• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

UWRF 2025: Hasbunallah Haris Bakal Launching Novel Leiden (2020-1920) di Ubud, Bali

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
6 November 2025
in Berita Seni Budaya, Selayang Info
1.1k 34
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Padang, Marewai – Nama Hasbunallah Haris mulai dikenal publik sejak ia menjadi salah satu pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2023 lalu. Keberhasilan itu makin bertambah sebab usianya yang masih sangat muda dengan prestasi yang gemilang. Pemuda yang kerap disapa Haris itu memenangkan sayembara novel DKJ di usianya yang baru menginjak 22 tahun dengan naskah novel yang terbilang tebal, 443 halaman A4.

Dari pernyataan dewan juri, diketahui bahwa ada sedikit perdebatan untuk menetapkan pemenang sayembara kala itu. Sedangkan naskah yang ditulis Haris, berjudul Leiden (2020-1920) unggul di dalam aspek genre, yaitu fiksi sejarah dengan gaya penceritaan detektif.

“Riset yang cukup mendalam dan ketelitian yang dilakukan penulis mampu diceritakan dengan alur yang hidup dan tetap mempertahankan aspek misteri yang ada di dalamnya,” ujar salah satu dewan juri di malam anugerah, Dhianita Kusuma Pertiwi.

Selain itu, dari hasil wawancara kami bersama Haris, ia mengaku mengerjakan project naskah tersebut selama lebih kurang empat hingga lima bulan saja. Uniknya, naskah tersebut pada mulanya tidak diniatkan untuk diikutsertakan dalam sayembara manapun, murni hanya ingin menulis saja.

https://www.ubudwritersfestival.com/programs/leiden-2020-1920

“Saya sengaja mengambil genre fiksi sejarah untuk memberikan pengalaman membaca sejarah lewat sebuah novel. Karena, selama ini saya di sekolah kurang mendapatkan pengalaman belajar sejarah yang asik atau kadang sejarah diajarkan secara kaku. Selain itu, juga ingin mengambil genre yang tak banyak orang lain garap karena mungkin saja dianggap berat, hanya sedikit novel bergenre sejarah yang saya temukan, dan saya ingin mengisi ruang kosong tersebut,” kata Haris. Sabtu (13/09).

Setelah mengalami masa pengeditan naskah, Leiden (2020-1920) akhirnya diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) dan akan launching dalam agenda Ubud Writers & Readers Festival 2025 di Oktober mendatang. Haris mengaku senang sekali mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa tersebut. UWRF adalah festival internasional dan launching novel di sana adalah kesempatan emas yang dia dapatkan.

“Pada mulanya saya sangat tertekan sekali dengan editing naskah yang sangat tebal, tapi editor saya berkali-kali menekankan pentingnya usaha pengeditan yang maksimal, sehingga saya harus berkutat dua tahun lamanya untuk pengeditan naskah. Sementara UWRF dan yang lainnya adalah keberkahan lain yang saya dapatkan. Sama sekali tak pernah saya bayangkan akan launching novel si sana,” lanjut Haris.

Haris juga menjelaskan novel tersebut adalah salah satu kecintaannya terhadap tanah Minangkabau, alurnya mengisahkan pencarian sebuah manuskrip kuno yang ada di Sawahlunto, Solok Selatan, Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, hingga Kerinci. Perjalanan Filologi tersebut akan membawa pembaca ke banyak tempat-tempat bersejarah yang hingga hari ini masih ada dan dapat ditelusuri.

“Untuk PO kemungkinan di akhir bulan September ini, dan launching di Ubud akhir Oktober, semoga tidak ada halangan dan mohon doa kelancarannya,” tutup Haris yang kini masih menjadi mahasiswa tersebut.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV - 14 Mei 2026
  • Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata - 25 April 2026
  • Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026) - 18 April 2026

Related Posts

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

Oleh Redaksi Marewai
14 Mei 2026

Medan, 10 Mei 2026 - Kumpul IV menandai keberlanjutan sebuah ruang yang diinisiasi oleh GUA lokal, yang dalam beberapa...

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
25 April 2026

Tidak ada hukum wajib atau teori khusus yang mengharuskan sebuah komunitas teater memiliki penulis naskah tetap. Keberadaannya bukanlah sekadar...

Kesuksesan Totalitas Aktor Ku-Liek pada Festival Nan Jombang Tgl3, Menggantung Hak Intelektual Penonton dalam Dekonstruksi Nilonali | Irawan Winata

Kesuksesan Totalitas Aktor Ku-Liek pada Festival Nan Jombang Tgl3, Menggantung Hak Intelektual Penonton dalam Dekonstruksi Nilonali | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
6 April 2026

Nan Jombang Dance Company selalu memberikan kesejukan bagi jiwa seniman, menyediakan ruang agar mereka dapat terus tumbuh dan berkembang...

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Oleh Redaksi Marewai
15 Februari 2026

Sebanyak 61 siswa Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) menggelar karya hasil pembelajaran Semester II (September–Desember 2025)...

Next Post
Cerpen| Merugi – Putri Effendi

Cerpen| Merugi - Putri Effendi

Puisi-puisi| Resiliensi – Zikri Amanda Hidayat

Puisi-puisi| Resiliensi - Zikri Amanda Hidayat

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In