• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Kamis, September 17, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Daun Sungkai: Obat Tradisional yang Kaya Manfaat

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
4 Juni 2021
in Budaya, Artikel
2k 150
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan


Daun sungkai atau Peronema canescens sebelumnya banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat untuk demam, sakit kepala, sakit gigi, asma, hingga penyakit kulit seperti panu. Daun ini juga banyak digunakan masyarakat sebagai obat memulihkan tenaga.

Berikut cara meramu daun Sungkai:
Ambil beberapa helai daun sungkai, kemudian rendam di air panas. Setelah beberapa menit, saring air tersebut, dan minum ketika sudah agak dingin. Cara perebusannya sangat mudah dan tidak perlu Ada tambahan lain. Minum air rebusan bagian kulit batang pohon ini, dipercaya bisa mengobati malaria, menjaga stamina tubuh, hingga meningkatkan imunitas tubuh. Bagi wanita yang minum rebusan daun ini dipercaya bisa menambah kesuburan. Nah, lakukan hal tersebut secara rutin tiga kali dalam seminggu.

Daun ini sempat viral pada tahun 2020, karena dipercaya bisa menyembuhkan virus corona. Tetapi tak lama berselang, berita itu disinyalir sebagai hoak. Hoak karena daun ini dianggap tidak bisa penyembuhan virus. Melainkan hanya meningkatkan kekebalan tubuh/imunitas. Biasanya daun Sungkai tersebut banyak dijual di pasar-pasar, ataupun secara onlen. Sebenarnya jauh sebelum viral karena daun Sungkai bisa menangkal virus covid-19, daun ini sudah lama terkenal dikalangan masyarakat tradisional. Daun Sungkai tidak asing lagi bagi mereka, karena dalam pengobatan tradisional, daun ini dijadikan sebagai obat herbal untuk berbagai penyembuhan penyakit.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Cakap Film – Tiga Babak Soft Power: Film dalam Tatanan Politik Dunia dan Peran Industri Film - 8 Agustus 2026
  • Cakap Film: Drishyam 3: Daya Magis dan Aktor Flamboyan | Arif P. Putra - 26 Juni 2026
  • Cakap Film – KARA: Karakteristik Film Tamil dan Isu Terdekat Mereka - 2 Juni 2026
Tags: BudayaCerpenPelesiranpuisiPunago RimbunSastra

Related Posts

Bala Bhumi: Membaca Kegelisahan Menolak Segala Bala | Zura W Zulkarnain

Bala Bhumi: Membaca Kegelisahan Menolak Segala Bala | Zura W Zulkarnain

Oleh Redaksi Marewai
3 September 2026

Salah satu keberhasilan Bala Bhumi, karya sutradara Afrizal Harun, terletak pada bagaimana pertunjukan ini mengembangkan tubuh para aktornya. Tubuh-tubuh...

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Next Post
Puisi-puisi Mochammad Aldy Maulana Adha | Hikayat Budak Korporat

Puisi-puisi Mochammad Aldy Maulana Adha | Hikayat Budak Korporat

Cerpen Wahid Kurniawan | Pada Sisa-sisa Waktu

Cerpen Wahid Kurniawan | Pada Sisa-sisa Waktu

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In