• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Kilas Balik #1: Sejarah Singkat “Poenggasan” Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan/Kerinci

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
16 Agustus 2021
in Budaya
1.3k 40
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan


Monografi merupakan sebuah karya tulis ilmiah (KTI) hasil penelitian yang luas dan detail pada sebuah topik atau subjek dengan tingkat pembahasan yang mendalam dan/atau mengaitkan dengan berbagai pendekatan keilmuan. Secara umum, monografi adalah sebutan lain untuk buku dan digunakan untuk membedakan terbitan tersebut dengan terbitan berseri dan bunga rampai. Monografi berisi satu topik atau sejumlah topik (subjek) yang berkaitan dan biasanya ditulis oleh satu orang. Selain itu, monografi merupakan terbitan tunggal yang selesai dalam satu jilid dan tidak berkelanjutan.

Sejarah Negeri, Susunan Adat (adat monographie) dari Kewalian Negeri Punggasan, Wilajah Ranah Pesisir, Kab. Pesisir Selatan/Kerintji.

1. Dari mana/siapa diperdapat keterangan untuk menyusun sejarah ini?

Keterangan diperdapat dari sebahagian ninik-mamak (menurut waris jang didjawek pusako nan ditolong) dan dari orang-orang tjardik pandai dalam kewalian negeri Poenggasan.

2. Batas-batas pemerintahan dari kewalian negeri Poenggasan

Batas-batas negeri ini menurut keadaan tanggal 17-08-1945 sesuai dengan batas-batas negeri semasa pemerintahan Hindia Belanda (semasa berkepala Negeri (J.G.O) no. – tahun 1914.


‌Timur dengan Bukit barisan
‌barat dengan Lautan Hindia dan Sei. Tunu
‌Utara dengan Negeri Palangai Sungai Tunu
‌Selatan dengan Negeri Air Hadji

3. Terdiri dari Beberapa Kampung

Koto Pandjang, Padang Hilalang, Limau Hantoe, Telao Sebuk Mudik (Tengah Padang), Bungo Tandjung, Koto Marapak, Balik-Gunung, Padang Tjerek, Telao Sebuak Hilir, Kampung Maggie, Teratak Radjo Malih, Padang Kaju Dadih, Tjibadak Ampan, Rantau Batu Pasar, Muaro dan Kandis, Rantau Batu (Pasar Lama), Tandikat, Ambatjang, Air Djamboe, Bukit Poetoes, Kampoeng What, Lagan Gadang Mudik, Lagan Gedang Hilir, Lagan Keep Mudik, Lagan Ketek Hilir.

4. Bagaimana Asal Nama Negeri Poenggasan

a. Asal Penduduk

Ratusan tahun yang silam, dari Sungai pagu ada seorang yang bernama Pa’labah, pekerjaannya mencari manisan dan lilin labah, memikat burung ke negeri Punggasan. Yang di waktu itu belum bernama “Poenggasan” cuma terdiri dari rimba raya dan padang tempatkan berpikat dengan melalui Bukit Musia, sampai ia ke Bukit Sikai dan menurun sampai ke Kelaka (Pesisir Laut); selama Pa’labah berpikat, dan mencari manisan dan lilin labah padang tempat yang tersebut di atas. Ia berpendapat tempat-tempat yang dilihatnya itu sangat baik dibuat negeri. Sesampainya dan sekembalinya ia ke Sungai Pagu, Pa’labah menceritakan semua yang ia lihat dan pendapatnya kepada tuangku penghulu di Sungai pagu.

Demikianlah berangkat bersama Palabah Satu rombongan penduduk Sungai pagu untuk melakukan peninjauan yang dipelopori oleh satusatu suku yaitu; Melayu, Kampai, Panai dan 3 Laras (Jambak, Caniago dan Sikumbang).

b. Asal negeri Poenggasan

Rombongan yang tersebut kembali ke Sungai Pagu, menjemput kerabatnya untuk membuat teratak kepada yang telah ditinjau itu. Dalam perjalanan kembali ke negeri untuk menyampaikan maksudnya tersebut, waktu mereka di atas Bukit Sikai, mereka menurun ke kampung Akat (Tempat bermufakat), membuat nama negeri yang bakal mereka jadikan tempat itu adalah tempat “Peunggasan” Pa’labah dan kini bernama negeri Punggasan, yang asalnya “Paunggasan” dari kampung Akat, mulai mereka mengatur dan membuat ladang (teratak) dari Lagan Ketek, Lagan Gadang dan keseluruh kampungkampung yang ada sekarang seperti Tandikat Ambatjang dan Koto Marapak serta lainnya.


Tentu tulisan ini hanya sekilas saja, hanya bagian kecil dari sejarah panjang Punggasan. Selain itu, tulisan yang terdapat dalam buku Monografi Sumatera Tengah tersebut sangat sulit untuk dibaca, apalagi ditulis ulang. Jadi daripada terjadi kesalahan penulisan, kami mengambil bagian awalnya/bagian-bagian penting (bukan berarti yang lain tidak). Kami berharap semakin banyak akses sejarah yang muncul dengan tujuan edukasi, atau anggaplah sebagai pengingat. Dapat menyentil sedikit simpati khalayak kepada sejarah, bahwa sangat penting untuk dijaga ataupun dibagikan.

Dalam buku “Monographie Sumatera Tengah” kami mencoba membagikan bagian halaman “Pesisir Selatan/Kerintji”, dan sesuai susunan dalam buku, kami mulai dari Negeri Punggasan. Semoga bisa menjadi suatu pengingat bagi penonton/pendengar. Tentu dalam buku ini masih banyak lagi, seluruh wilayah yang ada di dalam Propinsi Sumatera Tengah, sebelum di pecah menjadi Sumatra Barat, Jambi dan Riau pada tahun 1957. Bila ada kesalahan ataupun pendapat lain, silakan handaitaulan tinggalkan jejak di kolom komentar. Salam…

Kilas Balik: Rubrik ini akan menayangkan sejarah-sejarah seputar Pesisir Selatan (mungkin Minangkabau) secara ringkas. Semisalnya sejarah/asal mula penamaan suatu daerah/wilayah/nagari/ulayat dan lainnya. Sumber data berasal dari buku, tinjauan langsung dan tutur. Selain melalui tulisan, kami juga berusaha menayangkan versi visualnya melalui kanal yutub Marewai TV; https://youtube.com/channel/UCtZWHc5Lls2Q0e2LS28Os2A

Dukung kami dengan Subscribe, bagikan, like dan komen.

Referensi: Buku Monografi Sumatera Tengah

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara - 23 Januari 2026
  • Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif - 17 Desember 2025
  • Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra - 1 November 2025
Tags: BudayaEsaiKilas balikOpiniPelesiranSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

Oleh Dewang Kara Sutowano
9 Januari 2026

Sebuah Cerita Panjang yang Sengaja Dicerai-Berai Namanya Bukit Atar, terletak tak jauh dari Batang Sinamar. Dari bukit itu terlihat...

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

Oleh Redaksi Marewai
24 Desember 2025

Ia duduk seharian di salon kecantikan. Melancong ke negeri-negeri jauh di balik cermin. Menyusuri langit putih biru jingga dan...

Next Post
Mahasiswa Kedokteran KKN Unand Nagari Pelangai Beri Penyuluhan Stunting

Mahasiswa Kedokteran KKN Unand Nagari Pelangai Beri Penyuluhan Stunting

Cerpen Lelaki dan Si Emas Hitam | Mohammed Al Syafiq

Cerpen Lelaki dan Si Emas Hitam | Mohammed Al Syafiq

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In