• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Syair Kera Network: Pola-pola Grouping dan Paduan Pola Ucap Pilihan ekspresi.

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
28 November 2020
in Berita Seni Budaya
1.3k 39
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pekan Teater Sumatra Barat 26-28 November 2020 memasuki hari terakhir, hari ini ada tiga penampilan teater yang pertama dibuka oleh Syair Kera Network, kemudian akan ditutup malam ini oleh Komunitas Seni Nan Tumpah. Syair Kera Network membuka agenda sore tadi dengan judul naskah Syair Kera.

“Ketika manusia tidak lagi didengar suaranya, mungkin ada baiknya kita dengar pembicaraan sekelompok kera”, demikian konon Tenas Effendy memberikan ulasan atas karya beliau berjudul Syair Kera. Oleh Sutradara kumpulan syair ini diadaptasi menjadi sebuah seni pertunjukan teaterikal dalam basis fabel. Pohon dengan dahan, ranting dan daun adalah media yang unik sebagai ruang eksplorasi. Juga pola-pola grouping dan paduan pola ucap menjadi pilihan kendaraan ekspresi.

Risau atas hutan (rumah) mereka terus tergusur, berkumpullah sesama fabel melakukan musyawarah. Debat dan silang pendapat berujung pada kesepakatan. Mereka mendatangi kota, memprotes ulah manusia dengan membagi2kan bibit pohon untuk ditanami kembali.Sebagai makhluk yang bernama manusia, pertanyakanlah kembali makna hakikat KEMANUSIAAN, berikut pilihan-pilihan hidup yang tersedia…. Karena faktanya hari ini, tamak serakah adalah kebijakan humanis tersebab narasi-narasi pembenaran yang menyertainya.

SYAIR KERA

Syair Kera Network, Pekanbaru

Karya: Tenas Effendy

Sutradara: Willy Fwi

Artistik: Aad

Kostum: Bone Maklong

Audio: Eka

Pelakon: Ade, Robby, Yudi, Ducci, Bone, Ceper, Indri, Suci, Aris, Aad, Putra, Labib, Eno, Farel, Fadli, Fara.

Penampilan yang menyenangkan dibawakan oleh Syair Kera Network, menampilkan sebuah pertunjukan yang sarat makna serta satire yang mendalam. Secara keseluruhan memang menampilkan gaya tutur layaknya syair-syair melayu, tak hanya menyampaikan gagasan sebagai manusia, tapi ialah keresahan lingkungan yang dialami oleh banyak makhluk.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: CaritoPunago RimbunSastra

Related Posts

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Oleh Redaksi Marewai
14 Juni 2026

Padang, 14 Juni 2026 — Rangkaian Kumpul IV telah berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Medan. Tiga kegiatan utama...

Next Post
Puisi-puisi Syukur Budiardjo | Pribahasa Koruptor

Puisi-puisi Syukur Budiardjo | Pribahasa Koruptor

Peduli Bencana: IMPPLISBA Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Tapan, Kab. Pesisir Selatan

Peduli Bencana: IMPPLISBA Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Tapan, Kab. Pesisir Selatan

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In