• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Senin, Agustus 3, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Mendengkur Waktu

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
30 Oktober 2020
in Sastra
2.2k 138
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Di ruang ini, waktu mendengkur; gelap mengental. Kata-kata terlelap dan mimpinya: jejak hujan yang seresah usia.

Anugerah Gio Pratama, Waktu Mendengkur

Batu

Ada batu

yang tergeletak

di tengah jalan. Pasrah.

Hanya mampu pasrah. Hanya menanti

seorang anak kecil menendangnya

ke pinggir kali.

Atau kalau nasibnya sedang tidak baik

ia akan dilindas oleh ban truk yang besar.

Lalu hancur berkeping-keping

atau terpelanting jauh

ke arah entah.

Ada batu yang tenggelam di dalam air.

Ia buta, dan bisu, dan tuli, dan lumpuh.

Ia tenggelam. Ikan-ikan menyaksikan

kelemahan batu itu tapi mereka tak peduli.

Apa untungnya peduli pada batu?

Ada sebongkah batu, kecil dan keras.

Ia kini berdiam lama

di hatimu.

Seribu Kopi

Seribu kopi yang tersaji

tak sanggup tampung

pahit hidupku

hari ini.

Sepanjang Januari

Sepanjang Januari,

angin dan cahaya retak.

Pada kelopak bunga itu,

tahun-tahun yang resah

memanggil namaku.

Di Antara Kita

Di antara kita,

ada diam yang kelabu.

Setiap waktu

adalah pekerjaan

yang penuh dengan kebohongan.

Kita adalah warna yang berbeda

tapi kecemasan kita

selalu saja sama.

Waktu Mendengkur

Di ruang ini,

waktu mendengkur;

gelap mengental.

Kata-kata terlelap

dan mimpinya: jejak hujan

yang seresah usia.

Kau dan Waktu

Kau dan waktu

selalu berdebat.

Kau mengasah pisau cahaya

dan waktu mengasuh

kerisauanmu.

Waktu tak pernah menang.

Namun kau selalu kalah

menggenggam kehidupan.


Tentang Penulis

Anugrah Gio Pratama lahir di Lamongan, 22 Juni 1999. Sekarang ia sedang menempuh pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Puisi-puisinya termuat di beberapa media massa dan antologi bersama. Karyanya yang telah terbit berjudul Puisi yang Remuk Berkeping-keping (2019, Interlude). Menyukai kucing dan membenci pertikaian. Dapat dijumpai dalam akun Instagram: @anugrah_gio_pratama.

Nomor Ponsel: 081513650233

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: CaritoPelesiranPunago Rimbun

Related Posts

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Next Post
Budi Saputra: Dua Lomba Berbeda Jadi Kemenangan Beruntun | #apresiasi

Budi Saputra: Dua Lomba Berbeda Jadi Kemenangan Beruntun | #apresiasi

Cerpen: Maulidan Rahman Siregar | Pilihan Ibu

Cerpen: Maulidan Rahman Siregar | Pilihan Ibu

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In