• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Yolanda Putri Yohanes | Kepada yang Mengasur

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
27 November 2021
in Sastra
1.2k 89
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Kepada Mhd. Irfan

Sudah kubilang ratusan kali
butuh waktu seumur hidup,
untuk menyempurnakan puisi tentangmu.
butuh langit seluas semesta,
untuk menggambarkan keindahanmu.
Tak cukup seribu jam,
untuk mengisi ruang rindu.
tak mampu seribu kilometer,
untuk merasa lelah denganmu.
Panasnya matahari tak bisa melepas pagutanku,
busuknya tanah takkan melepas hidungku dari kulitmu,
mekarlah denganku,
atau membusuklah denganku kekasih.
Padang, 2021

II
Resah membawaku ke sarasah,
saat rindu terbata-bata menyelimuti namamu,
di seberang sana kulihat tebing hijau lumut.
Aku tak berhenti berkata,
berjalan mengiringi seribu langkah hati,
meski pondok tua menyeka langkah kaki,
menunjuk ke jalan tak bersimpang.
Di sungai kecil—bebatuan goyang tempat berpijak,
dingin menyeruak ke dada: lusuh,
kulihat dirimu di dalamnya.
Telah kudengar suara air-air yang turun,
kurasa angin-angin berembun,
namun jilatang merasuki gelisahku menemu dirimu.

Padang, 2021

Dari Cerita Seorang Kawan

Hujan kepadamu sepi,
mas yang jauh di sana,
tak mampu seperti itu.
44 km kau bersamaku
gumulan di bawah atap besi,
hingga air liurmu larut di tubuhku,
namun tak mampu menggantikan lampu merah itu.
Dosakah aku mengharap pada kerutan di jempol kiri?
kau kata aku hanya penawar sunyi,
sedangkan aku ingin kau jadi pengisi hati.

Padang, 2021

Kepada yang Mengasur

Dinding hijau keputih-putihan,
selayar abu-abu tergantung di sana,
padahal aku selalu di sini,
namun kenapa ruang ini tak kunjung menjadi aku.
Kain-kain merangkak di tepi dinding,
plastik hitam merayap di lantai,
padahal aku sering menyindir,
namun aku yang risau sendiri.
Buah masuk untuk membusuk,
hewan datang untuk membangkai,
beras untuk berkutu,
namun aku yang menggerutu.

Padang, 2021

Kepada yang Timpang

Setoples kelereng, sebidang tanah,
dan sekumpulan bocah kecil,
adu bola-bola kepala dengan dinding itu.
Jika sudah retak,
perasaan diameter mereka,
menjelma jari-jari petang di tengah lopis.
Menjentik, menopang,
sudahkah mereka lihat kota dengan tilik
atau hanya berserah pada hidup timpang?

Padang, 2021


Yolanda Putri Yohanes lahir di Pekanbaru, 1 Desember 1998. Sedang menamatkan studi di Fakultas Pertanian Unand. Aktif menulis puisi. Bergiat di Lewas Bilan Sastra Rumahan dan Burak Tour Literasi. Saat ini dibelenggu kerinduan kepada seorang kekasih.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: CerpenpuisiSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Universitas Andalas Bangun Kawasan Konservasi Bunga Bangkai di Payo Kota Solok | Ryan Budi Setiawan, SP, M.Si

Universitas Andalas Bangun Kawasan Konservasi Bunga Bangkai di Payo Kota Solok | Ryan Budi Setiawan, SP, M.Si

Pelesiran: Air Terjun Pangean Lagan; Menikmati Akhir Pekan dengan Keindahan Alam

Pelesiran: Air Terjun Pangean Lagan; Menikmati Akhir Pekan dengan Keindahan Alam

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In