• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Punago Rimbun: Batabue Urai Perselisihan Negeri-negeri Baru | Zera Permana

Zera Permana Oleh Zera Permana
1 Januari 2021
in Punago Rimbun
1.2k 12
0
Home Punago Rimbun
BagikanBagikanBagikanBagikan

Kemenangan yang gemilang dari Sungai Nyalo bukanlah membawa kecemerlangan bagi Sungai Nyalo. Perselisihan-peselisihan kembali memuncak. Beberapa “datuak” yang bukan penghulu sesuai dengan pertambahan penduduk, berusaha untuk mendirikan suku. Dt. Rajo Sampono dari suku “Caniago” mendirikan suku Mandaliko. Tindakan itu diikuti oleh Dt. Rajo Indo dari suku “Koto” dengan mendirikan suku Tanjung. Tetapi “Basa Nan Barampek” dalam sidangnya tidak menyetujui, karena melanggar dari aturan-aturan adat.

Dt. Rajo Sampono dan Dt Rajo Indo, kemudian pindah ke tempat pemukiman baru, dan mendirikan perkampungan “Linjuang” kemudian adik dari Dt. Tan Basa, pindah pula mengikuti, Dt. Rajo Sampono. Ia oleh Dt. Tan Basa di Sungai Nyalo direstui. Memamakai gelar Dt. Bagindo Basa, diizikan pula menggunakan gelar Dt. Bagindo Basa di Linjuang

Dan sekarang Linjuang memasuki sarat sebagai Nagari dengan Penghulu-penghulunya, Dt. Rajo Sampono (Mandaliko), Dt. Rajo Indo (Tanjung), Dt. Tan Basa (Caniago) dan Datuak Bagindo Basa (Koto).

Penghulu-penghulu di Linjuang, memutuskan perkara haruslah dilaksanakan apa bila disetujui oleh sidang “Basa Nan Barampek” di Sungai Nyalo.

Linjuang mencoba melakukan perdagangan. Bahkan, ditepi pantai antara Kualo Banda Mua  dengan Kualo Sungai Nyalo, di dirikan pula kota pelabuahan, “Linjuang” sendiri, demikian pula di bandar “ Linjuang” kelak, Bandar “Linjuang” jatuh ke tangan Bayang. Dan Linjuang, (pelabuhan) berperan kembali, pada Abad Ke XVI, saat Portugis Melanggai Negeri.

  • About
  • Latest Posts
Zera Permana
ikuti saya
Zera Permana
Redaksi Marewai at Media
Zera Permana
Salimbado Buah Tarok (Anggota Pusat Kajian Tradisi Salimbado Buah Tarok). Sekarang bekerja fokus di Serikat Budaya Marewai. Berasal Dari Nagari Sungai Pinang, Koto XI Tarusan Pesisir Selatan. Pengelola dan Penulis Tetap Rubrik "Punago Rimbun". Zera merupakan arsiparis muda manuskrip-manuskrip Minangkabau, selain fokus mengarsipkan manuskrip, Zera juga aktif berkegiatan dalam Alih Aksara dan Alih Bahasa. Salah satu manuskrip yang sudah terbit, "Kitab Salasilah Rajo-Rajo Minangkabau".
Zera Permana
ikuti saya
Latest posts by Zera Permana (see all)
  • Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana - 3 September 2025
  • Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2 - 2 Oktober 2024
  • Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung - 26 September 2024
Tags: BudayaCaritoPelesiranSastra

Related Posts

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Burek Tunggang Ka Karajaan Indopuro Lunang Bapucuak Bulek Di Minangkabau Pagaruyuang Bajulai si aka jambai, di Tepian Sungai Muara...

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Seri Punago RimbunSejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan (Bagian 2) Maka...

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Oleh Zera Permana
26 September 2024

Suatu waktu terjadi peristiwa di Alam Surambi Sungai Pagu, tiga orang pembesar; Raja Kampai Tuangku Bagindo, Raja Panai Tuangku...

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Oleh Zera Permana
21 September 2024

Sumatra yang lebih dikenal dalam bahasa tradisi Pulau Perca, ujungnya Negeri Aceh pangkal hingga Lampung. Orang yang mendiami Pulau...

Next Post
Cerpen: Satu Kejadian | Risky Arbangi Nopi

Cerpen: Satu Kejadian | Risky Arbangi Nopi

IMPPLISBA Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Inderapura Barat

IMPPLISBA Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Inderapura Barat

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In