• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Senin, Agustus 3, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Rafii Syihab | Ruang Tunggu

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
12 Desember 2020
in Sastra
2.3k 122
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

PERKABUNGAN UNTUK CINTA YANG SALAH

Pagi berkabut tipis. Ada sekantong sereal yang tak henti kuajak bicara tentang rasa sakit. Gemetar. Aku gemetar. Udara adalah dirimu yang dingin dan beku. Tubuhku riak, sungai paling jauh yang bisa kau temui di tengah rawa kematian. Kertas-kertas berhamburan dengan kalimat yang tak tahu rimbanya. Air mata tumpah dan kering dengan sendirinya. Di dinding, segala risau tersusun melebihi jumlah bait dalam kitab suci yang tak pernah selesai kubaca. Dalam pagi seperti ini mataku masih menyisakan separuh mimpinya; tadi malam kutemui dirimu dan kau pinta aku melepaskan sayap, berhenti jadi malaikat, ucapmu. Kurasa ada dua belas ekor binatang yang kau pelihara dalam kepalamu, tapi kenapa aku tidak pernah ada di sana? Kau tak menjawab; ada harum dupa dan bendera setengah tiang di luar sana (aku tak tahu harus menyanyikan lagu apa).

INSOMNIA

Sebelah mataku telah terlelap dan bermimpi sejak satu jam yang lalu. Mata kananku sudah terpejam sekarang, tapi ia belum tidur. Kamar sungguh gelap—kenapa kau ada di dalam kepalaku?

MENUNGGU PERI GIGI

Berselimut dingin, aku menghitung langkah kakimu meninggalkan pintu. Samar, perlahan memudar. Kamar ini banjir, seseorang telah mandi dan lupa mematikan keran air di mataku. Aku sendiri telah lama kehilangan tubuhku dan semua sisa pelukmu. Lenyap tanpa sebab. Sementara malam ini kurasakan semua membeku kecuali waktu. Tertatih, aku mengumpulkan semua gigiku di balik bantal. Seorang peri mestinya datang dan menggantinya dengan senyuman—mengapa mataku perih sekali?

DI RUANG TUNGGU

Aku masih di ruang tunggu. Jangan mencariku ke dasar sungai. Aku tidak suka hidup bersama ikan.

04:20

Menyelami pagi yang terlalu dini di pekarangan rumahmu. Desau angin masa lampau menggoyangkan api pada lilin yang kupegang. Bayang tubuhku telah kusimpan jauh sebelum kukenal dirimu, tetapi belakangan sesuatu yang begitu mirip telah menghantuiku. Aku ingin bertanya; apakah itu masa depan atau sebatas ilusi hasil dari kekalahanku melawan malam. Tetapi kau tak pernah ada di rumah. Yang tergeletak di sana hanyalah seorang yang tidak kukenal. Mirip denganmu. Namun sungguh tak dapat kukenali meski api lilin menyisakan jarak setipis bulu mata—apakah aku benar-benar telah mengenalmu?

(2018-2020)


Penulis Rafii Syihab; mahasiswa tua Institut Agama Islam Darussalam Martapura, bersama beberapa kawan, sejak 2017 lalu, membangun Kampung Teater dan masih berusaha memperbesar komunitas tersebut hingga sekarang. Menulis cerpen, puisi, juga naskah drama. Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media cetak dan terdapat di beberapa buku antologi bersama. Sekarang jadi buruh tulis di BanaranMedia.com. Bisa dihubungi lewat [email protected] Alamat : Gg. Sampurna 5, Tanjung Rema Darat, Martapura, Kab. Banjar. WhatsApp : 082351200526

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: PelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Next Post
Cerpen Muhammad Lutfi | Kendi

Cerpen Muhammad Lutfi | Kendi

Bibliosida: Penghapusan Ingatan dan Penyucian Moral | Ardhi Ridwansyah

Bibliosida: Penghapusan Ingatan dan Penyucian Moral | Ardhi Ridwansyah

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In