• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Syair Kera Network: Pola-pola Grouping dan Paduan Pola Ucap Pilihan ekspresi.

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
28 November 2020
in Berita Seni Budaya
1.3k 39
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pekan Teater Sumatra Barat 26-28 November 2020 memasuki hari terakhir, hari ini ada tiga penampilan teater yang pertama dibuka oleh Syair Kera Network, kemudian akan ditutup malam ini oleh Komunitas Seni Nan Tumpah. Syair Kera Network membuka agenda sore tadi dengan judul naskah Syair Kera.

“Ketika manusia tidak lagi didengar suaranya, mungkin ada baiknya kita dengar pembicaraan sekelompok kera”, demikian konon Tenas Effendy memberikan ulasan atas karya beliau berjudul Syair Kera. Oleh Sutradara kumpulan syair ini diadaptasi menjadi sebuah seni pertunjukan teaterikal dalam basis fabel. Pohon dengan dahan, ranting dan daun adalah media yang unik sebagai ruang eksplorasi. Juga pola-pola grouping dan paduan pola ucap menjadi pilihan kendaraan ekspresi.

Risau atas hutan (rumah) mereka terus tergusur, berkumpullah sesama fabel melakukan musyawarah. Debat dan silang pendapat berujung pada kesepakatan. Mereka mendatangi kota, memprotes ulah manusia dengan membagi2kan bibit pohon untuk ditanami kembali.Sebagai makhluk yang bernama manusia, pertanyakanlah kembali makna hakikat KEMANUSIAAN, berikut pilihan-pilihan hidup yang tersedia…. Karena faktanya hari ini, tamak serakah adalah kebijakan humanis tersebab narasi-narasi pembenaran yang menyertainya.

SYAIR KERA

Syair Kera Network, Pekanbaru

Karya: Tenas Effendy

Sutradara: Willy Fwi

Artistik: Aad

Kostum: Bone Maklong

Audio: Eka

Pelakon: Ade, Robby, Yudi, Ducci, Bone, Ceper, Indri, Suci, Aris, Aad, Putra, Labib, Eno, Farel, Fadli, Fara.

Penampilan yang menyenangkan dibawakan oleh Syair Kera Network, menampilkan sebuah pertunjukan yang sarat makna serta satire yang mendalam. Secara keseluruhan memang menampilkan gaya tutur layaknya syair-syair melayu, tak hanya menyampaikan gagasan sebagai manusia, tapi ialah keresahan lingkungan yang dialami oleh banyak makhluk.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV - 14 Mei 2026
  • Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata - 25 April 2026
  • Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026) - 18 April 2026
Tags: CaritoPunago RimbunSastra

Related Posts

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

Oleh Redaksi Marewai
14 Mei 2026

Medan, 10 Mei 2026 - Kumpul IV menandai keberlanjutan sebuah ruang yang diinisiasi oleh GUA lokal, yang dalam beberapa...

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
25 April 2026

Tidak ada hukum wajib atau teori khusus yang mengharuskan sebuah komunitas teater memiliki penulis naskah tetap. Keberadaannya bukanlah sekadar...

Kesuksesan Totalitas Aktor Ku-Liek pada Festival Nan Jombang Tgl3, Menggantung Hak Intelektual Penonton dalam Dekonstruksi Nilonali | Irawan Winata

Kesuksesan Totalitas Aktor Ku-Liek pada Festival Nan Jombang Tgl3, Menggantung Hak Intelektual Penonton dalam Dekonstruksi Nilonali | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
6 April 2026

Nan Jombang Dance Company selalu memberikan kesejukan bagi jiwa seniman, menyediakan ruang agar mereka dapat terus tumbuh dan berkembang...

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Oleh Redaksi Marewai
15 Februari 2026

Sebanyak 61 siswa Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) menggelar karya hasil pembelajaran Semester II (September–Desember 2025)...

Next Post
Puisi-puisi Syukur Budiardjo | Pribahasa Koruptor

Puisi-puisi Syukur Budiardjo | Pribahasa Koruptor

Peduli Bencana: IMPPLISBA Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Tapan, Kab. Pesisir Selatan

Peduli Bencana: IMPPLISBA Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Tapan, Kab. Pesisir Selatan

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In