• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi En. Aang MZ | Sudah Berapa Kali

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
29 Oktober 2023
in Sastra, Puisi
1.1k 86
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Tak Ingin Kau Seperti George Lukacs

aku ingin menyisir rambutmu
yang hitam legam di satu ranjang,
namun aku tak ingin kau seperti
George Lukacs meski kakek-buyut Neo-Marxisme
pendiri aliran realism social
yang pernah pengaruh di Negara kita bebarapa tahun lalu
yaitu lekra, bahkan bekas-bekasnya sampai sekarang
ia berbelang-belang dalam bendera

karya-karya Lukacs memang sudah tidak bisa dipikir dua kali
sama dengan rasa belas kasihku
namun kau jangan terpecah dua
bahkan tak hingga
cukup satu
aku dan kamu
aku tak ingin belas kasih kau seperti Lukacs
pindah haluan dari seorang kantianis
menjadi Marxis
aktivis komunis.

kasih,
aku ingin menyisir rambutmu
hitam legam tiap hari & malam
lebih-lebih akan kuhapus waktu
di mana pun itu
agar kudapat
merayakan tanpa mengenal waktu merah,
& aku tak ingin mendengar cerita kau
seperti Michel Lowy menyatakan
Lukacs ialah tokoh hipokrit merasa paling suci.

January, 2022

Malam Minggu

tak ada pasar malam atau malam minggu
di luar sana
ada banyak api
& kunang-kunang tentang dirimu
yang tak pernah mati

jangan alarmkan aku
dengan hal itu
cukup kau yang merasakan
indahnya di luar
tanpa melihat rindu
jika menjadi hantu
& kunang-kunang kembali tanpa henti

November, Jember-2022

Sudah Berapa Kali

sudah berapa kali kita
tinggalkan rukun qauli
lima waktu
udah tentu
sepanjang hidup dunia
tidak akan bisa merubahnya.

kita sama-sama pendusta
mengatakan tidak pada
yang nyata
dari berbagai masalah
yang tidak menemukan
jalan absah.

terlanjur berkata
pada yang wajib
hanya menutupi malu
atau tidak ingin dimarahi
sama bapak & ibu.

berapa kali kita tinggalkan rukun qauli
ketika kau mengatakan
bahwa selalu serabutan
soal keadaan

sudah pernahkah kau melihat
ke belakang tubuh
ada
bayang-bayang
salam
atau
bayang-bayang setan
sering kau gaungkan.

mari kita serupa perahu
pada satu rindu
ketika bergulung-gulung
ombak menghantam
dzikir-dzikir kematian
selalu diteriakkan
penumpang
diingatkan pada kewajiban
yang tak dikerjakan
:tuhan aku akan melakukan
kewajiban
bila tiba pada dermaga.

Banyuwangi-2023.


Penulis

Kuliah di Uin Khas Jember angkatan 2020. Alumni  Nurul Huda II, & Ponpes Annuqayah daerah Lubangsa Selatan. Puisi-puisinya terantologi bersama & dimuat berbagai media daring maupun cetak di antaranya, Koran pendidikan, Malangpost, Ceribon, Minggu pagi, Cakra Bangsa, Sastra remaja, Pontianak post, Radar Mojokerto, Suara Merdeka, Kedaulatan rakyat, Bangka Pos, Tanjung pinang post  dll. Pernah bergiat di Sanggar Basmalah. Ig: aangmz009


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
  • Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika - 8 Januari 2026
Tags: BudayaMarewaiPelesiranpuisiSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Cerpen Edna. S | Kisah Patah Hati Mazel dan Maiska

Cerpen Edna. S | Kisah Patah Hati Mazel dan Maiska

Peluncuran dan Diskusi Buku Alih Aksara Kitab Salasilah Rajo-Rajo di Minangkabau

Peluncuran dan Diskusi Buku Alih Aksara Kitab Salasilah Rajo-Rajo di Minangkabau

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In