• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Seri Punago Rimbun: Datuk Parapatiah Nan Sabatang Tokoh Besar Minangkabau dalam Sejarah Tambo Bongka Nan Piawai | Zera Permana

Zera Permana Oleh Zera Permana
14 Januari 2024
in Budaya, Punago Rimbun
1.2k 25
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Puto Balun Merantau

Puto Balun, anak dari Datuk Cati Bilang Pandai dengan Puti Reno Indojuita kemudian memohon diri untuk pergi merantau. Ia mula-mula pergi merantau ke Tiku Pariaman. Di Padusunan, tempat kedudukan Tuanku Raja Tua yang menjadi Raja Tiku Pariaman, Puto Balun (Buyung Balun) diterima dengan penuh penghormatan. Namun Sebelum Puto Balun pergi merantau, ia pergi ke tempat saudara perempuan ayahnya “induak bako” di Kerajaan Teluk Daya Pura, Kerajaan Kesultan Indrapura dan tinggal beberapa bulan. Selama di Kerajaan Teluk Daya Pura itu ia belajar bersama saudara-saudaranya dari kaum Malayu Kampung Dalam dengan seorang Mualim yang datang dari Palinggam Rayo (Persia).

Dalam didikan Mualim, Puto Balun diajari beberapa keilmuan, “ilmu tukang sibak uleh” ilmu pengelolaan dalam pemerintahan kerajaan, “ilmu situkang-tukang” Ilmu dalam pelayaran, dan “ilmu mamahek mato dipicingkan” ilmu diplomasi. Dasar ilmu yang tiga ini, Puto Balun oleh guru disuruh untuk merantau untuk mengunjungi setiap kampung, negeri, yang memakai barmacam hukum, kurenah, sifat, tabiat, masing-masing. Namun pada dasarnya ilmu itu semuanya dimulai dari tiga orang ninik yang mangarungi dunia yaitu; Sultan Maharaja Alif, Sultan Simahaja Dipang, Sultan Sri Maharja Diraja.

Dari Tiku Pariaman merantau ke Aceh Tiga Segi Pusat jala pumpunan ikan, oleh negeri Pulau Perca, kemudian berlayar ke Laut Besar menuju Laut Langkapuri, terus merantau ke Keling dan Gandoari, Gujarat, Teluk Raja Sutan, Ulak Tanah Basa, Negeri Hindu, kemudian ke Benua Cina yakni ke Marobasi, Bayan Karasan, Ulak Ulu Sutai, Negeri Guma, negeri Hami, negeri Kanceh, negeri Batang, negeri Icang, negeri Siantan ke Kuala negeri Cina, negeri Naning dan negeri Cina Kwantung.

Kemudian merantau ke negeri Babuyan, Bukit Mandalian, negeri Panai, negeri Lanun, negeri Ajau, negeri Ambun Jani, negeri Bugis, negeri Dayak beberapa lama tinggal di sana kemudian dilanjutkan  negeri Jawa dan tinggal pula berapa lama melihat pusaka dan lembaga orang Jawa, terus belayar ke Muara negeri Tulang Bawang, negeri Bukit Siguntang Guntang, negeri Tanah Alang, negeri Kadarah, negeri Patani, dan pulau Binuang Sati. Di pulau Binuang Sati, dapat kayu terapung di lautan, lengkap dengan alat pertukangan diantaranya perpatih, pahat, beliung dan lain-lain. Kemudian dibawa ke dalam kampung Pulau Sikatang-katang yang belum bernama Pulau Sibinuang Sati. Oleh penduduk pulau itu, ia dinobatkan menjadi Penghulu dengan gelar Datuk Perpatih Nan Sabatang, Puto Balun yang digelari Datuk Perpatih Nan Sabatang, di Pulau Sikatang-katang mendirikan pula kebesaran datuk-datuk yang memakai adat baris dan balabeh, senanglah hati orang-orang Pulau Sikatang-katang. Sejak itulah nama Pulau Sikatang-katang berubah nama dengan sebutan Pulau Sibinuang Sati, dari pulau ini ia kembali ke Aceh Tiga Segi, kemudian ke Tiku Pariaman. Seterusnya, ia kembali ke Pariangan, dan menjelang kakaknya yakni Datuk Maharaja Basa di Bukit Batu Basa.

=============
Sumber:
Tambo Bongka nan Piawai Salinan Emral Djamal Datuk Rajo Mudo & Buku Kitab Salasilah Raja-raja di Minangkabu Emral Djamal Datuk Rajo Mudo Dkk.
=============

  • About
  • Latest Posts
Zera Permana
ikuti saya
Zera Permana
Redaksi Marewai at Media
Zera Permana
Salimbado Buah Tarok (Anggota Pusat Kajian Tradisi Salimbado Buah Tarok). Sekarang bekerja fokus di Serikat Budaya Marewai. Berasal Dari Nagari Sungai Pinang, Koto XI Tarusan Pesisir Selatan. Pengelola dan Penulis Tetap Rubrik "Punago Rimbun". Zera merupakan arsiparis muda manuskrip-manuskrip Minangkabau, selain fokus mengarsipkan manuskrip, Zera juga aktif berkegiatan dalam Alih Aksara dan Alih Bahasa. Salah satu manuskrip yang sudah terbit, "Kitab Salasilah Rajo-Rajo Minangkabau".
Zera Permana
ikuti saya
Latest posts by Zera Permana (see all)
  • Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana - 3 September 2025
  • Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2 - 2 Oktober 2024
  • Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung - 26 September 2024
Tags: BudayaCerpenMarewaiPelesiranpuisiPunago RimbunZera permana

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

Oleh Dewang Kara Sutowano
9 Januari 2026

Sebuah Cerita Panjang yang Sengaja Dicerai-Berai Namanya Bukit Atar, terletak tak jauh dari Batang Sinamar. Dari bukit itu terlihat...

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

Oleh Redaksi Marewai
24 Desember 2025

Ia duduk seharian di salon kecantikan. Melancong ke negeri-negeri jauh di balik cermin. Menyusuri langit putih biru jingga dan...

Next Post
Cerpen Elvina Oktavia | Lontong dan Lotek

Cerpen Elvina Oktavia | Lontong dan Lotek

Kembalinya  Dt. Perpatih Nan Sebatang Menemui Dt. Katumanggungan dalam Sejarah Tambo Bongka Nan Piawai: Zera Permana

Kembalinya  Dt. Perpatih Nan Sebatang Menemui Dt. Katumanggungan dalam Sejarah Tambo Bongka Nan Piawai: Zera Permana

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In