• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Syekh Yahya Al Khalidi, Mursyid Tareqat Naqsabandiyah Al Khalidiyah dari Nagari Panjua Anak (1857 – 1943)

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
11 Mei 2025
in Esai
1.2k 62
0
Home Budaya Esai
BagikanBagikanBagikanBagikan

Oleh Al Fikri

Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Imam Bonjol Padang

Di balik megahnya Nagari Magek hari ini, tersimpan kisah kejayaan masa lalu yang kini hanya tinggal kenangan. Nagari Magek, sebuah Nagari yang tergabung kedalam territorial Kecamatan Kamang Magek, dulunya dikenal dengan julukan Nagari Panjua Anak, yang berarti tempat jual beli bibit ikan. Pameo tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Nagari Magek hari ini. 

Namun, Magek bukan hanya dikenal karena perikannya. Nagari ini juga merupakan tempat lahirnya berbagai tokoh penting, salah satunya adalah Syekh Yahya Al Khalidi, mursyid Tareqat Naqsabandiyah al khalidiyah yang merupakan salah satu Soko Guru Ulama Perti.

Syekh Yahya Al Khalidi di lahirkan di Magek, pada Hari jumat tahun 1857 M bertepatan dengan 1276H. Ayahanda beliau berasal dari Surau Panjang Nagari Magek, sedangkan Ibu beliau berasal dari Jorong Koto Kaciak Magek. Dan suku beliau adalah Bicu.

Sejak remaja beliau sangat giat menuntut ilmu agama. Guru beliau merupakan ulama terkemuka di kampung halaman kala itu,bahkan beliau juga berguru sampai ke Makkah Al Mukarramah. Di antara guru – guru beliau ialah :

  1. Syekh Mudo Ladang laweh Kecamatan Banuhampu, dibatu hampar, beliau mempelajari ilmu syariat yang bersumber dari kitab kitab
  2. Syekh Abdurahman Batuhampar, disini beliau mengambil Tareqat Naqsabandiyah Khalidiyah dan bersuluk selama 60 hari.
  3. Al Arif billah Al Alamah Syekh Muhammad Sa’ad Al Khalidi Mungka
  4.  Syekh Muhktar A’thariid, Almarhum Syekh Harun, Almarhum Syekh Ali Maliki serta ulama ulama lainnya

Murid Murid Syekh Yahya Al Khalidi Sangat banyak, diantara mereka ialah ulama ulama besar dari berbagai daerah. Diantara ulama yang belajar kepada Syekh Yahya Yaitu :

  1. Syekh Abbas el Qadhi Ladang Laweh Kecamatan Banuhampu Sungai Puar Kabupaten agam
  2. Syekh Sulaiman Arrasuli ( Inyiak Canduang )
  3. Syekh H abdul Qadir Lintau
  4. Syekh Mahmud Abdullah Tarantang Harau
  5. Syekh Abdul Qadhim / Beliau Balubuih Kabupaten 50 Kota
  6. Syekh Haji Mansur Kamang Mudiak
  7. Ustadz Jamarin Ismail Tarantang Sarilamak
  8. Ustadz Daramin Lipat Kain Provinsi Riau
  9. Ustadz Arifin Jamil / Tuangku Solok
  10. Syekh Engku Milat Sulit Air

Dan Masih Banyak lagi…

Selain mengajar, Syekh Yahya Al Khalidi sangat suka menulis, sesudah beliau wafat terdapat beberapa buku penting karya beliau , diantaranya Mustalah Hadist, Sifat Dua puluh, doa dan zikir, Nahwu dan Saraf dan karya tulis beliau lainnya. Berhubung keterbatasan biaya dizaman itu, hanya satu karangan beliau yang berhasil diterbitkan yaitu: Jalan Kebahagiaan, buku ini dicetak di bukittinggi pada percetakan Islamiyah dengan bantuan Inyiak H sulaiman Sungai Puar.

Syekh Yahya al Khalidi Wafat pada hari jumat tanggal 20 Syawal 1361H/ atau sekitar tahun 1943M. menurut catatan pribadi anak beliau Syekh Yunus Yahya, prosesi penyelenggaraan jenazah syekh yahya al Khalidi dimulai pukul 09 Pagi, Syekh Haji Mansur adalah orang yang memimpin prosesi pemandian syekh yahya, sedangkan yang mengimami shalat jenazah Ketika itu adalah syekh Sulaiman Ar Rasulli. Berbilang ribu Jemaah yang hadir dalam prosesi tersebut, karena banyak nya jamaah yang hadir, jenazah syekh yahya diranai surau tempat dishalatkan sampai ke Maqam beliau.  Dalam kompleks pemakaman ini, kemudian juga dimaqamkan pula putra yang bernama Syekh Yunus Yahya yang wafat pada tahun 2001.

Semasa Hidup, Syekh Yahya Al Khalidi selalu merutinkan amalan harian seperti lazim yang dilakukan oleh Guru Beliau Syekh Saad Mungka, amalan tersebut adalah merutinkan shalat tahajjud setiap malam, setiap pagi selalu melaksanakan shalat dhuha, merutinkan zikir setiap selesai shalat subuh sampai matahari terbit dan tidak lupa selalu menamatkan/mengkhatamkan Al Qur,an.


Penulis: Al Fikri ( Anak Nagari Magek yang sedang menempuh Pendidikan Hukum Tata Negara di UIN Imam Bonjol Padang, Aktif bergiat dalam Tradisi Lisan Alua Pasambahan dan mempublikasikannya di Tik- Tok @Magek_Manyambah)

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: EsaiSastra

Related Posts

Literasi yang Tak Masuk Akal, tapi Masuk Anggaran & Literasi yang Masuk Akal, tapi Tak Masuk Anggaran | Robby Wahyu Riyodi

Literasi yang Tak Masuk Akal, tapi Masuk Anggaran & Literasi yang Masuk Akal, tapi Tak Masuk Anggaran | Robby Wahyu Riyodi

Oleh Redaksi Marewai
6 November 2025

Literasi yang Tak Masuk Akal, tapi Masuk Anggaran & Literasi yang Masuk Akal, tapi Tak Masuk Anggaran | Robby...

Gairah Literasi dan Dunia Baca Anak Muda | Muhammad Nasir

Gairah Literasi dan Dunia Baca Anak Muda | Muhammad Nasir

Oleh Redaksi Marewai
20 April 2025

Gairah Literasi dan Dunia Baca Anak MudaOleh: Muhammad Nasir (Penyuka Buku/Dosen UIN Imam Bonjol Padang) Di Ranah Minang, tradisi...

Esai – Punkdikbud | Wallcracks

Esai – Punkdikbud | Wallcracks

Oleh Redaksi Marewai
10 Maret 2025

Terlebih dahulu sedikit penerangan dalam lembaran pendek ini, bahwa PUNKDIKBUD tidak bermaksud untuk menimbulkan perdebatan-kusir mengenai topik usang tentang...

Esai – Tenang, Senang, dan Menang | Reo Chandrika

Esai – Tenang, Senang, dan Menang | Reo Chandrika

Oleh Redaksi Marewai
8 Maret 2025

Oleh: Reo Chandrika Dalam menjalani kehidupan, setiap orang pasti menginginkan ketenangan, kebahagian, serta keberhasilan. Tiga hal tersebut harus diperhatikan...

Next Post
Resensi: Inyiak Sang Pejuang – Elvi Nasriandani

Resensi: Inyiak Sang Pejuang - Elvi Nasriandani

MALAYAPURA HERITAGE FILM FESTIVAL 2025

MALAYAPURA HERITAGE FILM FESTIVAL 2025

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In