• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Senin, Agustus 3, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Budaya: Lewat Rabab, Dialektika Terasah

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
6 September 2021
in Budaya, Berita Seni Budaya
2k 106
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Solok Selatan, Marewai— Rabab bukan hanya sebuah kesenian biasa. Rabab sesungguhnya adalah pertunjukan sastra lisan, yang mengandung ajaran moral dan nilai-nilai filosofis sesuai dengan budaya Minang. Belajar rabab, berarti belajar berdialektika dan mengerti bagaimana orang Minang beretorika. Hal itu diungkapkan secara bertalian oleh Muhammad Fadhli, Junaidi dan Darmansyah pada pertemuan antara Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dengan peserta serta pelatih dalam program pendampingan pelestarian rabab Solok Selatan. Kegiatan besutan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar ini menempatkan Muhammad Fadhli sebagai kurator program, sementara Junaidi dan Darmansyah adalah narasumber ahli. Ketiganya dari Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Dikatakan oleh Junaidi, inti daripada rabab sesungguhnya bukan musiknya. Musik adalah pembalut estetis yang membuat rabab menjadi khas secara musikal. Sementara, isi di dalam rabab itu sendiri tak lain adalah kaba, atau dendang, sebagai kekayaan sastra tutur atau sastra lisan yang luar biasa. “Tukang rabab adalah orang yang sangat cerdas. Kaba dan dendang mengalir bukan sebagai sesuatu yang terkonsep secara kaku. Ia adalah hasil kecerdasan si tukang rabab. Bisa direkayasa sebelumnya, bisa muncul secara langsung ketika rabab di mainkan itu,” sebutnya. Menurutnya, kemampuan seperti ini tidak mudah ditemukan dalam seni pertunjukan modern.

Darmasnyah menjelaskan, kandungan utama dari sastra lisan pada rabab adalah seputar ajaran moral. “Ajaran moral itu yang menjadi inti dalam kisah-kisah yang dikabakan tukang rabab,” katanya. Lebih mendalam, Darmansyah juga memaparkan bahwa rabab di Solok Selatan adalah jejak sejarah yang menunjukkan bahwa antara kabupaten tersebut dengan Pesisir Selatan punya temali keturunan yang tak mungkin terpisahkan. “Di Pesisir selatan sendiri ada dua macam penyebutan untuk kesenian ini. Ada yang menyebut barabab ada yang menyebut babiola. Di Piaman, rabab dimainkan dengan alat yang tidak sama dengan alat di Pessel dan Solsel. Di Piaman rababnya terbuat dari tempurung kelapa besar. Sementara isi rabab dan nilai di dalamnya sama,” katanya.

Muhammad Fadhli atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ajo Wayoik menjelaskan bahwa program pendampingan ini berbeda dengan pelatihan biasa. “Disini kami memadu madankan antara pelatihan dengan perlakuan yang lebih mendekatkan rabab dengan pola marketing, branding serta upaya-upaya lain yang bersifat modern agar rabab menjadi terkemuka lagi di tengah masyarakat,” katanya. Ditekankannya, rabab penting untuk dilestarikan karena memiliki nilai edukatif. “rabab adalah pamenan anak nagari. Disini, otak diasah untuk berdialektika. Jadi bagi anak-anak dan pemuda kita, belajar rabab bukan hanya dalam tujuan untuk menjadi seorang seniman. Tetapi untuk mengasah kemampuan dalam beretorika secara situasional,” katanya. Dia menggambarkan betapa banyak sekarang pejabat yang kurang mampu beretorika sesuai dengan situasi masyarakat yang dihadapi dalam sebuah forum. “Mereka lebih cenderung terkonsep. Jadi sering kali paparannya dalam kata sambutan misalnya, itu jauh panggang dari api. Sementara dalam rabab, seorang tukang rabab sangat mampu membaca situasi dan mengungkapkan responnya terhadap situasi itu secara langsung,” sebutnya. Bisa dibayangkan jika seorang anak atau pemuda yang menguasai kemampuan barabab suatu saat menjadi pejabat. Dia akan piawai sekali soal retorika dan dialektika.

Dalam pertemuan tersebut didapatkan data sebanyak 30 kelompok masih aktif di Solsel. Sementara peseerta yang mengikuti pendampingan ini membludak dari kuota. Ini membuktikan semangat anak-anak dan pemuda di Solsel untuk melestarikan rabab sangatlah baik.

Kadis Kebudayaan Gemala Ranti, secara terpisah mengungkapkan bahwa program pendampingan seperti ini memang ditujukan untuk generasi baru. “Rabab diharapkan tidak hanya menjadi milik kalangan tua saja. Anak-anak dan pemuda harus turut merasakan kepemilikan terhadap kesenian ini. Dengan lestarinya rabab, kita berharap statusnya sebagai warisan budaya tak benda bukan hanya sekedar status saja,” tutupnya.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: BudayaCerpenPelesiranpuisiPunago RimbunSastra

Related Posts

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Oleh Redaksi Marewai
14 Juni 2026

Padang, 14 Juni 2026 — Rangkaian Kumpul IV telah berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Medan. Tiga kegiatan utama...

Next Post
Penjelasan Singkat Kesenian Gambang di Kampung Pondok Kota Padang | Yori Leo Saputra

Penjelasan Singkat Kesenian Gambang di Kampung Pondok Kota Padang | Yori Leo Saputra

TABUH BATAJAU BERDENTANG, 2 IVEN DIPASTIKAN JADI

TABUH BATAJAU BERDENTANG, 2 IVEN DIPASTIKAN JADI

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In