• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

TENGGARA FESTIVAL 2025, “Tidak Kayu, Tangga Dikeping!”

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
1 Agustus 2025
in Budaya
976 62
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Tenggara Festival adalah ruang temu antara warga dan seniman, antara alam dan kota, antara yang diwariskan dan yang sedang dibayangkan. Sejak hadir di 2020 sebagai perayaan seni jalanan, festival dua tahunan ini terus bertumbuh menjadi panggung bagi warga Solok: tempat pengetahuan lokal dirayakan, tempat di mana imajinasi dan insiatif bertumbuh juga berdialog.

Tahun ini, tepat di kali ke-3, Tenggara Festival kembali digelar di kota Solok dengan tema “Tidak Kayu, Tangga Dikeping” —sebuah metafora tentang semangat bertahan, bersiasat, dan saling menyambung di tengah keterbatasan. Lalu bagaimana kemudian siasat tersebut dilihat sebagai sebuah kemungkinan metode yang dapat menjadi pilihan, yang selama ini telah menunjukan dampaknya, dan perlu diperkuat.

Tema ini lahir dari pertemuan-pertemuan komunitas di Solok yang bergerak dengan sumber daya seadanya, tapi penuh daya cipta: kelompok tani, pelaku kuliner, seniman, musisi, pembuat film, guru, penulis, pembatik, penggiat lingkungan, hingga komunitas motor.

Di tahun 2020, festival mengisi 20 titik mural di Kota Solok—termasuk lapas, lapangan kodim, sekolah, dan taman—membuka dialog antara seniman, warga, dan pemerintah. Pada 2022, dengan tema Do It Yourself, aktivasi meluas ke ruang-ruang privat: sawah, bengkel, hingga dapur rumah. Warga menjadi aktor aktivasi, bukan sekadar penonton.

“Tenggara Festival 2025 melanjutkan semangat dua edisi sebelumnya. Tahun ini, cakupan program semakin luas. Ada pameran, street art jamming, tenggara mart, musik, tenggara kids, motor riding, pemutaran film, diskusi, workshop, simposium, hingga program sekolah,” ujar M. Badri, salah satu tim kurator dari Festival Tenggara 2025.

Festival Tenggara 2025 akan diadakan pada tanggal 1-10 Agustus 2025. Ada 10 spot mural/graffiti serta melibatkan kurang lebih 60 seniman dan kelompok seni.

Kegiatannya tersebar di 9 titik yaitu Rumah Tamera (Lingkar Utara), Area Gallery 88 (Kp. Jawa), Satusatusembilan Space (Tj. Paku), Naluri Coffee (Ps.Pandan Air Mati), RN Coffee (Jl.Syech Kukut), Parak Batuang Space (Tabuh Puluik Puluik), Galanggang Raya Farm (Gelanggang Betung), MIS Kampung Jawa, dan Pusako Tinggi Project (Tanjung Paku).

Ada pertunjukan Sisinga Barantai & Sanggar Kencak Galundi dari Kampung Jawa – Solok di Gallery 88 – Lingkar Utara dan  kompetisi Tiktok. Ada pertunjukan Musik dari Tuan Kembara – Tikalak, Egi – Padangpanjang, Beda Barat – Padang Panjang, Rani Jambak – Agam, Jumaidil Firdaus –  Sirukam, Solok, Western Tiger – Bukittinggi, Tomy Bollin – Bukittinggi, dan Siboy Music – Solok.

Kemudian ada Tenggara Kids oleh Satelit Art Club – Solok dan Pameran Daur Subur di Gallery 88 dan Rumah Tamera. Ada pameran dan diskusi karya fotografi di Satusatusembilan space. Ada pemutaran film dan diskusi oleh Sawala Sinema, di SMKN 1 Solok. Ada pameran 100 poster dan bincang karya di Naluri Coffee. Ada Motor Cycle Riding: Ride, Pray & Plant di Rumah Tamera.

Lalu juga ada simposium di RN Coffee: Panel 1 “Berbenah menuju pertanian sehat”, panel 2 “Kedaulatan dan keberagaman pangan”, dan panel 3 “Merawat nilai-nilai kebudayaan pertanian melalui praktik seni budaya. Juga ada Dapur Kasih Sayang dan Tenggara Mart oleh Serikat Gudang Peluru di Gallery 88.

Tenggara adalah festival yang tumbuh dari keseharian. Ia tidak menawarkan pertunjukan mewah, melainkan perayaan atas yang dekat, yang akrab, dan yang terus bergerak. Ia tidak menjawab pertanyaan “siapa kita?”, tapi memberi ruang bagi kita untuk bertanya bersama—sambil bekerja, berkarya, dan berbagi.

“ Festival ini bukan hanya tentang seni, tapi tentang hidup bersama di kota yang ingin terus belajar menjadi lebih baik,” ujar Albert Rahman Putra, Ketua Komunitas Gubuak Kopi.

Tenggara Festival tidak hanya menjadi ajang seni, melainkan ruang temu gagasan, rekonsiliasi memori, dan proyek masa depan bersama. Lewat pendekatan lintas sektor dan kesadaran bahwa identitas kolektif terus bergerak, Tenggara merangkul suara dari berbagai lini untuk menyusun kembali pembangunan kota dari akar rumput.

Tenggara Festival 2025 adalah undangan untuk bersiasat, berkolaborasi, dan mengimajinasikan masa depan yang lebih inklusif, adil, dan lestari. Ia adalah proses kemenjadian warga sebagai subjek budaya yang menentukan hidupnya sendiri, bukan sekadar penerima kebijakan.

Official web: www.tenggarafestival.id

Tentang Komunitas Gubuak Kopi

Komunitas Gubuak Kopi adalah sebuah kelompok belajar seni dan media, berdiri pada tahun 2011, dan berbasis di Kota Solok, Sumatera Barat. Kelompok ini melakukan penelitian dan pengembangan pengetahuan seni dan media berbasis komunitas, dalam merespon persoalan kewilayahan. Komunitas Gubuak Kopi memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan literasi media melalui praktik artistik, mengorganisir kolaborasi antara profesional (seniman, penulis, dan peneliti) dan warga, mengembangkan media lokal alternatif, serta membangun ruang bagi peningkatan kapasitas anak muda di Solok, yakni Rumah Tamera Hub.

Rumah Tamera – Komunitas Gubuak Kopi
Jl. Lingkar Utara, RT02/RW06 Kel. Kampung Jawa,
Kec. Tanjung Harapan, Kota Solok
Sumatera Barat, Indonesia
27321

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

Oleh Dewang Kara Sutowano
9 Januari 2026

Sebuah Cerita Panjang yang Sengaja Dicerai-Berai Namanya Bukit Atar, terletak tak jauh dari Batang Sinamar. Dari bukit itu terlihat...

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

Oleh Redaksi Marewai
24 Desember 2025

Ia duduk seharian di salon kecantikan. Melancong ke negeri-negeri jauh di balik cermin. Menyusuri langit putih biru jingga dan...

Next Post
Cerpen Heri Haliling – Presto

Cerpen Heri Haliling - Presto

Cakap Film: Sinners – Malam Tragis dan Penebusan Dosa

Cakap Film: Sinners - Malam Tragis dan Penebusan Dosa

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In