• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

REBRANDING: Wisata Pulau, Raja Samudra Gandeng Ajo Wayoik

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
29 Desember 2020
in Berita Seni Budaya
1.1k 12
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Padangpariaman, Marewai— Peran komunitas dalam usaha pengembangan destinasi wisata saat ini semakin vital. Kesadaran kelompok masyarakat untuk meningkatkan perhatian wisatawan terhadap objek yang dikelola memerlukan strategi khusus. Menyadari hal ini, komunitas Raja Samudra selaku pihak yang dipercaya sebagai pengelola Taman Wisata Perairan Pulau Pieh khususnya Pulau Bando, memulai kerjasama dengan Ajo Wayoik, salah satu brand activator dari Piaman. Juwaldi, koordinator Raja Samudra mengatakan, kegiatan rebranding yang dirancang bersama Ajo Wayoik diharapkan dapat merubah pola pemasaran wisata minat khusus di objek yang ia kelola bersama rekan-rekannya.

“Kita butuh pemikiran baru yang relatif lebih segar dan punya daya dobrak. Kami sangat yakin, kerjasama dengan Ajo Wayoik akan membuahkan hasil yang diharapkan tersebut,” katanya.

Diceritakannya, Raja Samudra adalah komunitas yang dipercaya mengelola wisata 2 pulau yakni pulau Bando dan Pulau Ujuang. “Pulau Bando termasuk Taman Wisata Perairan Pulau Pieh, tapi Pulau Ujuang tidak,” sebutnya.

Saat ini raja samudra sudah membentuk extreme diving club dengna jumlah anggota yang mencapai 30 orang. Langkah ini adalah salah satu upaya untuk menghadirkan wahana minat khusus yakni penyelaman.

“Kami berharap ke depan akan lebih banyak lagi bentuk tawaran wisata pengalaman yang dapat dinikmati pengunjung lewat kerjasama ini,” katanya. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (28/12) lalu, Juwaldi juga menjelaskan bahwa pihaknya tengah berkonsentrasi pada kampanye terkait sampah.

“Kami sangat berharap lewat pengelolaan yang tepat, masyarakat dapat mendukun pelestarian kawasan perairan pulau Pieh, terutama dengan tidak menambah sampah laut. Saat ini, masalah krusial yang dihadapi 5 pulau yang ada dalam kawasan konservasi Pulau Pieh adalah sampah ini,” katanya.

Setelah berdiri selama 5 tahun, komunitas Raja Samudra yang dibina Satuan Kerja TWP Pieh tetap bertahan. “Alhamdulillah, kami yang terlama bertahan. Dan kami akan terus berusaha agar pengembangan wisata ini dapat berlanjut,” tekad Juwaldi.

Ajo Wayoik menjelaskan, proses rebranding sejalan dengan kampanye lingkungan yang sedang digencarkan oleh Raja Samudra. “Tiap tindakan yang dilakukan Raja Samudra sebenarnya sangat menarik untuk diangkat sebagai tulisan, vlog dan lain sebagainya. Ini lah yang menjadi cikal rebranding. Sesuatu yang berjalan secara biasa, namun dapat menimbulkan efek amplifikasi luar biasa bila diceritakan ulang pada dunia,” sebutnya.

Ajo Wayoik mengaku tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan perhatian wisatawan terhadap 5 pulau dalam kawasan TWP Pulau Pieh, terutama pulau Bando. Hal ini terkait “jualan berat”-nya yakni minat khusus. “Wisata minat khusus itu jelas tidak mudah dijual. Dari cerita kawan-kawan pelaku pariwisata, minat khusus termasuk pada jenis wisata yang sebenarnya tidak baru, namun hanya ditawarkan pada mereka yang masuk pada kategori pasar tertentu,” sebutnya.

Hal terpenting yang perlu ditambahkan pada branding Pulau Pieh menurut Ajo Wayoik adalah kekuatan kultural bahari khas Piaman, khususnya yang ada di kawasan Ulakan dan Katapiang. “Jadi akan diperlukan semacam jembatan, antara pulau sebagai destinasi dan masyarakat pinggir pantai sebagai entitas yang nantinya akan menjadi subjek penting bagi pengembangan pariwisata. Keduanya terhubung berkat tali kultural,” sebut Ajo Wayoik. 2021 akan menjadi tahun penting bagi kerjasama Raja Samudra dan Ajo Wayoik.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: CaritoPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Oleh Redaksi Marewai
14 Juni 2026

Padang, 14 Juni 2026 — Rangkaian Kumpul IV telah berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Medan. Tiga kegiatan utama...

Next Post
Padang Kabau: Menunggu Terik Pagi dari Keindahan Alam Langgai

Padang Kabau: Menunggu Terik Pagi dari Keindahan Alam Langgai

Lewat Festival, Bisati Lirik Potensi Pengembangan BUMNag

Lewat Festival, Bisati Lirik Potensi Pengembangan BUMNag

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In