarga akan membuat anggota keluarga saling belajar atau setidaknya saling memahami antara satu dan lainnya.

Menjadi seorang ayah bukanlah perkara mudah, apalagi ingin menjadi seorang kepala yang adil dan bijaksana. Kadang rasa ingin menguasai dari apa yang kita hasilkan dari keringat sendiri justru sangat besar, dan tak jarang rasa ingin menguasai itu yang akan membuat kita kehilangan.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Source: Rori Aroka Roesdji
Via: Rori Aroka Roesdji
Tags: BudayafilmPelesiran

Related Posts

Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara

Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara

Oleh Arif P. Putra
23 Januari 2026

Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara Viduthalai Part 1 adalah film laga...

Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif

Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif

Oleh Arif P. Putra
17 Desember 2025

Ae Dil Hai Mushkil Durasi 2 jam 37 menit (2016) Pemeran: Ranbir Kapoor, Anushka Sharma, Aishwarya Rai Bachchan Saiyaara...

Cakap Film – Coolie: Bapak-bapak Berbahaya Kita Kembali, Rajinikanth.

Cakap Film – Coolie: Bapak-bapak Berbahaya Kita Kembali, Rajinikanth.

Oleh Arif P. Putra
6 November 2025

Entah apa yang membuatku menyukai aktor satu ini. Jika ditonton ulang pilem-pilemnya, rasanya tidak terlalu bagus juga. Selain banyak...

Cakap Film – A Star Is F*king Born: Potret Dua Sisi dan Pengingat Zaman, Memorable atau Fenomena Belaka

Cakap Film – A Star Is F*king Born: Potret Dua Sisi dan Pengingat Zaman, Memorable atau Fenomena Belaka

Oleh Arif P. Putra
6 November 2025

Sebagaimana kebanyakan film-film Indonesia, selalu dibuka dari suasana dan satu patahan peristiwa yang kemudian jadi rajutan penokohan. Film ini...

Next Post
Cerpen Muhammad Faisal Akbar | Mengaso di Bawah Pohon Ara

Cerpen Muhammad Faisal Akbar | Mengaso di Bawah Pohon Ara

Rumah Kreatif Singali: Membincangkan Film Tentang Sebuah Nagari di Pasaman

Rumah Kreatif Singali: Membincangkan Film Tentang Sebuah Nagari di Pasaman

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In