• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Hari Kedua; Pekan Nan Tumpah 2021 Menghadirkan Candasuara dan Rani Jambak

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
2 Juli 2022
in Berita Seni Budaya
1.1k 22
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan
Foto: Buku Acara Pekan Nan Tumpah 2021

PEKAN NAN TUMPAH telah dibuka kemarin, Festival ini akan berlangsung mulai 1-7 Juli 2022 di Taman Budaya Propinsi Sumatera Barat. Pekan Nan Tumpah adalah festival seni dwitahunan yang digagas oleh Komunitas Seni Nan Tumpah sejak tahun 2011. Pada gelaran kali ini, Pekan Nan Tumpah 2021 sudah memasuki gelaran keenam. Meskipun sempat terhalang oleh pandemi, dan jadwal penyelenggaraan dimundurkan ke tahun 2022, penamaan Pekan Nan Tumpah tetap memakai tahun 2021.

HARI INI adalah hari kedua Pekan Nan Tumpah 2021. Pekan Nan Tumpah merupakan kegiatan 2 (dua) tahunan yang digagas oleh Komunitas Seni Nan Tumpah sejak tahun 2011 dan kini sudah memasuki penyelenggaraan keenam. Berbeda dengan hari pertama pelaksanaan Pekan Nan Tumpah 2021 yang dibuka pada jam 20.00 WIB, hari kedua ini Pekan Nan Tumpah akan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan diisi kegiatan pemutaran film dari Sani Films, pameran yang telah dibuka pada malam sebelumnya, dan bazar produk UMKM.

Melanjutkan hari pembukaan, pada hari kedua pun akan dihadirkan sketchday dari Rumah Ada Seni (RAS), Lapak Baca, dan kegiatan mendongeng oleh Robby W Riyodi. Tiga kegiatan ini nantinya akan menjadi kegiatan reguler yang akan dihadirkan selama sepekan dengan jadwal yang sama. Ketua pelaksana Pekan Nan Tumpah 2021, Tenku Raja Ganesha megatakan, “Sebagai bagian dari kerja lintas komunitas, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan program rutin mereka.”Selain kegiatan reguler, hari kedua Pekan Nan Tumpah juga akan diisi oleh pertunjukan musik Candasuara, Rani Jambak, Ripjeans, dan ditutup oleh Sarabi.

Salah satu kurator dalam Pekan Nan Tumpah 2021, Rijal Tanmenan menjelaskan, pengolahan kata, bunyi, dan laku tubuh sebagai materi pembentukan karya-karya musik Candasuara dan diformulasikan menjadi sebuah pertunjukan musik baru yang performatif dengan bebunyian yang dipilih bersumber dari tubuh dan ketubuhan (aksesoris tubuh seperti baju celana anting gelang dan lain lain). Material musikal yang digunakan dalam penciptaan karya Galuk adalah bebunyian dan laku tubuh yang terdapat dalam praktik Silek di Minangkabau, khususnya silek dengan praktik duduk.Pada pertunjukan lainnya, Rani Jambak akan hadir dengan pertunjukan yang berjudul Return. Rani memandang di balik tragedi kita dapat mempelajari sesuatu. Momentum ini seolah mengajaknya seperti kembali lagi mempertanyakan diri apa sebenarnya hal yang paling penting di hidup kita? Kesehatan dan keselamatan merupakan hal penting yang diingatkan pandemi yang terjadi dua tahun belakangan.

Melalui rekaman-rekaman suara yang diambil selama Pandemi (sirine ambulan, berita Covid dari lini media, penjual selendang di pusat wisata Bali yang menarik /memaksa pembeli untuk membeli kainnya karena tidak ada pelanggan selama Pandemi). Return memperlihatkan apa yang telah berlangsung selama Pandemi. Sebagaimana fenomena orang-orang kota yang kembali ke desa, kerja dari rumah (WFH), dan seterusnya. Return dalam konteks tempat, juga diartikannya ketika kembali ke alam dapat mengisi jiwa kita.Setelah penampilan dari Candasuara dan Rani Jambak, akan disusul oleh Ripjeans. Ripjeans merupakan sebuah kelompok musik atau band asal Padang, Sumatera Barat. Band ini telah terbentuk sejak tahun 2016, dengan genre hardrock, yang terlahir dari tongkrongan kampus UNP, khususnya kampus selatan UNP. Ripjeans memulai panggung perdananya dari gigs-gigs seputaran kampus kota Padang hingga event komersial. Saat ini Ripjeans telah merilis sebuah single pada tahun 2020 yang berjudul Elang, dan dalam waktu dekat juga akan merilis single terbarunya yang berjudul Gemuruh.Penampil terakhir dalam Pekan Nan Tumpah hari kedua ini adalah pertunjukan kesenian tradisional Sarabi yang juga adalah penampil terakhir dalam Pekan Nan Tumpah hari pertama. Pertunjukan kesenian tradisional dari Sarabi berlokasi di pelataran parkir depan Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat. Sarabi yang merupakan akronim dari Saluang Rabab Berinteraksi ini digawangi oleh Mak Hasanawi.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaFestivalNan tumpahTaman budaya

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Jejak Aksara Rilis “Terus Berlanjut” Setelah Menuntaskan Tur 9 Kota di Dua Negara

Oleh Redaksi Marewai
17 Desember 2025

Padang, Marewai — 17 Desember 2025. Jejak Aksara resmi merilis single terbaru berjudul “Terus Berlanjut”, salah satu lagu dari...

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Festival Akhir Tahun Steva 2025 : Membaca, Melihat, Merasakan, Mempelajari dan Merayakan

Oleh Rori Aroka
10 Desember 2025

Padang, Marewai.com — Festival Akhir Tahun Steva 2025 resmi bergulir di Kota Padang dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada...

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Diskusi Budaya Komunitas Pitamahadara: Menggali Kearifan Lingkungan dari Situs Peninggalan Hindu-Budha di Pasaman

Oleh Redaksi Marewai
25 November 2025

Pasaman - marewai.com, Pasaman merupakan wilayah yang tidak hanya kaya akan tradisi dan adat istiadat, tetapi juga menyimpan jejak...

Next Post
Ventrilokuis dan Dance akan ditampilkan Hari Ini di Pekan Nan Tumpah Hari ke 4

Ventrilokuis dan Dance akan ditampilkan Hari Ini di Pekan Nan Tumpah Hari ke 4

PENUTUPAN PEKAN NAN TUMPAH 2021 Masuk pada hari terakhir Pekan Nan Tumpah 2021

PENUTUPAN PEKAN NAN TUMPAH 2021 Masuk pada hari terakhir Pekan Nan Tumpah 2021

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In