
Oleh Al Fikri
Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Imam Bonjol Padang
Di balik megahnya Nagari Magek hari ini, tersimpan kisah kejayaan masa lalu yang kini hanya tinggal kenangan. Nagari Magek, sebuah Nagari yang tergabung kedalam territorial Kecamatan Kamang Magek, dulunya dikenal dengan julukan Nagari Panjua Anak, yang berarti tempat jual beli bibit ikan. Pameo tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Nagari Magek hari ini.
Namun, Magek bukan hanya dikenal karena perikannya. Nagari ini juga merupakan tempat lahirnya berbagai tokoh penting, salah satunya adalah Syekh Yahya Al Khalidi, mursyid Tareqat Naqsabandiyah al khalidiyah yang merupakan salah satu Soko Guru Ulama Perti.
Syekh Yahya Al Khalidi di lahirkan di Magek, pada Hari jumat tahun 1857 M bertepatan dengan 1276H. Ayahanda beliau berasal dari Surau Panjang Nagari Magek, sedangkan Ibu beliau berasal dari Jorong Koto Kaciak Magek. Dan suku beliau adalah Bicu.
Sejak remaja beliau sangat giat menuntut ilmu agama. Guru beliau merupakan ulama terkemuka di kampung halaman kala itu,bahkan beliau juga berguru sampai ke Makkah Al Mukarramah. Di antara guru – guru beliau ialah :
- Syekh Mudo Ladang laweh Kecamatan Banuhampu, dibatu hampar, beliau mempelajari ilmu syariat yang bersumber dari kitab kitab
- Syekh Abdurahman Batuhampar, disini beliau mengambil Tareqat Naqsabandiyah Khalidiyah dan bersuluk selama 60 hari.
- Al Arif billah Al Alamah Syekh Muhammad Sa’ad Al Khalidi Mungka
- Syekh Muhktar A’thariid, Almarhum Syekh Harun, Almarhum Syekh Ali Maliki serta ulama ulama lainnya
Murid Murid Syekh Yahya Al Khalidi Sangat banyak, diantara mereka ialah ulama ulama besar dari berbagai daerah. Diantara ulama yang belajar kepada Syekh Yahya Yaitu :
- Syekh Abbas el Qadhi Ladang Laweh Kecamatan Banuhampu Sungai Puar Kabupaten agam
- Syekh Sulaiman Arrasuli ( Inyiak Canduang )
- Syekh H abdul Qadir Lintau
- Syekh Mahmud Abdullah Tarantang Harau
- Syekh Abdul Qadhim / Beliau Balubuih Kabupaten 50 Kota
- Syekh Haji Mansur Kamang Mudiak
- Ustadz Jamarin Ismail Tarantang Sarilamak
- Ustadz Daramin Lipat Kain Provinsi Riau
- Ustadz Arifin Jamil / Tuangku Solok
- Syekh Engku Milat Sulit Air
Dan Masih Banyak lagi…
Selain mengajar, Syekh Yahya Al Khalidi sangat suka menulis, sesudah beliau wafat terdapat beberapa buku penting karya beliau , diantaranya Mustalah Hadist, Sifat Dua puluh, doa dan zikir, Nahwu dan Saraf dan karya tulis beliau lainnya. Berhubung keterbatasan biaya dizaman itu, hanya satu karangan beliau yang berhasil diterbitkan yaitu: Jalan Kebahagiaan, buku ini dicetak di bukittinggi pada percetakan Islamiyah dengan bantuan Inyiak H sulaiman Sungai Puar.
Syekh Yahya al Khalidi Wafat pada hari jumat tanggal 20 Syawal 1361H/ atau sekitar tahun 1943M. menurut catatan pribadi anak beliau Syekh Yunus Yahya, prosesi penyelenggaraan jenazah syekh yahya al Khalidi dimulai pukul 09 Pagi, Syekh Haji Mansur adalah orang yang memimpin prosesi pemandian syekh yahya, sedangkan yang mengimami shalat jenazah Ketika itu adalah syekh Sulaiman Ar Rasulli. Berbilang ribu Jemaah yang hadir dalam prosesi tersebut, karena banyak nya jamaah yang hadir, jenazah syekh yahya diranai surau tempat dishalatkan sampai ke Maqam beliau. Dalam kompleks pemakaman ini, kemudian juga dimaqamkan pula putra yang bernama Syekh Yunus Yahya yang wafat pada tahun 2001.
Semasa Hidup, Syekh Yahya Al Khalidi selalu merutinkan amalan harian seperti lazim yang dilakukan oleh Guru Beliau Syekh Saad Mungka, amalan tersebut adalah merutinkan shalat tahajjud setiap malam, setiap pagi selalu melaksanakan shalat dhuha, merutinkan zikir setiap selesai shalat subuh sampai matahari terbit dan tidak lupa selalu menamatkan/mengkhatamkan Al Qur,an.
Penulis: Al Fikri ( Anak Nagari Magek yang sedang menempuh Pendidikan Hukum Tata Negara di UIN Imam Bonjol Padang, Aktif bergiat dalam Tradisi Lisan Alua Pasambahan dan mempublikasikannya di Tik- Tok @Magek_Manyambah)






Discussion about this post