Menanggapi ragam polemik ini, pihak penyelenggara menghadirkan alternafif media selain kayu. Workshop yang menghadirkan Drs.Efrizal, M.Pd, Drs. Irwan, M.Sn, Drs. Erizalidi sebagai pemateri menjadikan spons sebagai media pengganti kayu. Pemilihan spons tentu bukan tanpa alasan, bahan yang gampang didapatkan, penggarapan yang lebih mudah secara teknik. Selain itu, penggunaan spons akan memungkinkan motif ukiran tradisi diaplikasikann pada ragam objek lain. Hal ini memungkinkan ukiran tradisi kehadirannya tidak hanya terbatas pada rumah gadang. Menggunakan spons memberikan peluang motif tradisi hadir pada benda-benda fungsional maupun benda-benda yang memang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan artistik.
Pergeseran tentu mengundang gesekan yang tidak gampang didamaikan. Turunan pergeseran bahan akan menuntut pergesaran alat, selanjutnya akan menuntut pergeseran teknik dan tentu saja menggeser bentuk akhir karya yang dihasilkan. Tentu ini bukanlah sesuatu yang mudah diterima bagi semua orang. Namun begitulah akhirnya kita akan sampai pada pilihan bertahan namun terasing atau memilih beralih dan lebih berpotesi diterima khalayak dengan spektrum yang lebih luas.
Penulis Rian Afdol, lahir di Batusangkar. Penulis merupakan seniman grafir kaca yang menjalankan bengkel “KACAKACO”.






Discussion about this post