• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 4, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Tim Satuan Tenaga Konselor Sumbar Dilirik Kementrian Pariwisata: Bisa Jadi Pola Nasional

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
2 September 2021
in Berita Seni Budaya, Budaya
2.1k 87
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Padang, Marewai– Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat  beberapa waktu lalu disambangi oleh Koordinator Destinasi Area 1 (Aceh, Sumut, Sumbar dan Bengkulu) dari kementrian Pariwisata RI, Ali Nurman. Ia didampingi oleh Kasi Dimas. Dalam pertemuan dengan Kadis Pariwisata Sumbar, Novrial, juga hadir ketua tim Satuan Tenaga Konselor (SANAK) Pariwisata Muhammad Fadhli alias Ajo Wayoik. Pada kesempatan tersebut, Novrial menjelaskan bahwa pihaknya membentuk tim SANAK dalam rangka mempercepat penguatan desa wisata dan pokdarwis di Sumatera Barat.

“Mereka ini ada delapan orang dengan delapan latar belakang kompetensi berbeda. Semuanya adalah penggerak yang kami nilai sudah stabil pergerakannya dan patut membagi inspirasi bagi penggerak lainnya,” kata Novrial. Diperkenalkannya, tim SANAK terdiri dari El Yuliza Zein founder Desa Wisata Kubu Gadang, Ritno Kurniawan Founder LA Adventure, Ricky Putra Sinaro founder Authentic Sumatra, Husen founder Sumatra Volunteer, Teuku founder Kopi Solok Radjo, Adi Kurniawan Founder Green Talao Park, Yahdi Muhammad Founder Wakanda dan Ajo Wayoik founder Forum Batajau Seni Piaman. “Jadi ini semacam paket komplit. Semua hal terkait pembangunan kepariwisataan, mulai dari branding, seni budaya, pembinaan SDM, penataan destinasi, sampai tour designing, kuliner, outdoor dan hospitality ada dalam tim ini,” kata Novrial. Dan, katanya, tim ini murni penggerak di lapangan. “Jadi komunikasi mereka nanti dengan sesama penggerak diharapkan akan lebih punya chemistry karena memang sama-sama makan asam garam bersama masyarakat dan elemen-elemen lainnya,” sebutnya.

Dijelaskan oleh Ajo Wayoik, pihaknya tidak hanya akan melaksanakan kegiatan dengan sistem kelas dimana peserta diundang dan dikumpulkan di satu titik untuk mendapat kelas. “Kami akan langsung turun kelapangan. Tinggal dan hidup bersama penggerak untuk menemukan persoalan yang lebih spesifik dan pola penyelesaian yang berbasis pada riset tersebut,” kata dosen ISI Padang Panjang ini. Dikatakannya, ada 4 hal mendasar yang akan ditelusuri oleh timnya melalui pola pendekatan secara langsung ini. “Kita ingin melakukan riset, menyusun konsep, mendampingi dan melakukan evaluasi bertahap. Semua kegiatan ini relatif baru namun kami harapkan punya output yang lebih terlihat,” katanya.

Sesuai namanya, tim SANAK benar-benar bertekad untuk menjadi sanak saudara. “Jadi, tidak habis program habis pula hubungan dengan penggerak yang kami dampingi. Selama-lamanya kami ingin menjadi saudara,” sebutnya. Ada satu hadiah besar dari gerakan yang akan dilaksanakan ini. Namun, kata Ajo Wayoik, biarlah itu menjadi rahasia dulu menjelang selesainya program pendampingan.

Ali menilai apa yang menjadi konsep kerja tim SANAK sudah sangat tepat. “Ini adalah tim yang tepat dan cocok untuk segala kondisi di destinasi maupun di tataran organisasi penggerak pariwisata. Konsep kerjanya juga sangat menarik. Saya pernah praktekkan yang seperti itu, dan memang sangat efektif. Tapi jelas, konsep tersebut harus benar-benar dikerjakan secara telaten, dan memang butuh tenaga muda yang energik untuk menerapkannya,” kata Ali.

Dijelaskannya, pihaknya siap berkolaborasi dengan tim SANAK. “Ini memang akan menjadi mitra straegis kami dalam melaksanakan kerja di lapangan. Kami adalah corong bagi penggerak di tingkat kementrian, dan corong bagi kementrian di tingkat penggerak di lapangan. Mitra seperti SANAK ini akan memberikan informasi-informasi yang kami butuhkan,” katanya. Dalam waktu dekat, Ali dan Dimas berencana untuk bertemu betul dengan ke delapan anggota tim SANAK.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: BudayaPariwisataPelesiranSastraSumatra barat

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post

OneBeat Virtual 2021: Performance Dua Musisi Muda Indonesia dalam Kolaborasi dan Pertukaran Budaya Global Melalui Musik

Puisi-puisi Aris Setiyanto | Tidur Awal

Puisi-puisi Aris Setiyanto | Tidur Awal

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In