• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Rabu, Agustus 5, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Yolanda Putri Yohanes | Kepada yang Mengasur

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
27 November 2021
in Sastra
2.1k 160
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Kepada Mhd. Irfan

Sudah kubilang ratusan kali
butuh waktu seumur hidup,
untuk menyempurnakan puisi tentangmu.
butuh langit seluas semesta,
untuk menggambarkan keindahanmu.
Tak cukup seribu jam,
untuk mengisi ruang rindu.
tak mampu seribu kilometer,
untuk merasa lelah denganmu.
Panasnya matahari tak bisa melepas pagutanku,
busuknya tanah takkan melepas hidungku dari kulitmu,
mekarlah denganku,
atau membusuklah denganku kekasih.
Padang, 2021

II
Resah membawaku ke sarasah,
saat rindu terbata-bata menyelimuti namamu,
di seberang sana kulihat tebing hijau lumut.
Aku tak berhenti berkata,
berjalan mengiringi seribu langkah hati,
meski pondok tua menyeka langkah kaki,
menunjuk ke jalan tak bersimpang.
Di sungai kecil—bebatuan goyang tempat berpijak,
dingin menyeruak ke dada: lusuh,
kulihat dirimu di dalamnya.
Telah kudengar suara air-air yang turun,
kurasa angin-angin berembun,
namun jilatang merasuki gelisahku menemu dirimu.

Padang, 2021

Dari Cerita Seorang Kawan

Hujan kepadamu sepi,
mas yang jauh di sana,
tak mampu seperti itu.
44 km kau bersamaku
gumulan di bawah atap besi,
hingga air liurmu larut di tubuhku,
namun tak mampu menggantikan lampu merah itu.
Dosakah aku mengharap pada kerutan di jempol kiri?
kau kata aku hanya penawar sunyi,
sedangkan aku ingin kau jadi pengisi hati.

Padang, 2021

Kepada yang Mengasur

Dinding hijau keputih-putihan,
selayar abu-abu tergantung di sana,
padahal aku selalu di sini,
namun kenapa ruang ini tak kunjung menjadi aku.
Kain-kain merangkak di tepi dinding,
plastik hitam merayap di lantai,
padahal aku sering menyindir,
namun aku yang risau sendiri.
Buah masuk untuk membusuk,
hewan datang untuk membangkai,
beras untuk berkutu,
namun aku yang menggerutu.

Padang, 2021

Kepada yang Timpang

Setoples kelereng, sebidang tanah,
dan sekumpulan bocah kecil,
adu bola-bola kepala dengan dinding itu.
Jika sudah retak,
perasaan diameter mereka,
menjelma jari-jari petang di tengah lopis.
Menjentik, menopang,
sudahkah mereka lihat kota dengan tilik
atau hanya berserah pada hidup timpang?

Padang, 2021


Yolanda Putri Yohanes lahir di Pekanbaru, 1 Desember 1998. Sedang menamatkan studi di Fakultas Pertanian Unand. Aktif menulis puisi. Bergiat di Lewas Bilan Sastra Rumahan dan Burak Tour Literasi. Saat ini dibelenggu kerinduan kepada seorang kekasih.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: CerpenpuisiSastra

Related Posts

RUBRIK KATA RUANG

Oleh Dandri Hendika
4 Agustus 2026

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Next Post
Universitas Andalas Bangun Kawasan Konservasi Bunga Bangkai di Payo Kota Solok | Ryan Budi Setiawan, SP, M.Si

Universitas Andalas Bangun Kawasan Konservasi Bunga Bangkai di Payo Kota Solok | Ryan Budi Setiawan, SP, M.Si

Pelesiran: Air Terjun Pangean Lagan; Menikmati Akhir Pekan dengan Keindahan Alam

Pelesiran: Air Terjun Pangean Lagan; Menikmati Akhir Pekan dengan Keindahan Alam

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In