• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Air Terjun Taratak Napa: Berwisata Alam Ke Sako Tapan dengan Karib

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
9 Oktober 2020
in Pelesiran
1.3k 40
0
Home Pelesiran
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pesisir Selatan memiliki banyak tempat-tempat wisata indah, selain yang berada di Tarusan dan Painan sebagai ikon Pesisir Selatan “Negri Sejuta Pesona”. Namun beberapa tempat lainnya yang juga tidak kalah terkenal adalah wisata perbukitannya. Salah satu yang sedang banyak dikunjungi dan diekspos oleh anak-anak muda Pesisir Selatan adalah air terjun. Trend ini adalah sisi lain dari dampak Pandemi, mengantarkan mereka kepada petualangan-petualang untuk mencari aktivitas dan menghilangkan kejenuhan selama di rumah—belajar lewat telepon genggam. Kegiatan pembelajaran yang membosankan itu tentu harus mereka siasati dengan kegiatan lainnya, alternatifnya adalah berwisata alam, kebosanan itu bisa meraka lampiaskan dengan mendatangi tempat-tempat baru.

Kali ini masih suasana perbukitan dengan air terjunnya, salah satu keindahan alam yang tak bisa dipungkiri lagi dimiliki Pesisir Selatan. Mulai dari pangkal sampai ujung Pesisir Selatan, hampir memiliki satu-dua air terjun ditiap kecamatannya. Nah, salah satunya yang ada di Tapan. Sebagian besar masyarakat Tapan, Inderapura dan Air Haji mungkin tidak asing lagi dengan tempat satu ini. Tempat ini terletak di Sako Tapan, Pesisir Selatan. Sebuah air terjun yang tidak jauh dari pemukiman warga, namun uniknya air terjun ini tidak tampak dari luar (jalan raya Sako), meski dari jalan raya hanya menghabiskan waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke sana. Dari Painan ke Sako Tapan menempuh jarak sekitar 3-4 jam perjalanan, simpang menuju air terjun berada sebelah kanan kalau dari Painan. Untuk masuk ke lokasi air terjun pun pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang banyak, cukup dengan membayar 3-5 ribu rupiah. Wah, begitu murah meriah untuk sebuah wisata alam yang indah. Pengunjung juga bakal menyebrangi sungai sebelum sampai ke lokasi. Sungai yang tidak terlalu dalam, hanya setinggi lutut orang dewasa.

Poto: @nofitarahayu_05

Sesampai di lokasi, pengunjung akan disuguhi dengan tebing-tebing lembab berlumut, air berdesir turun dari ketinggian, jernih air seperti seirama dengan suasana sejuk perbukitan. Anak-anak berebut tempat untuk melompat mandi. Ya, air terjunnya memang tidak terlalu tinggi, sehingga cocok untuk lokasi pemandian. Aliran air yang membelah perbukitan membentuk semacam sungai yang diapit oleh dua bukit. Lembah yang menampung debit air dari ketinggian itu dimanfaatkan oleh pengunjung untuk sekedar bersantai di tepian atau menikmati dinginnya dengan bermandi ria.

Bebatuan besar yang menghuni lokasi juga harus diperhatinkan oleh pengunjung, sebagian kita kadang lupa dengan keselamatan setelah melihat keindahan alam yang menakjubkan. Bebatuan besar di lokasi air terjun sangat licin, kadangkala pengunjung lupa saat menjadikan batu tempat pijakan. Untuk melengkapi perjalanan, jangan lupa membawa bekal makanan, tentu saran dari saya adalah sebungkus nasi lengkap dengan sambal kampung. Sero!

Lokasi air terjun ini berada di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kab. Pesisir Selatan, Prop. Sumatra Barat. Tepatnya di Sako, Air Terjun Taratak Napa.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara - 23 Januari 2026
  • Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif - 17 Desember 2025
  • Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra - 1 November 2025

Related Posts

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

Oleh Redaksi Marewai
10 Januari 2026

            Tanggal 10 Juni Mbak Ruth Priscilia menghubungi saya, menyampaikan pesan bahwa novel Leiden (2020-1920) lolos dalam kurasi Ubud...

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Oleh Redaksi Marewai
7 Desember 2025

Arah Tutur Padang dengan semua penghuninya larut bersama malam yang dingin dan lembap. Adam, yang masih bayi acap kali...

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

Oleh Redaksi Marewai
17 November 2025

Di tengah rimbunnya hutan lindung Rimbang Baling, di sebuah desa terpencil bernama Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten...

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Oleh Arif P. Putra
1 November 2025

Perjalanan-perjalanan satu dekade terakhir yang saya lakukan kerap menemukan keajaiban-keajaiban, barangkali sebelumnya belum pernah terpikirkan. Bahkan, sebagian dari tempat...

Next Post
marewai poto

Puisi-puisi Iswadi Bahardur | Abad Robek

foto-marewai

Lewat Musikal Video Art, Bundo Kanduang Garap Tribute Untuk H. Agus Salim

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In