• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Esai: Penyebab Ketidakadilan Gender Dalam Masyarakat | Devi Rozani

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
25 Januari 2021
in Esai
5k 51
0
Home Budaya Esai
BagikanBagikanBagikanBagikan

Permasalahan mengenai ketidakadilan gender dalam masyarakat cukup banyak ditemukan di Indonesia. Banyak dari kita bahkan tidak menyadari adanya ketidakadilan gender yang telah terjadi disekitar kita. Hal ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari hari seperti hanya anak laki-laki yang boleh belajar di luar daerah, pandangan bahwa anak perempuan mainnya di rumah dan masih banyak lagi. Selain itu, perempuan seringkali menjadi target kejahatan dan kekerasan fisik serta seksual. Tidak jarang kita menemukan perbedaan upah kerja antara laki-laki dan perempuan meskipun melakukan pekerjaan yang sama. Oleh karena itu penyebab ketidakadilan gender perlu diketahui oleh masyarakat sehingga kedepannya ketidakadilan gender dapat ditanggulangi dan diatasi dalam kehidupan masyarakat. Pada esai ini penulis akan memaparkan beberapa penyebab terjadinya ketidakadilan gender dalam masyarakat diantaranya budaya dan pandangan masyarakat mengenai perempuan, kurangnya kesadaran masyarakat akan kesetaraan gender.

1. Budaya dan Pandangan Masyarakat Mengenai Perempuan


Salah satu penyebab ketidakadilan gender adalah pandangan masyarakat tentang perempuan. Masyarakat menganggap perempuan adalah manusia yang lemah dibandingkan dengan laki-laki sehingga perempuan diletakkan pada nomor urut dua oleh masyarakat dan laki-laki dinomor satu kan. Hal ini sesuai dengan pandangan Hasan (2019), bahwa ketidakadilan gender terjadi akibat pandangan yang dibangun masyarakat secara timpang terhadap peran perempuan baik dalam keluarga maupun dilingkungan masyarakat.

Pandangan masyarakat yang timpang terhadap perempuan membuat perempuan semakin berada pada ambang ketidakadilan. Perempuan dianggap sebagai seseorang yang lemah, harus bersikap lemah lembut dan ayu. Pandangan yang telah melekat dalam fikiran masyarakat ini yang kemudian berubah menjadi budaya yang diwariskan secara turun temurun kepada penerusnya.

Menurut Nurhasan (2014), salah satu faktor terbentuknya kesetaraan gender berasal dari diri dalam diri seseorang (seperti keyakinan dan perilaku) dan berasal dari luar diri seseorang (seperti kebudayaan, cara orangtua membesarkan dan memperlakukan anaknya di rumah serta pendidikan seseorang). Kebudayaan berperan penting agar terciptanya kesetaraan gender dalam masyarakat. Kebudayaan yang dapat membahayakan perempuan hendaknya mulai diubah. Biasanya cara yang paling efektif untuk mengubah kebudayaan yang tidak baik adalah dimulai dengan merubah cara pandang diri kita sendiri lalu berlanjut kekeluarga dan barulah masyarakat. Setelah mengubah cara pandang, maka kita perlahan harus merubah kebiasaan-kebiasaan yang membeda-bedakan antara perempuan dan laki-laki.

2. Kurangnya Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Kesetaraan Gender


Dalam mewujudkan sebuah keadilan gender diperlukan kesadaran yang tinggi oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan kesetaraan gender terlahir dari dalam diri masyarakat itu sendiri. Apabila masyarakat tidak menyadari betapa penting kesetaraan gender, maka akan berdampak terjadinya ketidakadilan gender dalam masyarakat tersebut, sehingga wanita dalam masyarakat itu menjadi tertinggal dan terintimidasi. Sebaliknya apabila masyarakat menyadari pentingnya kesetaraan gender maka akan menghasilkan keadilan gender dalam masyarakat tersebut.

Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender biasanya terjadi karena kesalahpahaman masyarakat terhadap konsep utama kesetaraan gender itu sendiri. Masyarakat menganggap kesetaraan gender tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan agama yang mereka anut. Padahal pelaksanaan kesetaraan gender terjadi karena ketidakadilan yang dirasakan oleh wanita dalam masyarakat. Wanita menuntut sebuah keadilan gender tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Oleh karena itu kesetaraan gender sebenarnya tidak bertentangan dengan agama yang dianut oleh masyarakat. Masyarakat seharusnya memahami betul makna dan konsep utama dari kesetaraan gender sehingga tidak terjadi kesalahpahaman mengenai kesetaraan gender.
Kesadaran masyarakat akan kesetaraan gender juga dipengaruhi oleh pendidikan.

Masyarakat yang telah belajar mengenai kesetaraan gender pasti menyadari arti pentingnya hal tersebut. Masyarakat yang telah mempelajari kesetaraan gender akan mewujudkan keadilan gender dalam lingkungannya. Akibatnya tidak akan ada kesenjangan dalam gender dalam masyarakat tersebut. Pendidikan terhadap kesetaran gender dalam masyarakat dapat dilakukan oleh pemerintah dengan cara menggiatkan kegiatan sosialisasi akan pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat, cepat atau lambat masyarakat akan menyadari betapa pentingnya kesetaraan gender sehingga terbentuklah keadilan gender.

Menurut Qomariah (2019), mayoritas masyarakat Indonesia telah menerima dan melaksanakan kesetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat meskipun masyarakat sendiri masih memiliki pandangan yang minim terhadap pengertian kesetaraan gender. Contohnya saja dapat dilihat pada saat sekarang ini dimana perempuan sudah dapat menikmati pendidikan yang sama dengan laki-laki tanpa dibatasi. Selain itu, perempuan juga mendapatkan hak yang sama dalam menyampaikan aspirasinya. Hal ini merupakan bukti bahwa kesetaraan gender dalam masyarakat Indonesia sudah mulai terlaksana dengan perlahan.


Adanya ketidakadilan gender dalam masyarakat menuntut semua orang untuk peduli dan menjunjung tinggi kesetaraan gender dalam masyarakat. Ketidakadilan gender terjadi disebabkan karena budaya dan pandangan masyarakat mengenai perempuan. Dimana Masyarakat menganggap perempuan adalah manusia yang lemah dibandingkan dengan laki-laki sehingga perempuan diletakkan pada nomor urut dua oleh masyarakat dan laki-laki dinomor satu kan. Pandangan masyarakat yang timpang terhadap perempuan membuat perempuan semakin berada pada ambang ketidakadilan. Penyebab lain ketidakadilan gender dalam masyarakat adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender biasanya terjadi karena kesalahpahaman masyarakat terhadap konsep utama kesetaraan gender itu sendiri. Masyarakat menganggap kesetaraan gender tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan agama yang mereka anut. Padahal pelaksanaan kesetaraan gender terjadi karena ketidakadilan yang dirasakan oleh wanita dalam masyarakat. Namun pelaksanaan kesetaraan gender sudah mulai bisa kita rasakan pada saat sekarang ini. Dan diharapkan kedepannya kesetaran gender dalam masyarakat akan tetap tumbuh sehingga tidak ada lagi yang namanya ketidakadilan gender dalam masyarakat.

Sumber Referensi :

Hasan, B. (2019). Gender Dan Ketidak Adilan. JURNAL SIGNAL, 7(1), 46-69.

HASAN, N., & MAULANA, R. (2014). Kesetaraan dan keadilan gender dalam pandangan perempuan Bali: Studi fenomenologis terhadap penulis perempuan Bali. Jurnal Psikologi Undip Vol, 13(2), 149-162.

Qomariah, D. N. (2019). Persepsi Masyarakat Mengenai Kesetaraan Gender Dalam Keluarga. Jendela PLS, 4(2), 52-58.


Penulis Devi Rozani, berasal dari Surian, Jorong Gaduang, Nagari Surian, Kec. Pantai Cermin, Kab. Solok, Prop. Sumatera Barat. Mahasiswa aktif di Universitas Negeri Padang (UNP) bisa dijumpai dimedia sosialnya, Instagram: @devirozani


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaCaritoPunago RimbunSastra

Related Posts

Literasi yang Tak Masuk Akal, tapi Masuk Anggaran & Literasi yang Masuk Akal, tapi Tak Masuk Anggaran | Robby Wahyu Riyodi

Literasi yang Tak Masuk Akal, tapi Masuk Anggaran & Literasi yang Masuk Akal, tapi Tak Masuk Anggaran | Robby Wahyu Riyodi

Oleh Redaksi Marewai
6 November 2025

Literasi yang Tak Masuk Akal, tapi Masuk Anggaran & Literasi yang Masuk Akal, tapi Tak Masuk Anggaran | Robby...

Syekh Yahya Al Khalidi, Mursyid Tareqat Naqsabandiyah Al Khalidiyah dari Nagari Panjua Anak (1857 – 1943)

Syekh Yahya Al Khalidi, Mursyid Tareqat Naqsabandiyah Al Khalidiyah dari Nagari Panjua Anak (1857 – 1943)

Oleh Redaksi Marewai
11 Mei 2025

Oleh Al Fikri Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Imam Bonjol Padang Di balik megahnya Nagari Magek hari ini, tersimpan...

Gairah Literasi dan Dunia Baca Anak Muda | Muhammad Nasir

Gairah Literasi dan Dunia Baca Anak Muda | Muhammad Nasir

Oleh Redaksi Marewai
20 April 2025

Gairah Literasi dan Dunia Baca Anak MudaOleh: Muhammad Nasir (Penyuka Buku/Dosen UIN Imam Bonjol Padang) Di Ranah Minang, tradisi...

Esai – Punkdikbud | Wallcracks

Esai – Punkdikbud | Wallcracks

Oleh Redaksi Marewai
10 Maret 2025

Terlebih dahulu sedikit penerangan dalam lembaran pendek ini, bahwa PUNKDIKBUD tidak bermaksud untuk menimbulkan perdebatan-kusir mengenai topik usang tentang...

Next Post

Pelesiran (3): Urban Legend Laut Piaman, Dari Kancah-kancah Sampai Juhuang | Ajo Wayoik

Dinas Pariwisata Kota Pariaman Siap Dukung Kito Fishing Service

Dinas Pariwisata Kota Pariaman Siap Dukung Kito Fishing Service

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In