• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 11, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

BATAJAU SENI KEMBALI AJAK MASYARAKAT MENARI DI KBKT-2

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
8 November 2021
in Budaya, Berita Seni Budaya
2.1k 21
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Hampir 2 tahun pandemi Covid 19 melanda Indonesia, berbagai aktifitas kesenian turut terkena imbasnya. Tidak terkecuali dengan sejumlah agenda festival yang sejak 2019 sudah disusun oleh Forum Batajau Seni Piaman (FBSP). Dengan situasi yang sudah mulai kondusif saat ini, Forum yang merupakan asosiasi sanggar-sanggar seni di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman ini kembali menggeliat. Iven kedua yang digelar tahun ini adalah Kampuang Bendang Kampung Tari (KBKT).

Dimas, bendahara FBSP sekaligus direktur festival Kampuang Bendang Kampung Tari mengatakan, iven ini adalah kali kedua setelah sukses pada 2019 lalu. “Pada dasarnya kita ingin mengembalikan kesenian kepada masyarakat. Seni sebagai platform pembinaan anak muda, sebagai kanal kreatifitas, sebagai wahana pemanggil kebersamaan. Itu yang kita wujudkan dalam festival-festival di FBSP, termasuk Kampuang bendang Kampung Tari ini,” sebutnya. Sebagaimana pada penyelenggaran perdana, kali ini masyarakat juga kembali turut diajak menari.

“Kalau pada penyelenggaraan perdana kita menampilkan tarian oleh ibu-ibu, kali ini oleh anak-anak Kampuang Bendang,” sebutnya. Dan bukan hanya menari, panitia juga akan melibatkan anak-anak pada proses kerja kreatif seperti pada sisi artistik. “Penataan artistik kita kali ini akan mengambil ide dari cetusan anak-anak. jadi kita minta sejumlah anak menggambar panggung, nanti itu yang akan kita eksekusi sebagai konsep dasar penataan artistik kita,” kata Ramidi, penanggung jawab tata artistik FBSP.

Dokumentasi Batajau

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini KBKT turut didukung dengan alokasi anggaran nagari. Hal ini tentu menggembirakan, sebab peran serta nagari dalam membangun wahana kesenian seperti festival ini sangat dibutuhkan. Ketua FBSP Roby Suhendra mengatakan, dukungan ini disambut baik oleh pihaknya dan akan dijadikan sebagai model bagi penyelenggaraan di nagari-nagari lain pada kesempatan berikutnya. “KBKT ke dua ini adalah Festival ke 13 yang kami gelar sejak berdiri. Dan ini adalah sebuah model pelibatan nagari, setelah sebelumnya kita juga pernah melibatkan nagari pada Festival Balah Hilia,” katanya.

Selain dari nagari, support juga diharapkan dari para sponsor tetap FBSP dan perantau asal Sungai Sariak. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat gemala Ranti mengatakan, peran serta komunitas seperti FBSP dalam membangun kesenian ditengah masyarakat nagari adalah kunci bagi keberlangsungan dan kelestarian seni budaya ditengah masyarakat. “Ini ternyata adalah festival mereka yang ke 13 kali. Ini patut kita apresiasi. Mereka bergerak secara mandiri, lalu berikutnya didukung perantau dan sponsor, dan kini dapat pula dukungan nagari. Begitulah seyogyanya langkah-langkah penggalangan kekuatan untuk mengembalikan kesenian ini kepada masyarakat,” katanya.

Sementara kepala dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Novrial mengharapkan dengan adanya ajang yang “mambusek dari bumi” seperti halnya Festival-festival seni besutan FBSP ini maka wisata desa akan semakin semarak. “Atraksi budaya, seperti festival seni ini adalah salah satu alasan terkuat kenapa orang datang ke Sumbar. Kesenian kita, baik yang tradisi maupun yang kreasi seperti yang biasa dihadirkan di ajangnya FBSP ini akan menarik perhatian para wisatawan,” katanya.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaPariamanSeni

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Sanggar Seni Puti Linggogeni Tampilkan Kesenian Tradisi dalam Pembukaan Turnamen Voli Putra Nagari Padang XI Punggasan

Sanggar Seni Puti Linggogeni Tampilkan Kesenian Tradisi dalam Pembukaan Turnamen Voli Putra Nagari Padang XI Punggasan

Cerpen Makan Lontong di Masa Pandemi | Indra Junaidi

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In