• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Yolanda Putri Yohanes | Kepada yang Mengasur

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
27 November 2021
in Sastra
1.2k 89
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Kepada Mhd. Irfan

Sudah kubilang ratusan kali
butuh waktu seumur hidup,
untuk menyempurnakan puisi tentangmu.
butuh langit seluas semesta,
untuk menggambarkan keindahanmu.
Tak cukup seribu jam,
untuk mengisi ruang rindu.
tak mampu seribu kilometer,
untuk merasa lelah denganmu.
Panasnya matahari tak bisa melepas pagutanku,
busuknya tanah takkan melepas hidungku dari kulitmu,
mekarlah denganku,
atau membusuklah denganku kekasih.
Padang, 2021

II
Resah membawaku ke sarasah,
saat rindu terbata-bata menyelimuti namamu,
di seberang sana kulihat tebing hijau lumut.
Aku tak berhenti berkata,
berjalan mengiringi seribu langkah hati,
meski pondok tua menyeka langkah kaki,
menunjuk ke jalan tak bersimpang.
Di sungai kecil—bebatuan goyang tempat berpijak,
dingin menyeruak ke dada: lusuh,
kulihat dirimu di dalamnya.
Telah kudengar suara air-air yang turun,
kurasa angin-angin berembun,
namun jilatang merasuki gelisahku menemu dirimu.

Padang, 2021

Dari Cerita Seorang Kawan

Hujan kepadamu sepi,
mas yang jauh di sana,
tak mampu seperti itu.
44 km kau bersamaku
gumulan di bawah atap besi,
hingga air liurmu larut di tubuhku,
namun tak mampu menggantikan lampu merah itu.
Dosakah aku mengharap pada kerutan di jempol kiri?
kau kata aku hanya penawar sunyi,
sedangkan aku ingin kau jadi pengisi hati.

Padang, 2021

Kepada yang Mengasur

Dinding hijau keputih-putihan,
selayar abu-abu tergantung di sana,
padahal aku selalu di sini,
namun kenapa ruang ini tak kunjung menjadi aku.
Kain-kain merangkak di tepi dinding,
plastik hitam merayap di lantai,
padahal aku sering menyindir,
namun aku yang risau sendiri.
Buah masuk untuk membusuk,
hewan datang untuk membangkai,
beras untuk berkutu,
namun aku yang menggerutu.

Padang, 2021

Kepada yang Timpang

Setoples kelereng, sebidang tanah,
dan sekumpulan bocah kecil,
adu bola-bola kepala dengan dinding itu.
Jika sudah retak,
perasaan diameter mereka,
menjelma jari-jari petang di tengah lopis.
Menjentik, menopang,
sudahkah mereka lihat kota dengan tilik
atau hanya berserah pada hidup timpang?

Padang, 2021


Yolanda Putri Yohanes lahir di Pekanbaru, 1 Desember 1998. Sedang menamatkan studi di Fakultas Pertanian Unand. Aktif menulis puisi. Bergiat di Lewas Bilan Sastra Rumahan dan Burak Tour Literasi. Saat ini dibelenggu kerinduan kepada seorang kekasih.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Tags: CerpenpuisiSastra

Related Posts

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

RANJANG akhir-ahkir ini aku sering kali melihat laki-laki paruh baya duduk depan jendela sambil melantunkan nyanyian kecil ninabobo, ninabobo...

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

Sebelum diborgol, Darso teringat permintaan putra semata wayangnya yang ingin sekali pergi piknik di kaki gunung. Darso berpikir, boro-boro...

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Oleh Redaksi Marewai
7 Maret 2026

Sambirenteng Desa Penyadap Tuak rumah kekasihku dibangun pagi hari. matahari jatuh di bukit sanghyang, setelah bukit ibu melukis langit...

Next Post
Universitas Andalas Bangun Kawasan Konservasi Bunga Bangkai di Payo Kota Solok | Ryan Budi Setiawan, SP, M.Si

Universitas Andalas Bangun Kawasan Konservasi Bunga Bangkai di Payo Kota Solok | Ryan Budi Setiawan, SP, M.Si

Pelesiran: Air Terjun Pangean Lagan; Menikmati Akhir Pekan dengan Keindahan Alam

Pelesiran: Air Terjun Pangean Lagan; Menikmati Akhir Pekan dengan Keindahan Alam

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In