• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Sumua Ayek: Karomah yang Tak Pernah Kering, Nagari Pelangai Kaciek Kec. Ranah Pesisir, Pesisir Selatan

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
4 Januari 2021
in Budaya
1.2k 87
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan
Poto: Marewai.com

Fenomena alam memang tidak ada yang tau kebenarannya, baik yang sudah terbentuk sejak lama maupun baru-baru ini. Fenomena tersebut bukanlah hisapan jempol belaka, lebih dari itu sudah banyak yang membuktikan keberadaannya benar-benar nyata, walau tak semuanya dapat dibuktikan secara kasat mata. Sama halnya dibeberapa lokasi yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, daerah yang memiliki motto Kerjaku Membangun Pesisir Selatan ini memang tak bisa dilepaskan dari cerita-cerita magisnya, mulai dari tempat-tempat yang dikeramatkan maupun masyarakatnya.

Salah satu tempat keramat yang sampai saat ini masih dikunjungi masyarakat adalah Sumua Ayek, Tanah Liek, Nagari Pelangai Kaciak Kec. Ranah Pesisir, Kab. Pesisir Selatan. Lokasi ini berada sekitar 30 menit dari ibu kota Ranah Pesisir, Balai Selasa. Akses ke sana masuk dari Simpang Lubuk Cubadak, kemudian beberapa meter belok kiri melalui jembatan gantung, setelah itu belok kiri lagi. Tidak jauh dari jembatan, pengunjung sudah bisa melihat penanda bahwa sudah berada di kawasan Sumua Ayek. Sumua Ayek sendiri berada di tepi sawah, bagian bibir bukit. Umumnya masyarakat Ranah Pesisir sudah tidak asing lagi dengan lokasi satu ini, karena cerita-cerita dan khasiat dari air Samua Ayek. Untuk akses lebih mudah, pengunjung bisa lewat Pasar Lama, belok kiri dari tugu Mungkui, namun akses jalan hanya kerikil. Kalau dari sini, jalan lurus saja.

Tidak ada yang tau Sumua Ayek tersebut ada sejak tahun berapa. Sumur yang bersebelahan dengan taman Desa Wisma Sumua Ayek ini juga menghadirkan pemandangan hamparan luas persawahan, ditambah udara yang sejuk membuat tempat ini cocok sekali menjadi tempat menenangkan pikiran sejenak. Tak heran bila lokasi ini jadi desa wisma. Masyarakat juga mengakui khasiat air yang dihasilkan Sumua Ayek untuk pengobatan, sudah banyak orang-orang membuktikan karomahnya, bukan hanya masyarakat setempat saja. Tapi juga diakui masyarakat dari luar yang sering berkunjung ke Sumua Ayek untuk berdoa kesembuhan. Sumua Ayek bukanlah untuk disembah, melainkan hanya sebuah perantara, semuanya kembali kepada niat masing-masing.

Selain itu, biasanya lokasi Sumua Ayek akan ramai pengunjung disaat hari-hari tertentu, seperti balimau (sehari sebelum puasa ramadan masuk) atau tanggal-tanggal penting lainnya. Meski tidak selalu ramai pengunjung dari luar daerah, sampai saat ini masyarakat setempat masih mengambil air dari Sumua Ayek untuk dikonsumsi. Jam-jam warga datang mengambil air biasanya antara pagi dan sore, selain itu sumur ini juga digunakan warga sebagai tempat singgah sepulang dari ladang atau sawah.

Untuk beristirahat, di lokasi Sumua Ayek juga ada disediakan tempat semacam pendopo, dimana siapapun diperbolehkan untuk beristirahat di sana atau makan. Sumur ini hampir tidak pernah mengalami kekeringan sekalipun, meski pada musim kemarau sekalipun. Itu salah satu menjadi penyebab masyarakat memercayai Sumua Ayek mempunyai karomah, dapat membantu orang banyak saat musim kemarau tiba. Tempat ini sangat terkenal medio 90an.

Fenomena seperti ini telah terjadi sejak lama dikalangan masyarakat tradisional, bahwa kepercayaan mereka kepada alam masih sangat kental. Tapi bukan semata-mata memercayai hal tersebut lalu menjadikan mereka fanatik/yakin, kemudian mengidahkan kepercayaan agama mereka. Lokasi Sumua Ayek hanyalah sebuah tempat yang dikeramatkan, memiliki karomah kepada mereka yang datang dengan niat baik menggunakan air tersebut sebagai wudhu salat mereka menghadap Tuhan. Karomah itulah yang diterima manusia.

Tentu saja banyak kejadian lain di tempat ini, menurut masyarakat setempat juga pernah beberapa kali terjadi hal-hal janggal, seperti orang seseorang berbaju putih memakai sorban seperti kiyai. Beberapa larangan; tidak boleh takabul, bicara kasar atau menyimpan niat buruk. Bukan hanya di lokasi ini saja, seharusnya pengunjung membuang niat-niat buruk itu di manapun mereka berkunjung. Terlebih lagi menjaga kebersihan tempat yang dikunjungi, karena salah satu kebobrokan pengunjung ke tempat-tempat kunjungan/wisata adalah buang sampah sembarangan.

Sumua Ayek adalah sebuah fenomena alam, salah satu sumber air yang diberikan alam kepada manusia. Sumur seperti ini juga ada di Sialang, Rawang Gunung Malelo, Sutera, Kab. Pesisir Selatan. Juga berada di bagian bibir bukit dan berhadapan langsung dengan hamparan sawah. Rasa airnya pun hampir sama; dingin dan ada manisnya. Lain waktu akan penulis tuliskan. Mantap!

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Amangkurat Cinta Semerah Darah: Kelindan Asmara dan Kekuasaan yang Berdarah Mataram - 5 Februari 2026
  • Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara - 23 Januari 2026
  • Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif - 17 Desember 2025
Tags: BudayaCaritoSastra

Related Posts

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Maret 2026

Ekosistem teater di Sumatera Barat, khususnya pada Maret 2025 ini, tampak seperti panggung yang lampunya padam sebelum pertunjukan dimulai....

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Oleh Redaksi Marewai
23 Februari 2026

Memasuki bulan Rajab, dapur-dapur rumah mulai dipenuhi aroma rempah, kunda pun siap dihidangkan. Sementara lantunan kalimat-kalimat Allah terdengar dari...

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Oleh Redaksi Marewai
15 Februari 2026

Sebanyak 61 siswa Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) menggelar karya hasil pembelajaran Semester II (September–Desember 2025)...

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Oleh Redaksi Marewai
5 Februari 2026

Dua bulan setelah banjir bandang dan galodo melanda 16 kabupaten kota di Sumatera Barat, Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar...

Next Post
Pinang: Tumbuhan Paling Konsisten dan Perawatan yang Mudah

Pinang: Tumbuhan Paling Konsisten dan Perawatan yang Mudah

Turut Berduka: Penulis Naskah Randai Kebanggaan ISI Mangkat

Turut Berduka: Penulis Naskah Randai Kebanggaan ISI Mangkat

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In